PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI) membukukan penurunan kinerja keuangan pada kuartal I 2026. Hingga 31 Maret 2026, emiten produsen makanan ringan tersebut mencatat penjualan neto sebesar Rp36,53 miliar, turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp38,84 miliar.
Presiden Direktur MAXI, Sarkoro Handajani, mengungkapkan capaian tersebut dalam Public Expose yang digelar di Jakarta, Kamis (4/6/2026). Penurunan penjualan turut menekan profitabilitas perusahaan hingga berbalik mengalami kerugian pada tiga bulan pertama tahun ini.
Laba Berbalik Menjadi Rugi
Penurunan pendapatan berdampak langsung terhadap laba bruto perusahaan. MAXI hanya membukukan laba bruto Rp3,35 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan Rp10,80 miliar pada kuartal I 2025.
Di saat yang sama, beban usaha meningkat menjadi Rp9,33 miliar dari sebelumnya Rp7,41 miliar. Kondisi tersebut membuat perusahaan mencatat rugi usaha sebesar Rp5,98 miliar, berbanding terbalik dengan laba usaha Rp3,38 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kerugian juga tercermin pada laba sebelum pajak yang tercatat minus Rp8,41 miliar. Pada kuartal I 2025, perusahaan masih membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp2 miliar. Dengan demikian, MAXI membukukan rugi neto tahun berjalan sebesar Rp8,41 miliar.
Dari sisi neraca, total liabilitas meningkat menjadi Rp158,18 miliar per 31 Maret 2026, dibandingkan Rp151,52 miliar pada akhir 2025. Sementara itu, total aset tercatat Rp295,83 miliar, sedikit menurun dari Rp297,58 miliar.
Strategi Ekspor Jadi Motor Pertumbuhan
Menghadapi tantangan tersebut, MAXI tetap optimistis terhadap prospek bisnis sepanjang 2026. Perseroan mempertahankan strategi fokus pada segmen makanan ringan premium untuk pasar ekspor dengan mengandalkan bahan alami, proses produksi modern, dan cita rasa khas Indonesia.
Selain mempertahankan pasar utama di Amerika Utara, Eropa, dan Australia, perusahaan menargetkan ekspansi ke kawasan Timur Tengah dan Asia. Tiongkok, Singapura, serta negara-negara anggota GCC (Gulf Cooperation Council) menjadi sasaran utama peningkatan pangsa pasar internasional.
Perkuat Pasar Domestik
Di pasar dalam negeri, MAXI melihat peluang pertumbuhan dari meningkatnya minat konsumen terhadap produk lokal berkualitas. Perusahaan berencana meluncurkan produk baru yang menyasar segmen menengah atas dengan inovasi rasa dan kemasan yang lebih sesuai kebutuhan pasar.
Untuk mendukung strategi tersebut, perusahaan akan memperkuat jaringan distribusi nasional, meningkatkan aktivitas pemasaran digital, serta memperluas partisipasi dalam pameran dagang dan berbagai kegiatan industri makanan guna meningkatkan visibilitas merek dan memperluas basis pelanggan.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto











Tidak ada komentar:
Posting Komentar