Di usia muda saat banyak orang masih bimbang, Yusuf memilih jalan sederhana jualan gorengan keliling, keputusan sunyi yang justru mengubah hidup dan masa depannya.
Kisah itu bermula ketika Yusuf, 23 tahun, ingin menikah namun tak punya penghasilan tetap. Dengan modal nekat dan gerobak, ia memilih berjualan gorengan di pinggir jalan.
Usaha gorengan OTR dijalani Yusuf bersama sang istri, berpindah dari CFD, pasar, hingga titik keramaian. Dimulai awal 2024, mereka konsisten hadir meski cuaca dan lokasi berubah.
Awalnya hanya enam menu sederhana. Resep terus diperbaiki, variasi ditambah, dan pelayanan dijaga. Di balik kesan sepele, omzet harian mereka pernah menyentuh 3 hingga 8 juta rupiah.
Bagi Yusuf, ini bukan sekadar soal uang. Ada cerita jatuh bangun, kehujanan, rugi bahan, hingga komplain pembeli. Semua dijalani tanpa gengsi, demi berdiri di kaki sendiri.
Ia mengakui media sosial, terutama TikTok, membantu memperluas jangkauan. Namun menurutnya, viral bukan keajaiban. “Yang bikin bertahan itu konsistensi dan kualitas,” ujarnya.
Pilihan hidup Yusuf kerap diremehkan. Namun justru dari gerobak sederhana, ia dan istri membangun sinergi, berbagi peran, dan saling menguatkan menghadapi kerasnya jalanan.
“Yang penting halal dan jalan,” kata Yusuf. Prinsip itu membuatnya tak bergantung pada orang tua, sekaligus membuktikan kerja kecil bisa memberi hidup layak dan bermartabat.
Cerita pasutri muda ini menjadi cermin bahwa rezeki tak selalu datang dari jalan terlihat keren, melainkan dari keputusan berani menekuni hal sederhana.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar