Kodam XIX/Tuanku Tambusai menggelar coffee morning bersama insan pers di Makodam Pekanbaru, Rabu (28/01/2026), sebagai langkah memperkuat sinergi dan komunikasi berkelanjutan.
Kegiatan dipimpin Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, dihadiri jajaran pejabat Kodam, Ketua PWI Riau, serta wartawan media cetak, elektronik, dan daring.
Pangdam menegaskan pers merupakan mitra strategis Kodam dalam menyampaikan informasi objektif, berimbang, dan menyejukkan di tengah derasnya arus informasi publik.
“Kodam tidak alergi terhadap pemberitaan. Kami terbuka pada kritik membangun, selama disampaikan proporsional dan sesuai kaidah jurnalistik,” ujar Pangdam di hadapan wartawan.
Ia menilai dialog terbuka penting untuk mencegah kesalahpahaman antara institusi TNI dan masyarakat, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap aparat negara.
Dalam kesempatan itu, Pangdam menjelaskan peran TNI AD mencakup operasi militer perang dan selain perang, termasuk penanggulangan bencana, karhutla, pengamanan objek vital, dan tugas kemanusiaan.
Pembinaan teritorial menjadi penekanan utama, sebagai fondasi kemanunggalan TNI dan rakyat, memperkuat kesadaran bela negara, serta menjaga stabilitas wilayah Riau dan Kepulauan Riau.
Ketua PWI Provinsi Riau mengapresiasi inisiatif Kodam XIX/Tuanku Tambusai yang membuka ruang komunikasi sehat dan konstruktif dengan insan pers.
Ia menegaskan PWI berkomitmen menjaga profesionalisme wartawan, mengedepankan konfirmasi dan klarifikasi, agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan bertanggung jawab.
Sebagai kodam baru, Kodam XIX/Tuanku Tambusai dipandang strategis memperkuat pembinaan teritorial, mendukung pemerintah daerah, dan menjaga kondusivitas wilayah dengan dinamika tinggi.
Kodam XIX/TT membawahi Korem 031/Wira Bima dan Korem 033/Wira Pratama, serta berkomitmen hadir bersama masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketahanan nasional.
Melalui coffee morning ini, Kodam XIX/Tuanku Tambusai berharap sinergi dengan pers semakin solid, menjaga Riau tetap aman, sejuk, dan kondusif.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar