Pertemuan Kepala BP BUMN Dony Oskaria dan Direktur Telkom Veranita Yosephine bahas transformasi bisnis.
Badan Pengelola (BP) BUMN melalui Danantara menginisiasi transformasi total pada lini bisnis Telkom Enterprise guna memperkuat ekosistem solusi digital dan teknologi komunikasi segmen korporasi nasional.
Langkah strategis ini digodok langsung dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dengan Direktur Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, Veranita Yosephine, di Jakarta, Jumat (17/7/2026).
Pembenahan bakal mencakup penyempurnaan desain organisasi, penguatan tata kelola, hingga perbaikan model akuntansi perusahaan.
Menyatukan Kapabilitas Bisnis Telkom
Dony Oskaria menegaskan urgensi meletakkan Telkom Enterprise sebagai integrator utama yang mengonsolidasikan seluruh kekuatan bisnis Telkom.
Menurutnya, ego sektoral antarunit usaha harus dipangkas agar produk dan layanan yang diantarkan ke konsumen bersifat terpadu. Danantara memproyeksikan entitas ini bertindak layaknya holding khusus untuk pasar korporasi.
"Kita punya banyak bisnis, kalau tidak ada integratornya, mereka jalan sendiri-sendiri. Telkom jadi satu holding enterprise bisnis ini yang perlu, karena ini integratornya," ujar Dony, mengutip pernyataan di akun Instagram resmi BP BUMN.
Langkah ini dirancang untuk mendongkrak daya saing sekaligus memicu penetrasi pasar yang lebih agresif, mengingat kebutuhan digitalisasi dunia usaha domestik terus melonjak.
Mengejar Target Pertumbuhan 30 Persen
Pada kesempatan yang sama, Veranita Yosephine memaparkan kondisi finansial unit kerja yang dipimpinnya. Saat ini, Telkom Enterprise membukukan pendapatan pada kisaran Rp19 triliun.
Manajemen mengakui kurva pertumbuhan penjualan masih menghadapi tekanan berat, tetapi optimisme pemulihan tetap tinggi jika restrukturisasi dijalankan secara konsisten.
"Revenue saat ini Rp19 triliun, growth memang masih minus. Tapi kalau dibangun dengan benar, kita yakin bisa tembus pertumbuhan 25 sampai 30 persen. Global player saja bisa, masa negara dengan populasi dan GDP terbesar keempat di dunia tidak bisa?" ungkap Veranita.
Guna merealisasikan target ambisius tersebut, intervensi Danantara akan difokuskan pada tiga pilar utama. Aspek ini meliputi peningkatan efektivitas struktur organisasi, optimalisasi talenta muda lokal di bidang teknologi informasi (TI), serta penegakan tata kelola perusahaan yang bersih.
Sebagai penutup, Dony mengingatkan bahwa momentum penyelarasan ini merupakan kesempatan emas bagi Telkom untuk memperkokoh fondasi bisnis jangka panjang sebelum memasuki fase ekspansi yang baru.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
#Danantara #TelkomIndonesia #TelkomEnterprise #BUMN #DonyOskaria #TransformasiDigital #SahamTLKM #EkonomiIndonesia #RestrukturisasiBUMN #TechNews










Tidak ada komentar:
Posting Komentar