Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Kevin Wu Soroti Kesehatan Mental di Waisak Wellness Festival


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Neyya Paramita menggelar Waisak Wellness Festival 2026 di Baywalk Mall, Jakarta, Minggu, 17 Mei 2026. Acara yang digelar menjelang Hari Raya Waisak dan Hari Hipertensi Sedunia itu mengangkat isu kesehatan mental, kebahagiaan lansia, hingga pentingnya keseimbangan hidup.

Festival tersebut menghadirkan seminar kesehatan, pemeriksaan gratis, terapi relaksasi, hingga edukasi meditasi. Sejumlah tokoh hadir, di antaranya Anggota DPRD Provinsi Jakarta Kevin Wu dan Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta Suliarna.

Kevin Wu Singgung Tingginya Tekanan Hidup Masyarakat Kota

Dalam sambutannya, Kevin Wu menilai kegiatan Waisak tidak seharusnya berhenti pada seremoni keagamaan. Menurut dia, perayaan spiritual perlu menyentuh persoalan sosial yang nyata, termasuk meningkatnya tekanan hidup masyarakat perkotaan.

“Hari ini dunia lagi banyak stres, banyak orang putus harapan, banyak yang merasa mentok menghadapi hidup,” ujar Kevin Wu.

Ia mengapresiasi langkah Neyya Paramita yang menggabungkan pendekatan kesehatan fisik dan ketenangan batin dalam satu kegiatan komunitas. Kevin menyebut model seperti itu mulai jarang ditemui di tengah kehidupan kota yang makin individualistis.

Di sela acara, sejumlah peserta lansia tampak duduk santai setelah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Ada yang datang bersama anaknya, ada pula yang mengaku baru pertama kali ikut kegiatan komunitas setelah lama lebih sering di rumah.

Kevin Wu juga mengingatkan pentingnya menyebarkan nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari. Menurut dia, masyarakat membutuhkan ruang untuk kembali menenangkan pikiran di tengah tekanan ekonomi dan sosial.

Meditasi dan Gaya Hidup Sehat Jadi Sorotan

Pembimas Buddha Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Suliarna, mengatakan kesehatan mental kini menjadi tantangan yang sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Karena itu, ia mendukung konsep Waisak Wellness Festival 2026 yang menggabungkan meditasi dan edukasi kesehatan.

“Minimal 10 atau 15 menit untuk menengok ke dalam diri sendiri, sebelum tidur atau setelah bangun pagi,” kata Suliarna.

Ia menilai pola hidup masyarakat perkotaan semakin dekat dengan makanan instan dan ritme kerja cepat. Kondisi itu, menurut dia, membuat banyak orang lupa menjaga keseimbangan pikiran.

Suliarna juga mengapresiasi kepedulian komunitas terhadap isu lingkungan dan kesehatan. Ia menyinggung pentingnya memilih makanan sehat, mengelola stres, hingga menjaga hubungan sosial di usia lanjut.

Acara tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut Hari Raya Waisak 2570 Buddhis Era yang puncaknya berlangsung pada 31 Mei 2026 di Candi Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Waisak Wellness Festival 2026 Dorong Lansia Tetap Aktif


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Organisasi sosial Neyya Paramita menggelar Waisak Wellness Festival 2026 di Baywalk Mall, Jakarta, Minggu, 17 Mei 2026. Acara ini menggabungkan seminar kesehatan, pemeriksaan gratis, hingga promosi program Happy Senior untuk mendorong lansia tetap sehat dan aktif.

Kegiatan yang bertepatan dengan Hari Raya Waisak dan Hari Hipertensi Sedunia itu menghadirkan dokter, terapis, hingga pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat. Fokus utama acara diarahkan pada meningkatnya tantangan kesehatan fisik dan mental kelompok lanjut usia di Indonesia.

Program Happy Senior Jadi Upaya Cegah Lansia Terlantar

Dewan Penasehat Neyya Paramita, Lingo Djaja Jatidjan, mengatakan program Happy Senior dibuat karena meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi lansia yang mulai terisolasi dari lingkungan sosialnya.

Ia menilai banyak keluarga belum benar-benar memahami pentingnya menjaga aktivitas fisik dan mental orang tua sejak dini. “Kalau sudah muncul dampak negatifnya, biasanya lebih sulit ditangani,” ujar Lingo.

Menurut dia, pendekatan komunitas menjadi penting agar lansia tidak hanya panjang umur, tetapi tetap mandiri. Program yang dijalankan meliputi meditasi, wisata spiritual, pelatihan keterampilan, hingga pengenalan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Di sela acara, suasana terasa berbeda ketika beberapa peserta lansia mencoba terapi relaksasi kaki sambil bercakap santai dengan keluarganya. Pemandangan itu mengingatkan bagaimana banyak orang tua sebenarnya hanya membutuhkan ruang untuk tetap merasa dilibatkan.

Lingo juga menekankan pentingnya aktivitas otak dan gerak tubuh bagi lansia. Ia mengutip prinsip “use it or lose it”, yang berarti kemampuan fisik dan mental akan menurun bila tidak terus digunakan.

Risiko Hipertensi dan Kesepian Lansia Meningkat

Pembina Kesehatan Neyya Paramita, Coach Afu Rahmat, mengatakan Indonesia sedang menghadapi peningkatan populasi lansia. Saat ini, sekitar satu dari sepuluh penduduk Indonesia masuk kategori lanjut usia.

Menurut Afu, persoalan lansia bukan hanya hipertensi, diabetes, atau stroke. Banyak lansia juga menghadapi rasa kesepian dan kehilangan ruang sosial dalam keluarga.

“Yang dibutuhkan orang tua sering kali bukan sekadar pengobatan, tetapi perhatian, aktivitas, dan lingkungan yang membuat mereka tetap ceria,” kata Afu.

Ia menjelaskan Neyya Paramita menjalankan tiga pilar utama, yakni be healthy, be peaceful, dan be cheerful. Program itu diterapkan melalui edukasi kesehatan, meditasi, kegiatan spiritual, hingga pelatihan kreatif berbasis AI.

Acara tersebut turut dihadiri Pembimas Buddha Kanwil Kemenag DKI Jakarta Suliarna dan anggota DPRD Provinsi Jakarta Kevin Wu.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Pangdam XIX Percepat Jembatan Armco Bintan, Akses Warga Dibuka


Duta Nusantara Merdeka | Bintan
Panglima Kodam XIX Tuanku Tambusai, Agus Hadi Waluyo, mempercepat pembangunan Jembatan Armco di Kecamatan Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, Sabtu, 17 Mei 2026. Proyek itu kini masuk tahap pengerjaan pondasi dengan melibatkan personel TNI bersama masyarakat setempat.

Pembangunan yang dijalankan Kodam XIX Tuanku Tambusai melalui Kodim 0315/Tanjungpinang tersebut diproyeksikan menjadi jalur penting penghubung antarwilayah. Pemerintah daerah berharap jembatan itu dapat mempercepat mobilitas warga sekaligus membuka akses ekonomi baru di Toapaya Selatan.

Pembangunan Jembatan Armco Dikebut di Toapaya Selatan

Sejak pagi, aktivitas pembangunan terlihat padat. Personel TNI dan warga bergotong royong menyiapkan pondasi utama jembatan. Tumpukan material konstruksi mulai memenuhi sisi lokasi pembangunan, menandakan proyek itu tak lagi sekadar rencana di atas meja.

Di sejumlah wilayah kepulauan, persoalan akses sering kali terdengar sepele bagi warga kota. Namun bagi masyarakat desa, jembatan bisa menentukan cepat atau lambatnya hasil kebun tiba di pasar. Seorang warga di sekitar lokasi bahkan menyebut perjalanan yang biasanya memutar cukup jauh nantinya dapat dipangkas setelah jembatan selesai dibangun.

Komandan Kodim 0315/Tanjungpinang, Abdul Hamid, mengatakan pembangunan Jembatan Armco tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik.

“Jembatan Armco bukan sekadar proyek fisik, tetapi simbol persatuan dan kemajuan di Toapaya Selatan. Kami berharap jembatan ini dapat mempercepat mobilitas warga, membuka peluang ekonomi, serta meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan,” ujar Abdul Hamid.

Dampak Ekonomi dan Investasi Mulai Diperhitungkan

Pemerintah Kabupaten Bintan turut mendukung percepatan proyek tersebut. Keberadaan Jembatan Armco dinilai dapat menjadi titik penting pengembangan kawasan, terutama bagi desa-desa yang selama ini terkendala akses transportasi.

Selain memperlancar konektivitas warga, pembangunan jembatan juga diperkirakan mendorong investasi dan sektor pariwisata di Toapaya Selatan. Jalur distribusi logistik menjadi lebih efisien, sementara akses menuju kawasan potensial wisata diprediksi semakin terbuka.

Kodam XIX Tuanku Tambusai memastikan pengerjaan proyek dilakukan dengan pengawasan ketat agar kualitas konstruksi tetap terjaga. Jembatan itu diharapkan menjadi simbol kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan wilayah kepulauan secara berkelanjutan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Desa Merah Putih


Duta Nusantara Merdeka | Nglawak
Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jawa Timur dan Jawa Tengah, Sabtu (16/5). Peresmian dipusatkan di Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.

Program itu menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa. Pemerintah ingin koperasi tidak lagi sekadar papan nama, tetapi menjadi pusat distribusi pangan, pengelolaan hasil tani, hingga penggerak usaha warga.

Ribuan Koperasi Desa Mulai Beroperasi

Sebanyak 530 koperasi mulai berjalan di Jawa Timur dan 531 lainnya di Jawa Tengah. Seluruh unit tersebar di sejumlah kabupaten dan kota yang dinilai memiliki basis pertanian dan ekonomi desa cukup kuat.

Setibanya di lokasi, Prabowo lebih dulu meninjau fasilitas Koperasi Desa Merah Putih Desa Nglawak. Presiden melihat langsung gudang logistik, sistem distribusi pangan, hingga kesiapan kendaraan operasional koperasi.

Di beberapa desa, model koperasi seperti ini sebenarnya pernah hidup pada era lama, meski banyak yang kemudian mati suri. Bedanya, kali ini pemerintah mencoba memasukkan sistem logistik dan distribusi yang lebih modern agar koperasi tak berhenti sebagai simbol administrasi semata.

Acara peresmian berlangsung sederhana namun padat pejabat. Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, unsur TNI-Polri, kepala daerah, hingga pengurus koperasi daerah hadir dalam agenda tersebut.

Zulhas Sebut Koperasi Instrumen Keadilan Ekonomi

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan KDKMP bukan hanya proyek pembangunan fisik. Pemerintah, kata dia, ingin menghadirkan instrumen pemerataan ekonomi langsung ke tingkat desa.

“Inilah wujud ekonomi konstitusional. Negara hadir bukan untuk segelintir kelompok, tetapi memastikan rakyat menjadi pelaku utama dan penerima manfaat utama pembangunan,” ujar Zulkifli Hasan.

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut operasionalisasi 1.061 koperasi itu sebagai tonggak bersejarah. Ia menilai belum banyak negara mampu meresmikan ribuan koperasi lengkap dengan sistem, gudang, kendaraan, dan logistik dalam waktu singkat.

“Hari ini adalah hari yang penting, adalah tonggak bersejarah,” kata Prabowo.

Presiden juga menyoroti percepatan pembangunan program tersebut. Menurut dia, pembangunan fisik baru dimulai sekitar November 2025, namun dalam tujuh bulan pemerintah berhasil mengoperasikan lebih dari seribu koperasi.

“Tadi dilaporkan oleh Menko Pangan, secara fisik yang sudah siap adalah lebih dari 9.000,” ujar Prabowo.

Koperasi Desa Disiapkan Jadi Penopang Pangan

Pemerintah berharap Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi penghubung antara produksi pertanian desa dan kebutuhan pasar. Dengan pola itu, distribusi pangan diharapkan lebih pendek dan harga lebih stabil.

Bagi pemerintah, koperasi kini bukan lagi proyek nostalgia ekonomi lama. Program ini mulai diposisikan sebagai alat memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga perputaran ekonomi tetap hidup di desa.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Cadangan Beras 5,3 Juta Ton, Pemerintah Kejar Swasembada Jagung


Duta Nusantara Merdeka | Tuban 
Presiden Prabowo Subianto mempercepat agenda ketahanan pangan nasional dengan meresmikan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri 2026 di Kabupaten Tuban, Sabtu (16/5).

Langkah itu menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai memperluas fokus dari swasembada beras menuju penguatan jagung dan komoditas pangan strategis lain. Di tengah ancaman krisis pangan global, pemerintah tampak ingin memastikan rantai pasok domestik tetap aman.

Pemerintah Perluas Fokus Ketahanan Pangan

Usai mendampingi Presiden, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah kini bergerak lebih agresif memperkuat fondasi pangan nasional. Setelah swasembada beras diklaim tercapai pada 2025, target berikutnya adalah swasembada jagung dan penguatan sektor pangan lainnya.

“Ini salah satu upaya kita, kerja keras kita untuk memastikan pangan kita kuat, pangan kita mandiri setelah kita berhasil mencapai swasembada beras di tahun 2025,” ujar Prasetyo Hadi.

Ia menilai keberhasilan sektor pangan tak lepas dari kerja petani di daerah. Pemerintah, kata dia, hanya menyiapkan kebijakan dan infrastruktur, sementara hasil akhirnya tetap bergantung pada produktivitas petani.

Di sejumlah desa sentra pangan, cerita soal pupuk langka dan harga gabah yang naik turun masih sering terdengar. Karena itu, pernyataan pemerintah soal stok pangan aman menjadi kabar yang cukup melegakan bagi banyak petani menjelang musim tanam berikutnya.

Cadangan Beras dan Pupuk Disebut Aman

Prasetyo juga mengungkapkan cadangan beras pemerintah di gudang Perum Bulog kini mencapai 5,3 juta ton. Menurut dia, angka tersebut menjadi salah satu capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

“Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sejumlah 5,3 juta ton. Sekali lagi kita ingin memastikan bahwa pangan kita aman, terkendali, harga juga terjangkau,” katanya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyebut stok pupuk nasional dalam kondisi surplus. Pemerintah bahkan mulai mengekspor pupuk ke beberapa negara seperti Australia, Filipina, Brasil, dan India.

“Pupuk kita lebih dari cukup bahkan kemarin kami ekspor ke Australia,” ujar Amran.

Selain swasembada beras, pemerintah juga mengklaim telah mencapai swasembada jagung untuk kebutuhan pakan. Harga pupuk dalam negeri, menurut Amran, turun hingga 20 persen sehingga diharapkan membantu biaya produksi petani.

Gudang Pangan dan Gizi Jadi Fokus Baru

Pembangunan gudang pangan Polri dan operasional SPPG dinilai bukan sekadar proyek logistik. Pemerintah ingin membangun sistem distribusi pangan yang lebih stabil sekaligus memperkuat layanan pemenuhan gizi masyarakat.

Di Tuban, agenda itu memperlihatkan bagaimana isu pangan kini tak lagi dipandang semata urusan pertanian. Pemerintah mulai mengaitkannya dengan stabilitas ekonomi, pengendalian harga, hingga ketahanan sosial nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Prabowo Bangun 1.582 Kapal Ikan, Nelayan Diminta Naik Kelas


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PRESIDEN Prabowo Subianto kembali menegaskan fokus pemerintah pada sektor kelautan dan perikanan nasional. Saat mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kota Gorontalo, Sabtu (9/5), Prabowo mengumumkan pembangunan 1.582 kapal ikan modern untuk nelayan di berbagai daerah.

Program modernisasi armada tangkap itu diproyeksikan menjadi penggerak baru ekonomi pesisir. Pemerintah ingin nelayan lokal tak lagi bertumpu pada kapal tua berkapasitas kecil yang selama ini membatasi hasil tangkapan dan jarak melaut.

Modernisasi Kapal Ikan Jadi Fokus Pemerintah

Di hadapan nelayan Leato Selatan, Prabowo mengatakan pembangunan kapal akan dimulai bertahap sejak tahun ini. Pemerintah, kata dia, ingin menunjukkan keberpihakan nyata kepada masyarakat pesisir yang selama bertahun-tahun menghadapi biaya operasional tinggi dan hasil tangkapan yang tidak stabil.

“Saya sering diejek Prabowo ini, Prabowo itu, tetapi saya tidak ragu-ragu. Untuk rakyat kita tidak ragu-ragu. Kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan,” ujar Prabowo.

Pernyataan itu disambut antusias warga pesisir. Seorang nelayan di lokasi bahkan sempat berujar pelan, “Kalau kapal baru benar datang, kami bisa melaut lebih jauh.” Kalimat sederhana itu menggambarkan harapan lama masyarakat pantai yang selama ini hidup dalam ketidakpastian musim dan harga ikan.

Program bantuan kapal akan dijalankan melalui koperasi nelayan. Pemerintah menilai pola koperasi lebih efektif menjaga distribusi bantuan tetap terorganisasi dan berkelanjutan.

KKP Siapkan Armada dan SDM Nelayan

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan pembangunan kapal dilakukan bertahap pada 2026 hingga 2028. Sekitar 1.000 unit merupakan kapal berkapasitas 30 gross ton (GT) yang diprioritaskan mendukung aktivitas ekonomi di kawasan KNMP.

Menurut Trenggono, mayoritas armada perikanan nasional saat ini sudah berusia tua. Karena itu, modernisasi kapal ikan dinilai mendesak untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ekonomi biru nasional.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, mengatakan tahap awal pembangunan difokuskan pada 50 kapal modern pada 2026. Pemerintah sedang menyiapkan desain, bahan baku, hingga kesiapan galangan kapal nasional.

“Membangun kapal harus benar-benar memenuhi aspek teknis dan pelaksanaan yang profesional dan memenuhi standar pembangunan yang baik dan tersertifikasi,” ujar Latif.

Pemerintah juga menyiapkan pelatihan awak kapal melalui sekolah perikanan dan masyarakat pesisir di kawasan KNMP. Langkah itu dinilai penting karena kapal modern membutuhkan kemampuan operasional yang berbeda dibanding armada tradisional.

Dukungan Inggris dan Target Kampung Nelayan

Program pembangunan kapal ikan nasional turut mendapat dukungan dari Pemerintah Inggris. Dalam pertemuan bilateral di London awal 2026, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan 1.500 kapal ikan Indonesia.

Selain armada tangkap, pemerintah juga mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. Tahun 2025, pemerintah menargetkan sekitar 100 kawasan KNMP dan sebanyak 65 lokasi disebut telah rampung dibangun.

Kawasan itu dirancang menjadi pusat ekonomi pesisir terpadu, mulai dari hunian nelayan, fasilitas pengolahan hasil laut, hingga penguatan koperasi masyarakat. Pemerintah berharap modernisasi kapal ikan dan pembangunan kampung nelayan dapat mengubah posisi nelayan Indonesia dari sekadar pekerja laut menjadi pelaku utama ekonomi maritim nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Skandal Keluarga Pemilik Bir Singha Thailand Gegerkan Publik


Duta Nusantara Merdeka | Thailand 
Kasus dugaan pelecehan seksual di keluarga pemilik Grup Bir Singha mengguncang publik Thailand setelah seorang pewaris keluarga, Hiso Psi, mengunggah pengakuan emosional di media sosial, Sabtu, 9 Mei 2026.

Perempuan berusia 30 tahun itu menuding kakak kandungnya, Hiso Pi, melakukan pelecehan seksual berulang sejak dirinya masih di bawah umur. Tuduhan tersebut langsung viral karena menyeret salah satu keluarga konglomerat paling dikenal di Thailand.

Pengakuan Video Viral Mengubah Wajah Keluarga Elite

Dalam video yang beredar luas, Hiso Psi tampak menangis sambil menceritakan pengalaman yang disebutnya berlangsung selama 12 tahun. Ia membantah kabar lama yang menyebut pelaku berasal dari lingkungan pengasuh rumah tangga.

Sebaliknya, ia secara terbuka menunjuk kakaknya sendiri sebagai pelaku utama. Pengakuan itu membuat publik Thailand tersentak karena Hiso Pi baru menikah dengan aktris Mild pada akhir tahun lalu.

Beberapa pengguna media sosial Thailand menyebut kasus ini sebagai salah satu skandal keluarga elite paling mengerikan dalam beberapa tahun terakhir. Reaksi publik membesar karena keluarga tersebut selama ini dikenal menjaga citra tertutup dan konservatif.

Seorang jurnalis lokal bahkan menulis, kasus seperti ini sering kali terkubur di balik tembok keluarga kaya. “Di luar terlihat sempurna, tapi di dalamnya bisa sangat rapuh,” tulisnya dalam kolom opini yang ramai dibagikan ulang.

Rekaman Pengakuan dan Konflik Warisan

Hiso Psi mengaku memiliki rekaman suara yang disebut berisi pengakuan langsung kakaknya terkait dugaan pelecehan tersebut. Rekaman itu, menurut dia, sudah diperdengarkan kepada ibu dan para sesepuh keluarga.

Namun, alih-alih mendapat dukungan, ia mengaku justru diabaikan. “Saya berkali-kali meminta bantuan keluarga, tetapi tidak ada yang membela,” ujar Hiso Psi dalam video tersebut.

Konflik semakin rumit setelah ibunya disebut menggugat dirinya dengan tuduhan merusak nama baik keluarga dan tidak tahu berterima kasih. Gugatan itu juga disertai tuntutan pengembalian warisan bernilai ratusan juta baht dari sang kakek.

Di media sosial, reaksi publik terus bermunculan. Banyak netizen mempertanyakan sikap keluarga besar yang dinilai memilih menjaga reputasi dibanding mendengar pengakuan korban.

Kasus ini kini menjadi sorotan luas di Thailand, bukan hanya soal dugaan kekerasan seksual dalam keluarga elite, tetapi juga tentang budaya diam yang kerap melindungi pelaku di lingkaran berkuasa.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Presiden Resmikan KDKMP, Kodam XIX Siap Kawal Program Desa


Duta Nusantara Merdeka | Pekanbaru 
Program operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) resmi berjalan secara nasional, Sabtu, 16 Mei 2026. Presiden Republik Indonesia memimpin langsung peresmian melalui video conference yang dipusatkan di Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Di Pekanbaru, kegiatan video conference berlangsung di Jalan Embun Pagi, Kelurahan Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya. Pangdam XIX Tuanku Tambusai, Agus Hadi Waluyo hadir bersama unsur Forkopimda Provinsi Riau dan jajaran Korem 031/Wira Bima.

Kodam XIX Soroti Penguatan Ekonomi Desa

Peresmian operasionalisasi KDKMP menjadi salah satu langkah pemerintah memperkuat ekonomi berbasis desa dan kelurahan. Pemerintah menargetkan koperasi tidak sekadar menjadi tempat simpan pinjam, melainkan pusat distribusi kebutuhan masyarakat hingga penguatan ketahanan pangan.

Dalam sambutannya, Presiden menilai koperasi desa bisa menjadi alat memperpendek rantai distribusi sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat bawah. Model ini dinilai penting di tengah tekanan harga kebutuhan pokok yang masih fluktuatif di sejumlah daerah.

Suasana vidcon di Pekanbaru berlangsung tertib. Sejumlah pejabat daerah tampak serius menyimak arahan Presiden. Seorang peserta bahkan sempat berbisik bahwa pola koperasi berbasis desa seperti ini mengingatkannya pada masa ketika warung dan lumbung kampung masih menjadi penyangga ekonomi warga saat harga pasar melonjak.

Pangdam XIX Tuanku Tambusai menegaskan jajarannya siap mendukung penuh keberlanjutan program tersebut. Menurut dia, penguatan koperasi desa tidak hanya berdampak pada ekonomi masyarakat, tetapi juga menyentuh aspek ketahanan nasional.

“Program ini bukan hanya memperkuat ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan nasional dari wilayah pedesaan. Kodam XIX Tuanku Tambusai siap bersinergi bersama pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan program ini,” ujar Agus Hadi Waluyo di Pekanbaru, Sabtu, 16 Mei 2026.

KDKMP Dinilai Bisa Tekan Ketimpangan Distribusi

Program KDKMP muncul di tengah dorongan pemerintah memperluas pusat ekonomi baru di daerah. Selama ini, distribusi bahan pokok dan akses usaha kecil masih terkonsentrasi di kota besar.

Di sejumlah desa, koperasi kerap mati suri karena minim pengelolaan dan akses modal. Pemerintah kini mencoba menghidupkan kembali model koperasi dengan pendekatan digital, distribusi pangan, hingga penguatan UMKM lokal.

Kehadiran TNI dan Forkopimda dalam peluncuran nasional ini menunjukkan pemerintah ingin memastikan program berjalan hingga level daerah, bukan berhenti sebagai agenda seremonial.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Alalka Syahri Ridho Soroti Krisis Pelajar Jakarta


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama DKI Jakarta resmi melantik pengurus wilayah masa khidmat 2025–2028 dalam agenda bertema “Transformasi Pelajar: Merawat Akar Budaya Mewujudkan Buah Karya” di Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2026.

Pelantikan itu menjadi momentum konsolidasi kader pelajar Nahdlatul Ulama di tengah meningkatnya persoalan generasi muda perkotaan, mulai dari tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga tekanan sosial di ruang digital.

Ketua PW IPNU DKI Jakarta terpilih, Alalka Syahri Ridho, mengatakan organisasinya akan memfokuskan gerakan pada persoalan nyata yang dihadapi pelajar Jakarta.

“PW IPNU DKI Jakarta ke depan akan benar-benar berkonsentrasi pada persoalan-persoalan pelajar dan pemuda di DKI Jakarta,” ujar Alalka Syahri Ridho dalam sambutannya.

Menurut dia, IPNU tidak cukup hanya hadir sebagai organisasi kaderisasi formal, tetapi juga harus menjadi bagian dari solusi sosial di lingkungan pelajar.

Di sejumlah wilayah Jakarta, isu tawuran pelajar memang belum sepenuhnya hilang. Dalam percakapan orang tua murid hingga grup warga, kekhawatiran soal pergaulan remaja masih menjadi topik yang terus berulang.

Gerakan “Jaga Pelajar Jakarta” Jadi Fokus

Alalka memperkenalkan gerakan “Jaga Pelajar Jakarta” sebagai arah utama program organisasi selama tiga tahun ke depan.

Ia mengatakan slogan tersebut bukan sekadar jargon, tetapi akan diterjemahkan menjadi program pendampingan yang nyata dan berkelanjutan.

“Jika Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempunyai slogan ‘Jaga Jakarta’, maka kami PW IPNU DKI Jakarta mempunyai tanggung jawab untuk ‘Jaga Pelajar Jakarta’,” katanya.

Salah satu program prioritas yang disiapkan ialah layanan bimbingan konseling bagi siswa, termasuk pendampingan psikologis dan psikotes.

Program itu ditujukan agar pelajar memiliki ruang aman untuk bercerita dan mendapatkan arahan ketika menghadapi tekanan sosial maupun persoalan pribadi.

IPNU Ingin Dekat dengan Pelajar Jakarta

Alalka juga menyoroti pentingnya memperluas pengenalan organisasi di kalangan pelajar Jakarta agar proses kaderisasi berjalan lebih efektif.

Ia mengingatkan pengurus baru untuk membangun organisasi secara solid dan menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

“Kita mau IPNU dikenal dulu oleh banyak orang. Berilah manfaat untuk organisasi ini, maka nanti manfaat akan datang kepada diri Anda,” ujarnya.

Di tengah perubahan pola interaksi generasi muda yang makin digital, organisasi pelajar kini dituntut lebih adaptif agar tetap relevan dan dekat dengan kebutuhan pelajar sehari-hari.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Fithri Farhana Dorong Pelajar Jakarta Jaga Budaya Betawi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama DKI Jakarta resmi melantik jajaran pengurus wilayah masa khidmat 2025–2028 di Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2026. Momentum ini dibingkai lewat tema “Transformasi Pelajar Jakarta: Merawat Akar Budaya, Mewujudkan Buah Karya”.

Pelantikan itu tidak hanya menjadi agenda seremonial organisasi pelajar Nahdlatul Ulama, tetapi juga ruang konsolidasi menghadapi tantangan pelajar perkotaan, mulai dari krisis akhlak hingga maraknya kasus bullying di lingkungan sekolah.

Ketua PW IPPNU DKI Jakarta terpilih, Fithri Farhana, mengatakan organisasi pelajar putri saat ini harus tetap relevan di tengah perubahan zaman dan derasnya pengaruh budaya digital.

“Hari ini bukan hanya tentang pergantian kepengurusan. Hari ini adalah tentang melanjutkan perjuangan dan memastikan IPPNU tetap relevan menjadi ruang tumbuh bagi pelajar putri,” ujar Fithri Farhana.

Ia menilai pelajar Jakarta perlu tumbuh mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya dan identitas keislaman. Karena itu, penguatan internal organisasi menjadi fokus awal kepengurusan baru.

Di sejumlah sekolah Jakarta, isu solidaritas antarpelajar memang makin terasa penting. Dalam beberapa tahun terakhir, tekanan sosial di media digital membuat banyak pelajar lebih mudah terisolasi meski terlihat aktif di media sosial.

IPPNU DKI Siapkan Layanan Aduan Bullying

Fithri mengaku prihatin terhadap maraknya kasus perundungan di kalangan pelajar. Menurut dia, organisasi tidak bisa hanya hadir dalam forum kaderisasi, tetapi juga perlu menyediakan ruang aman bagi pelajar perempuan.

Karena itu, PW IPPNU DKI Jakarta membentuk Lembaga Konseling Putri yang akan menyediakan layanan aduan dan pendampingan psikologis.

“Kita akan menyediakan call center atau layanan curhat untuk teman-teman pelajar yang mendapatkan bullying,” katanya.

Layanan itu akan dijalankan bersama lembaga perlindungan perempuan dan anak guna memperkuat pendampingan terhadap korban.

Saat ini, IPPNU DKI Jakarta telah tersebar di enam wilayah kota dan kabupaten administrasi dengan sekitar 35 pimpinan anak cabang tingkat kecamatan.

Jaga Budaya Betawi di Tengah Arus Global

Selain fokus pada isu sosial pelajar, IPPNU DKI Jakarta juga menyoroti pentingnya menjaga budaya lokal di tengah arus globalisasi.

Fithri berharap pelajar Jakarta tetap memegang ajaran Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus menjaga nilai budaya Betawi agar tidak terkikis perkembangan zaman.

Ia juga meminta dukungan dari tokoh Nahdlatul Ulama dan pemerintah daerah agar organisasi pelajar memiliki ruang kolaborasi yang lebih luas, khususnya dalam pembinaan generasi muda Jakarta.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 
Share:

Antoni Ludfi Arifin: Jual Beli Hewan Kurban Digital Rawan Manipulasi Data


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menjelang Idul Adha 2026, tren pembelian hewan kurban secara digital kembali meningkat. Namun di balik maraknya promosi “hewan premium” dan “garansi syar’i”, muncul kekhawatiran soal transparansi perdagangan ternak daring.

Associate Professor Institut STIAMI, Antoni Ludfi Arifin, menilai praktik jual beli hewan kurban kini tak lagi sekadar transaksi ibadah, tetapi mulai bergerak menjadi bisnis musiman dengan risiko manipulasi yang makin besar.

“Persoalan utama bukan lagi sekadar halal atau haram, melainkan apakah konsumen benar-benar memperoleh hewan yang sesuai dengan informasi yang dijanjikan,” ujar Antoni dalam keterangan tertulis, Kamis, 14 Mei 2026.

Fenomena ini makin terasa sejak masyarakat terbiasa membeli hewan melalui marketplace, media sosial, hingga live streaming. Konsumen cukup melihat foto WhatsApp atau video pendek, lalu mentransfer uang jutaan rupiah tanpa pernah memeriksa langsung kondisi ternak.

Beberapa tahun terakhir, praktik seperti ini memang makin umum. Di sejumlah grup percakapan keluarga, penawaran “titip kurban online” bahkan datang hampir setiap hari menjelang Idul Adha. Masalahnya, kepercayaan sering kali hanya dibangun lewat foto dan testimoni.

Manipulasi Hewan Kurban Jadi Sorotan

Antoni menyoroti adanya praktik penggantian hewan tanpa pemberitahuan, manipulasi bobot ternak, hingga penggunaan foto lama untuk promosi penjualan.

Menurut dia, kondisi tersebut diperparah minimnya kemampuan konsumen memeriksa kesehatan hewan secara langsung sebelum transaksi dilakukan.

Padahal ancaman penyakit ternak seperti Penyakit Mulut dan Kuku, Lumpy Skin Disease, hingga antraks masih menjadi perhatian pemerintah dan otoritas veteriner.

Dalam regulasi pemerintah, hewan kurban wajib memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan serta lolos pemeriksaan ante-mortem dan post-mortem. Namun implementasi di lapangan dinilai belum konsisten.

Antoni mengatakan persoalan perdagangan kurban modern tidak bisa hanya dibahas dari sisi syariat penyembelihan. Transparansi informasi dan etika bisnis juga menjadi bagian penting dalam menjaga nilai ibadah.

Usulan “Paspor Digital” Hewan Kurban

Ia mendorong lahirnya sistem “paspor digital hewan kurban” berbasis QR Code untuk memperkuat perlindungan konsumen.

Lewat sistem itu, masyarakat dapat memeriksa asal ternak, status vaksinasi, usia hewan, hingga identitas peternak hanya melalui ponsel.

Menurut Antoni, marketplace juga harus ikut bertanggung jawab karena memperoleh keuntungan ekonomi dari perdagangan hewan kurban digital.

“Tanpa pengawasan digital yang kuat, ruang online akan terus menjadi lahan subur bagi praktik perdagangan yang manipulatif,” katanya.

Ia menilai masa depan ekosistem kurban nasional harus bergerak menuju sistem yang lebih modern, terbuka, dan berbasis teknologi agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

FORSIMEMA Apresiasi Program Rumah Dinas Hakim Prabowo


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pembangunan 8.900 rumah dinas hakim di seluruh Indonesia. Program itu diumumkan melalui arahan kepada Menteri PKP Maruarar Sirait per 14 Mei 2026.

Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari Forum Silaturahmi Media Mahkamah Agung Republik Indonesia atau FORSIMEMA-RI. Organisasi jurnalis yang fokus meliput lingkungan peradilan itu menilai langkah pemerintah menjadi sinyal serius memperkuat independensi hakim.

Ketua Umum FORSIMEMA-RI, Syamsul Bahri, menyebut rumah dinas bukan sekadar fasilitas tambahan. Menurut dia, tempat tinggal yang layak berkaitan langsung dengan keamanan, wibawa, hingga kualitas putusan hakim di lapangan.

Di sejumlah daerah, terutama wilayah terpencil, masih ada hakim yang tinggal di rumah kontrakan sederhana dekat pasar atau terminal. Situasi itu kerap memunculkan kerentanan, mulai dari tekanan sosial hingga intervensi pihak berperkara.

“Komitmen Presiden Prabowo adalah angin segar juga perubahan baik menuju integritas bagi dunia peradilan,” ujar Syamsul Bahri.

Rumah Dinas Hakim dan Agenda Reformasi Peradilan

Program rumah dinas hakim dinilai menjadi bagian penting dalam agenda reformasi lembaga peradilan. Pemerintah ingin memastikan hakim bekerja tanpa tekanan ekonomi maupun persoalan keamanan tempat tinggal.

Prabowo sebelumnya juga menekankan pentingnya menjaga kesejahteraan hakim sebagai benteng terakhir keadilan. Pesan itu kembali menguat di tengah sorotan publik terhadap integritas aparat penegak hukum.

FORSIMEMA-RI menilai pembangunan rumah dinas dapat menjadi salah satu cara menekan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme di sektor yudisial. Ketika kebutuhan dasar terpenuhi, hakim dinilai bisa lebih fokus menangani perkara.

Bagi banyak hakim daerah, terutama di kawasan 3T, fasilitas rumah dinas selama ini memang menjadi isu lama yang jarang dibahas terbuka. Padahal, kondisi tempat tinggal sering memengaruhi kualitas kerja harian mereka.

Media Diminta Kawal Transparansi Program

FORSIMEMA-RI menegaskan media harus ikut mengawasi realisasi proyek nasional tersebut agar berjalan tepat sasaran dan tidak tersendat birokrasi.

“Namun, tugas kita bersama—termasuk media—adalah memastikan bahwa pembangunan 8.900 rumah dinas ini berjalan tepat sasaran, transparan, dan tanpa hambatan birokrasi yang berbelit,” ujar Syamsul.

Organisasi itu juga meminta Mahkamah Agung Republik Indonesia menyiapkan pemetaan wilayah prioritas secara akurat. Sementara pemerintah diminta menjaga kualitas bangunan agar sesuai standar keamanan dan kelayakan.

Program rumah dinas hakim ini dinilai menjadi ujian baru pemerintah dalam membangun sistem hukum yang lebih independen dan dipercaya publik.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor; Arianto 


Share:

Prabowo Soroti Penyelamatan Aset Negara dan Integritas Hakim


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah memperkuat penegakan hukum dan sektor yudikatif saat menghadiri acara Penyerahan Denda Administratif dan Lahan Kawasan Hutan di Kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti besarnya potensi kekayaan negara yang selama ini dinilai belum sepenuhnya kembali untuk kepentingan rakyat. Ia menyebut penyelamatan aset negara menjadi fondasi penting untuk memperbaiki ekonomi nasional hingga layanan publik.

“Kalau kekayaan negara bisa kita kendalikan, akan cukup banyak uang untuk kita perbaiki semua sendi-sendi NKRI,” ujar Prabowo.

Pernyataan itu muncul di tengah sorotan publik terhadap tata kelola sumber daya alam dan kawasan hutan yang selama bertahun-tahun kerap memunculkan sengketa, pelanggaran izin, hingga kerugian negara. Di ruang-ruang diskusi ekonomi, isu kebocoran aset negara memang bukan cerita baru. Namun kali ini, pemerintah memberi sinyal pendekatan yang lebih keras.

Satgas PKH dan Perburuan Aset Negara

Prabowo mengapresiasi capaian Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan atau Satgas PKH dalam menyelamatkan aset negara. Meski demikian, ia menilai capaian itu baru sebagian kecil dari potensi yang masih harus diamankan.

Menurut dia, perjuangan penyelamatan aset masih panjang karena nilainya diperkirakan mencapai ratusan hingga ribuan triliun rupiah.

“Bukan apakah bisa. Jawabannya adalah harus bisa,” katanya.

Nada pidato Prabowo terdengar lebih tegas dibanding sejumlah forum sebelumnya. Ia berulang kali menyinggung pentingnya negara hadir lewat penegakan hukum yang konsisten. Bagi kalangan pelaku usaha, pesan itu dibaca sebagai sinyal bahwa pemerintah tidak ingin lagi kompromi terhadap praktik penguasaan aset negara yang bermasalah.

Hakim Jadi Sorotan dalam Agenda Pemberantasan Korupsi

Selain bicara aset negara, Prabowo juga menyoroti penguatan lembaga peradilan. Ia menilai pemberantasan korupsi dan ketidakadilan tidak akan berjalan tanpa hakim yang independen dan sejahtera.

“Saya percaya dan yakin masalah korupsi, masalah ketidakadilan itu harus diselesaikan di yudikatif,” ujar Prabowo.

Ia menegaskan hakim harus dipilih secara baik dan diberi penghasilan layak agar tidak mudah disogok. Pernyataan itu sekaligus menjadi penekanan terhadap pentingnya reformasi peradilan di tengah rendahnya kepercayaan publik terhadap sejumlah putusan hukum.

Prabowo juga mengingatkan bahwa masyarakat kini semakin kritis dalam menilai putusan pengadilan. Menurut dia, rakyat dapat merasakan langsung ketika hukum dianggap tidak adil.

“Kita harus bikin yudikatif kita tempat rakyat mendapat keadilan,” kata Prabowo.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Satgas PKH Sumbang Rp10 Triliun, Nasib Jaksa Dipertanyakan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Penegakan hukum mulai terlihat memberi kontribusi nyata terhadap penerimaan negara di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan rupiah. Pada Kamis, 14 Mei 2026, Satgas PKH di bawah Kejaksaan Agung RI menyerahkan lebih dari Rp10 triliun kepada Menteri Keuangan.

Tak hanya itu, sebanyak 2,3 juta hektare lahan siap pakai juga diserahkan kepada BUMN Agrinas. Penyerahan tersebut disaksikan langsung Presiden dan menjadi yang ketiga setelah sebelumnya Satgas PKH menyerahkan aset bernilai Rp5 triliun dan Rp11 triliun.

Penegakan Hukum Jadi Mesin PNBP Negara

Direktur Eksekutif INISIATOR, Yakub F. Ismail, menilai capaian itu memperlihatkan penegakan hukum tak lagi hanya bicara proses pidana. Aparat juga mulai berkontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak atau PNBP.

Di daerah, tren serupa ikut terlihat. Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan misalnya, disebut berhasil memulihkan keuangan negara lebih dari Rp1,2 triliun.

Namun capaian tersebut disebut lahir dari proses panjang dan penuh risiko. Seorang sumber di lingkungan APK Kejaksaan mengungkapkan petugas di lapangan kerap menghadapi tekanan dari pemilik lahan hingga pelaku tindak pidana yang memiliki pengaruh kuat.

“Tidak saja karena medannya yang berat, tapi juga menghadapi orang-orang yang mempunyai kuasa,” ujar sumber tersebut.

Di sejumlah daerah, cerita soal tekanan itu bukan rahasia lagi. Ada jaksa yang harus masuk kawasan terpencil dengan pengawalan minim. Sebagian bahkan mengaku lebih sering memakai dana pribadi saat anggaran operasional tersendat.

Popularitas Kejaksaan Naik, Kesejahteraan Jaksa Disorot

Di bawah kepemimpinan Jaksa Agung ST Burhanuddin, tingkat kepercayaan publik terhadap Kejaksaan memang terus meningkat sejak 2020. Penanganan perkara korupsi besar dengan nilai fantastis menjadi salah satu faktor pendorongnya.

Namun di balik citra positif tersebut, persoalan kesejahteraan jaksa mulai ramai dibicarakan. Gaji dan tunjangan disebut hampir tidak mengalami kenaikan selama sekitar satu dekade.

Kondisi itu memunculkan kesenjangan dibanding penegak hukum lain seperti pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), penyidik pajak, hingga bea cukai.

Situasi makin terasa setelah gaji hakim naik hingga 280 persen. Di sejumlah daerah, pimpinan satuan kerja bahkan disebut harus menalangi kebutuhan operasional akibat pemotongan anggaran.

Jaksa Agung ST Burhanuddin sebelumnya juga menegaskan tidak ada ruang bagi aparat yang memperjualbelikan keadilan. Melalui PAM SDO atau Satgas 53, Kejaksaan beberapa kali menangkap oknum internal.

“Tidak ada tempat bagi Jaksa yang menggadaikan bertransaksi dengan keadilan masyarakat,” tegas ST Burhanuddin.

Yakub berharap pemerintah memberi perhatian serius terhadap kesejahteraan insan Adhyaksa agar penegakan hukum tetap berjalan profesional dan tidak membuka ruang degradasi moral di lapangan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

RUU KKS Didesak Segera Disahkan, Ancaman Siber Melonjak


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS), Asosiasi Pengusaha Komputer dan Informatika Indonesia (APKOMINDO), serta Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (PERATIN) kembali mendesak percepatan pengesahan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber (RUU KKS). Regulasi itu dinilai mendesak di tengah lonjakan serangan digital terhadap sektor vital nasional.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Umum APTIKNAS dan APKOMINDO sekaligus Sekretaris Jenderal PERATIN, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. atau Hoky, dalam seminar nasional “Dari Serangan Digital ke Ancaman Nyata: Urgensi Payung Hukum Keamanan Siber” di Kampus UI Salemba, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Ancaman Siber Tak Lagi Sekadar Gangguan Teknis

Forum itu mempertemukan akademisi, regulator, praktisi keamanan siber, hingga pelaku industri digital. Mereka membahas meningkatnya ancaman digital yang kini dinilai sudah menyentuh aspek pertahanan negara dan stabilitas ekonomi nasional.

Prof. Drs. Sri Yunanto, M.Si., Ph.D. menyebut serangan siber telah berubah menjadi instrumen strategis yang dapat melumpuhkan sektor penting seperti perbankan, kesehatan, telekomunikasi, hingga layanan publik.

Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan miliaran serangan siber terjadi setiap tahun di Indonesia. Estimasi kerugiannya mencapai Rp500 triliun per tahun.

Belum lagi serangan ransomware dan pencurian data pribadi yang ditaksir memicu kerugian tambahan hingga Rp8,2 triliun per tahun. Sekitar 60 persen serangan bahkan disebut sudah memanfaatkan Artificial Intelligence (AI).

Beberapa peserta seminar mengaku situasi itu terasa makin dekat. Ada yang bercerita rekening digital sempat terkunci akibat serangan phishing, sementara layanan publik pernah lumpuh hanya karena gangguan sistem beberapa jam. Dampaknya langsung terasa ke masyarakat.

Ego Sektoral Dinilai Hambat Respons Nasional

Wahyudi Djafar dari Lembaga Advokasi dan Catalyst Policy Works mengungkapkan anomali trafik siber nasional pada 2025 mencapai 5,5 miliar serangan. Angka itu melonjak sekitar 714 persen dibanding rata-rata tahunan sebelumnya.

Menurut dia, koordinasi keamanan siber nasional masih belum optimal karena kewenangan tersebar di berbagai lembaga seperti BSSN, Komdigi, BIN, dan Polri.

Anggota Komisi I DPR RI, Junico B.P. Siahaan, menegaskan RUU KKS bukan alat pembatas kritik publik.

“Kita bicara tentang perlindungan sistem nasional dari serangan siber, bukan membatasi demokrasi atau kritik publik,” ujar Junico.

Sementara itu, Hoky menilai Indonesia tidak bisa lagi menunda kehadiran RUU KKS. Ia menyinggung dugaan sabotase siber terhadap infrastruktur internet Iran sebagai alarm serius bagi Indonesia yang masih bergantung pada perangkat impor digital.

“Apa yang terjadi di Iran merupakan wake-up call bagi Indonesia. Ketergantungan terhadap perangkat impor tanpa audit keamanan dan pengawasan yang memadai dapat membuka celah serius terhadap keamanan nasional,” kata Hoky.

Menurut Hoky, RUU KKS dibutuhkan untuk melindungi data masyarakat, memperkuat Infrastruktur Informasi Kritikal, dan membangun kedaulatan digital nasional yang lebih mandiri.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 



Share:

Pangdam Tuanku Tambusai Percepat Jembatan Garuda Dumai


Duta Nusantara Merdeka | Dumai 
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kelurahan Tanjung Penyebal, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai, terus dipercepat. Pada Kamis, 14 Mei 2026, personel Kodim 0320/Dumai bersama warga kembali melangsir material menuju titik pembangunan di seberang sungai.

Proyek yang didorong Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr Agus Hadi Waluyo S.A.P., M.M., CHRMP itu diproyeksikan menjadi jalur penghubung utama antara Kelurahan Tanjung Penyebal dan Kelurahan Basilam Baru. Selama bertahun-tahun, warga di kawasan pesisir tersebut menghadapi keterbatasan akses transportasi.

TNI dan Warga Bahu-Membahu di Medan Berlumpur

Di lokasi pembangunan, personel TNI terlihat memindahkan pasir dan batu split melewati jalur berlumpur. Material diangkut bertahap menggunakan alat berat karena kondisi medan cukup berat dan licin akibat pengaruh pasang laut.

Pemandangan seperti itu sebenarnya bukan hal baru di kawasan Sungai Sembilan. Warga setempat sudah terbiasa berjalan pelan sambil menjaga keseimbangan ketika air pasang datang. Kini, aktivitas itu perlahan berubah menjadi kerja gotong royong yang lebih terorganisasi.

Jembatan sepanjang 50 meter itu dibangun melintasi bentangan sungai selebar sekitar 20 meter. Kehadirannya diperkirakan memberi manfaat langsung bagi 79 kepala keluarga atau sekitar 260 jiwa.

Selain memangkas waktu tempuh, akses baru tersebut dinilai akan memperlancar distribusi hasil usaha masyarakat pesisir. Aktivitas ekonomi warga yang selama ini tersendat karena transportasi terbatas diharapkan ikut bergerak lebih cepat.

Jembatan Garuda Dinilai Dorong Ekonomi Pesisir

Komandan Kodim 0320/Dumai Letkol Arm Herman Santoso mengatakan pembangunan jembatan itu merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah binaan.

“Pembangunan jembatan gantung ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih mudah, aman, dan layak untuk menunjang aktivitas sehari-hari serta meningkatkan perekonomian warga,” ujar Herman Santoso.

Meski cuaca terpantau cerah, pekerjaan di lapangan masih menghadapi tantangan berupa pasang air sungai dan akses jalan yang licin. Namun pengerjaan disebut tetap berjalan sesuai target.

Kodim 0320/Dumai bersama masyarakat kini terus mempercepat pembangunan agar Jembatan Gantung Garuda segera bisa dimanfaatkan sebagai jalur utama penghubung antarwilayah di Sungai Sembilan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 




Share:

Lansia Melemah Bukan Sekadar Faktor Usia, Ini Penyebabnya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Penurunan fungsi tubuh pada lansia ternyata tidak seluruhnya disebabkan faktor usia. Kebiasaan duduk terlalu lama, minim latihan kekuatan, serta kurang asupan protein disebut mempercepat hilangnya massa otot atau sarcopenia.

Fenomena itu kini makin sering terlihat di lingkungan perkotaan. Banyak lansia tetap aktif secara sosial, tetapi tubuhnya perlahan kehilangan kekuatan dasar untuk berjalan stabil, bangun dari kursi, hingga menjaga keseimbangan tubuh.

Gaya Hidup Sedenter Mempercepat Penurunan Otot

Di banyak keluarga Indonesia, kondisi lansia yang melemah sering dianggap wajar. Kalimat “namanya juga sudah tua” terdengar sederhana, tetapi perlahan menjadi pembenaran atas penurunan fungsi tubuh yang sebenarnya masih bisa ditekan.

Padahal tubuh manusia dirancang untuk terus bergerak. Ketika otot jarang dipakai dan tubuh terlalu lama pasif, sistem tubuh beradaptasi menjadi lebih lemah.

Kondisi itu dikenal sebagai sarcopenia, yakni penurunan massa dan fungsi otot seiring bertambah usia. Organisasi kesehatan seperti World Health Organization dan National Institute on Aging menyoroti gaya hidup sedenter sebagai faktor yang mempercepat proses tersebut.

Di sejumlah taman kota Jakarta pada pagi hari, pemandangan lansia berjalan pelan sambil membawa tongkat mulai jamak terlihat. 

Sebagian mengaku cepat lelah meski aktivitas hariannya ringan. Ada pula yang mulai kesulitan naik tangga rumah sendiri.

Latihan Kekuatan Dinilai Lebih Penting

Penelitian menunjukkan latihan kekuatan dan asupan protein cukup membantu mempertahankan massa otot, keseimbangan tubuh, serta kemampuan fungsional lansia.

Artinya, aktivitas fisik untuk usia lanjut tidak cukup hanya berjalan santai. Tubuh tetap memerlukan stimulasi otot dan latihan keseimbangan agar fungsi gerak tidak turun drastis.

Namun pendekatan itu juga bukan berarti memaksa lansia berolahraga ekstrem. Tujuan utamanya justru sederhana: tetap mandiri dalam aktivitas dasar sehari-hari.

Kemampuan bangun sendiri dari tempat tidur, berjalan tanpa takut jatuh, hingga tidak sepenuhnya bergantung pada anggota keluarga menjadi indikator penting kualitas hidup lansia.

Pada akhirnya, menjaga kekuatan otot bukan soal tampil bugar semata. Di usia lanjut, otot menjadi penyangga utama agar hidup tetap aktif, aman, dan bermartabat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Massa Otot dan Panjang Umur, Ini Fakta yang Sering Diabaikan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pembicaraan soal hidup sehat selama ini lebih sering berhenti pada diet, langkah kaki, atau angka timbangan. Padahal, ada satu faktor yang justru mulai dianggap paling menentukan usia panjang: massa otot.

Sejumlah riset kesehatan menunjukkan kehilangan massa otot berkaitan erat dengan risiko kematian dini. Otot tak lagi dipandang sekadar penunjang kekuatan fisik, melainkan organ hidup yang ikut menjaga metabolisme, hormon, hingga kestabilan gula darah.

Otot Jadi Penyangga Metabolisme Tubuh

Banyak orang baru sadar pentingnya otot ketika usia mulai menua. Lutut mudah nyeri, badan cepat lelah, dan pemulihan tubuh makin lambat. Di pusat kebugaran atau taman kota, pemandangan orang usia 40 tahun mulai rutin latihan beban kini makin lazim terlihat.

Fungsi otot ternyata jauh lebih kompleks dibanding sekadar membentuk tubuh. Jaringan ini membantu mengatur sensitivitas insulin, menjaga keseimbangan hormon, serta menekan peradangan melalui produksi miokin.

Tak sedikit dokter kini menyebut otot sebagai “tabungan kesehatan” jangka panjang. Sebab ketika massa otot turun drastis, metabolisme tubuh ikut melambat. Kondisi itu membuka jalan bagi berbagai penyakit kronis.

Sekitar 80 persen glukosa setelah makan disimpan di jaringan otot. Karena itu, otot menjadi pengatur utama kadar gula darah manusia. Semakin baik kualitas massa otot seseorang, semakin stabil pula sistem metaboliknya.

Risiko Penyakit Kronis Disebut Menurun

Penelitian kesehatan juga menemukan hubungan antara massa otot dengan penurunan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Bahkan, penurunan fungsi kognitif seperti Alzheimer disebut lebih rendah pada individu dengan massa otot terjaga.

Di usia lanjut, manfaat itu terasa lebih nyata. Tubuh yang memiliki otot cukup cenderung lebih stabil, tidak mudah jatuh, dan memiliki kepadatan tulang lebih baik sehingga risiko osteoporosis ikut menurun.

Masalahnya, penurunan massa otot sering terjadi diam-diam. Setelah usia 30 tahun, tubuh mulai kehilangan massa otot secara bertahap bila tidak diimbangi aktivitas fisik dan asupan protein memadai.

Karena itu, menjaga otot kini bukan lagi urusan atlet atau binaragawan. Bagi banyak orang, terutama pekerja urban yang duduk berjam-jam di depan layar, latihan kekuatan perlahan berubah menjadi kebutuhan dasar kesehatan jangka panjang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Marco Rubio ke Beijing, China Pakai Trik Transliterasi


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Marco Rubio akhirnya menginjak Beijing pekan ini mendampingi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam lawatan resmi ke China. Kunjungan itu langsung memantik perhatian karena Rubio masih tercatat sebagai pejabat AS yang dikenai sanksi oleh pemerintah China sejak 2020.

Situasi itu menjadi janggal sekaligus menarik. Di satu sisi Beijing belum pernah mengumumkan pencabutan sanksi terhadap Rubio. Namun di sisi lain, Menteri Luar Negeri AS tersebut tetap bisa masuk ke wilayah China tanpa hambatan administratif. Sejumlah diplomat menduga ada jalan belakang diplomatik yang sengaja dibuka Beijing melalui perubahan penulisan nama Rubio dalam aksara Mandarin.

Beijing Diduga Ubah Identitas Mandarin Marco Rubio

Media internasional seperti AFP dan TRT World melaporkan pemerintah China mengganti karakter Mandarin untuk suku kata “Lu” dalam nama belakang Rubio. Sebelumnya nama Rubio ditulis “Lúbǐ'ào”, lalu diubah menjadi “Lǔbǐ'ào”.

Perubahan itu tampak kecil. Namun dalam sistem administrasi China, beda karakter berarti beda identitas pencatatan. Dua diplomat yang dikutip AFP menyebut perubahan tersebut diyakini menjadi cara praktis untuk menghindari benturan dengan daftar sanksi lama.

Di kalangan diplomat Asia, permainan simbol seperti ini bukan hal asing. Seorang mantan pejabat perdagangan Indonesia pernah bercerita bahwa dalam negosiasi lintas negara, satu kata atau satu karakter bisa menentukan nada hubungan politik. Kadang yang berubah bukan substansi, melainkan cara negara menjaga muka di depan publik.

Juru bicara Kedutaan Besar China di Amerika Serikat, Liu Pengyu, mengakui sanksi terhadap Rubio memang dijatuhkan akibat pernyataannya saat masih menjadi senator AS.

“Sanksi tersebut menargetkan ucapan dan perbuatan Bapak Rubio ketika menjabat sebagai senator AS terkait China,” ujar Liu Pengyu dikutip AFP, Rabu, 13 Mei 2026.

Rekam Jejak Rubio dan Pelunakan Sikap Beijing

Rubio selama ini dikenal keras terhadap Beijing. Politikus keturunan Kuba-Amerika itu aktif mendorong sanksi terkait isu etnis Uyghur di Xinjiang serta lantang mengkritik kebijakan China di Hong Kong.

Karena itu, saat Trump menunjuk Rubio sebagai Menteri Luar Negeri awal 2025, banyak analis mempertanyakan bagaimana hubungan diplomatik AS-China akan berjalan. Apalagi Rubio termasuk figur yang dua kali masuk daftar sanksi personal Beijing.

Namun situasi berubah setelah Rubio masuk kabinet Trump. Fokus Washington perlahan bergeser ke hubungan dagang dan stabilitas ekonomi. Nada keras soal hak asasi manusia mulai meredup dalam komunikasi resmi kedua negara.

Pendiri China Market Research Group, Shaun Rein, menilai Beijing sebenarnya lebih mudah mencabut sanksi sementara ketimbang mengganti transliterasi nama Rubio.

“Jika China ingin bertemu dengan Marco Rubio, mereka bisa mencabut sanksi untuk sementara waktu,” kata Rein kepada TRT World.

Meski terdengar administratif, perubahan karakter Mandarin itu menunjukkan satu hal penting: dalam diplomasi China, simbol kadang bekerja lebih efektif dibanding pengumuman resmi.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 
 


Share:

Transformasi Militer TNI AD Disorot di Seminar Seskoad


Duta Nusantara Merdeka | Bandung 
Pangdam XIX Tuanku Tambusai Agus Hadi Waluyo mengikuti Seminar Nasional Pasis Dikreg LXVII Seskoad TA 2026 yang digelar secara hybrid di Gedung Prof Dr Satrio Seskoad, Bandung, Rabu, 13 Mei 2026. Forum itu membahas transformasi militer TNI AD di tengah perkembangan teknologi dan tekanan ekonomi global.

Seminar bertema “From Combat Force to Strategic Forces: Transformasi TNI AD melalui Yonif TP, AI, dan Ekonomi Nasional” tersebut menghadirkan Luhut Binsar Pandjaitan sebagai keynote speaker. Acara juga diikuti secara daring oleh Danrem, Danbrigif TP, Dandim, hingga Danyonif TP dari berbagai wilayah Indonesia.

Pangdam XIX TT Soroti Perubahan Ancaman Modern

Dalam forum itu, Agus Hadi Waluyo menekankan perubahan pola ancaman saat ini tidak lagi sepenuhnya berbentuk perang konvensional. Teknologi digital, kecerdasan buatan, dan ketahanan ekonomi mulai menjadi bagian penting dalam strategi pertahanan nasional.

“Transformasi TNI AD harus dipahami secara menyeluruh oleh seluruh jajaran. Perkembangan teknologi, penguatan kemampuan teritorial, hingga dukungan terhadap ekonomi nasional menjadi bagian penting dalam menghadapi tantangan masa depan,” ujar Agus Hadi Waluyo.

Di lingkungan militer, pembahasan soal AI bukan lagi tema futuristik. Seorang peserta seminar bahkan sempat menyebut perubahan ini mirip pergeseran era radio komunikasi menuju sistem satelit tempur. Dulu dianggap rumit, kini menjadi kebutuhan dasar operasi.

Pangdam XIX TT menilai kesiapan satuan harus berjalan seiring dengan percepatan teknologi. Sebab, modernisasi alat dan sistem pertahanan tanpa peningkatan kualitas personel hanya akan menjadi proyek administratif semata.

Seminar Seskoad Jadi Ruang Evaluasi Strategis

Seminar nasional itu juga menjadi ruang diskusi mengenai penguatan profesionalisme prajurit dan arah pembangunan kekuatan matra darat yang lebih adaptif. Fokus pembahasan diarahkan pada peran satuan tempur penyangga dalam menjaga stabilitas nasional.

Selain isu pertahanan, forum turut membahas hubungan antara keamanan dan ekonomi nasional. Dalam beberapa tahun terakhir, isu geopolitik global memang ikut memengaruhi pola pertahanan banyak negara, termasuk Indonesia.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB itu memperlihatkan bagaimana TNI AD mulai bergerak menyesuaikan diri dengan pola ancaman modern. Tidak hanya soal kekuatan tempur, tetapi juga kemampuan membaca perubahan teknologi dan dinamika ekonomi secara bersamaan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini