PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) menetapkan target pendapatan sebesar Rp208,33 miliar sepanjang 2026 meskipun kinerja perseroan pada kuartal I tahun ini menunjukkan perlambatan. Manajemen optimistis sasaran tersebut dapat dicapai melalui penguatan strategi bisnis, ekspansi menara, serta peningkatan hubungan dengan para pemangku kepentingan.
Direktur Utama GHON, Rudolf Parningotan Nainggolan, mengungkapkan bahwa pendapatan perseroan pada kuartal I-2026 tercatat Rp51,22 miliar. Angka tersebut turun 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp53,30 miliar. Pernyataan itu disampaikan Rudolf dalam Public Expose yang digelar di Jakarta, Kamis (5/6/2026).
Penurunan pendapatan turut berdampak pada laba bersih perusahaan. Sepanjang tiga bulan pertama 2026, GHON membukukan laba bersih Rp16,77 miliar atau setara Rp30,49 per saham. Realisasi tersebut turun 22,08 persen dibandingkan laba bersih Rp21,52 miliar pada kuartal I-2025.
Kinerja GHON Kuartal I 2026 Tertekan
Selain laba bersih, laba kotor perusahaan juga mengalami penurunan menjadi Rp35,56 miliar dari sebelumnya Rp39,77 miliar. Sementara itu, laba operasi tercatat Rp30,64 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp34,47 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Dari sisi posisi keuangan, total aset GHON hingga Maret 2026 tercatat Rp1,42 triliun, turun 2,65 persen dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp1,46 triliun. Adapun liabilitas dan ekuitas masing-masing tercatat Rp627,09 miliar dan Rp797,07 miliar.
Strategi dan Target Bisnis 2026
Meski menghadapi tekanan kinerja, GHON tetap memasang target pendapatan Rp208,33 miliar pada 2026. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan realisasi pendapatan tahun 2025 sebesar Rp211,31 miliar.
Perseroan juga memproyeksikan EBITDA sebesar Rp167,64 miliar pada 2026, turun 3,64 persen dari capaian Rp173,74 miliar pada tahun sebelumnya. Dengan proyeksi tersebut, margin EBITDA diperkirakan berada di kisaran 80,47 persen.
Menurut Rudolf, perusahaan akan fokus mempererat hubungan dengan seluruh pemangku kepentingan, menjaga kesehatan keuangan, memperluas portofolio bisnis, serta melanjutkan komitmen terhadap pelestarian lingkungan.
Tambah Menara dan Tenant Baru
Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, GHON menargetkan pembangunan 69 menara baru dengan skema Build-to-Suit (B2S) serta penambahan 46 kolokasi sepanjang 2026. Dengan strategi tersebut, jumlah penyewaan menara atau tenant ditargetkan meningkat hingga mencapai 1.820 tenant pada akhir tahun.
Manajemen meyakini kombinasi ekspansi infrastruktur dan penguatan operasional akan menjadi faktor utama dalam mencapai target pendapatan Rp208 miliar pada 2026 di tengah tantangan industri menara telekomunikasi yang semakin kompetitif.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto











Tidak ada komentar:
Posting Komentar