Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan keamanan siber sebagai fondasi stabilitas nasional, menghadapi ancaman digital kompleks yang terus berkembang pesat.
Menko Polkam Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menekankan keamanan siber sebagai penjaga integritas informasi, data, sistem, dan ruang digital negara.
Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka BSSN Executive Town Hall 2026 di Depok, Jawa Barat, Senin, 19 Januari 2026, dihadiri jajaran pimpinan dan personel BSSN.
Forum ini membahas kesiapan nasional menghadapi eskalasi ancaman siber, sekaligus memperkuat konsolidasi kebijakan keamanan digital di tengah percepatan transformasi teknologi.
Menko Polkam menyebut keamanan siber bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan mutlak demi menjaga stabilitas politik, keamanan nasional, serta kesinambungan pembangunan berkelanjutan.
Ia mengapresiasi peran BSSN sebagai garda terdepan pertahanan digital, sekaligus mengajak seluruh personel menjaga profesionalisme, integritas, responsivitas, dan inovasi berkelanjutan.
“Ancaman siber bergerak lebih cepat dari regulasi, mulai serangan berbasis kecerdasan artifisial, quantum computing, hingga deepfake untuk disinformasi masif,” tegasnya.
Menurutnya, kebersamaan dan disiplin menjadi kunci agar Indonesia mampu membangun kedaulatan digital yang tangguh serta melindungi kepentingan nasional secara menyeluruh.
Menko Polkam optimistis dengan visi yang sama, Indonesia mampu mengelola sumber daya strategis digital demi kesejahteraan rakyat dan masa depan bangsa.
Keamanan siber kini menjadi garis depan pertahanan negara, menuntut kesiapan kolektif agar Indonesia tetap berdaulat di tengah turbulensi era digital.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar