PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025, ditopang lonjakan aset, penguatan laba, serta rasio solvabilitas jauh di atas ketentuan regulator.
"Hingga 31 Desember 2025 unaudited, Pendapatan usaha tercatat Rp75,62 miliar bila dibandingkan 31 Desember 2024 Rp79.47 miliar," ujar Direktur Utama (JMAS), Basuki Agus, dalam Public Expose via zoom meeting, Selasa (20/01/2026).
Sedangkan Laba bersih mencapai Rp4,04 miliar, sementara laba komprehensif menyentuh Rp4,95 miliar, menandai penguatan kinerja operasional dan efisiensi berkelanjutan.
Per 31 Desember 2025 unaudited, total aset JMA Syariah mencapai Rp391,01 miliar dari tahun sebelumnya Rp306,18 miliar. Investasi tumbuh Rp161,60 miliar dengan ekuitas Rp127,45 miliar.
Dari sisi underwriting, pendapatan kontribusi meningkat Rp295,72 miliar. Beban klaim turun menjadi Rp164,46 miliar, mendorong surplus underwriting dana tabarru’ berbalik positif Rp1,75 miliar.
“Kami fokus menjaga kualitas portofolio risiko dan keberlanjutan bisnis syariah,” ujar Basuki Agus, menegaskan komitmen memperkuat kepercayaan peserta dan mitra strategis Perseroan.
Rasio keuangan menunjukkan kondisi sangat sehat. RBC perusahaan mencapai 398,73 persen, RBC dana tabarru’ 120 persen, serta rasio klaim terhadap kontribusi turun menjadi 55,61 persen.
Sepanjang 2025, JMA Syariah meraih berbagai penghargaan nasional, termasuk Indonesia Best Sharia Life Insurance dan Indonesia Top Insurance Awards, memperkuat citra merek di industri asuransi syariah.
Memasuki 2026, Perseroan telah memenuhi ekuitas minimum Rp100 miliar sesuai POJK Nomor 23 Tahun 2023 dan berkomitmen konsisten menerapkan Good Corporate Governance secara menyeluruh.
Dengan fondasi modal kuat dan tata kelola solid, JMA Syariah optimistis memperluas peran strategis dalam membangun industri asuransi jiwa syariah berkelanjutan.
Reporter Lakalim Adalin
Editor Arianto











Tidak ada komentar:
Posting Komentar