Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama Sucor Asset Management menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (12/2).
Penyaluran ini menjadi gelombang keempat bantuan yang dihimpun APINDO sejak bencana melanda sejumlah wilayah di Sumatera.
Sucor Asset Management menyerahkan bantuan senilai Rp2 miliar. Dana tersebut didistribusikan ke tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Bantuan Logistik hingga Peralatan Kerja
Bantuan yang disalurkan mencakup perlengkapan tidur seperti kasur dan selimut. Ada pula peralatan memasak serta perlengkapan pembersihan rumah dan pekarangan, termasuk gerobak dorong dan cangkul.
Direktur Eksekutif DPN APINDO, Rudolf Saut Butarbutar, mengatakan bantuan dirancang bukan hanya untuk kebutuhan mendesak, tetapi juga untuk mendukung pemulihan aktivitas warga.
“Dunia usaha tidak hanya berperan mendorong pertumbuhan ekonomi. Kami juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Rudolf.
Ia menegaskan, kolaborasi dengan Sucor Asset Management dan Palang Merah Indonesia (PMI) dilakukan agar distribusi bantuan tepat sasaran.
Rangkaian Bantuan Sebelumnya
Sebelum gelombang keempat ini, APINDO telah menyalurkan sejumlah bantuan.
Pada tahap pertama, bersama PMI, organisasi tersebut mendistribusikan 2.400 unit kompor gas lengkap dengan selang dan regulator.
Selanjutnya, APINDO menggalang donasi tunai sebesar Rp500 juta yang disalurkan melalui DPP APINDO di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bantuan difokuskan pada kebutuhan pangan dan perlengkapan pribadi.
Di gelombang ketiga, APINDO bekerja sama dengan PT Coca-Cola Euro Pacific Partners Indonesia memberikan beasiswa senilai €50.000 atau sekitar Rp974 juta.
Beasiswa itu ditujukan bagi mahasiswa terdampak di Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Andalas.
Komitmen Dunia Usaha dan Pemulihan Ekonomi
Rudolf menyatakan, paket bantuan mencakup kompor, kasur, selimut, hingga alat kerja seperti sekop dan gerobak dorong.
“Bantuan ini membantu masyarakat kembali beraktivitas dan memulihkan ekonomi secara bertahap,” katanya.
Ia juga menyinggung arahan Presiden Prabowo Subianto saat bertemu jajaran APINDO di Hambalang pada 9 Februari lalu.
Menurut Rudolf, dunia usaha diminta terus membuka lapangan kerja, termasuk di Aceh, guna mempercepat pemulihan pascabencana.
Sementara itu, Ketua DPP APINDO Provinsi Aceh, H. Ramli, menegaskan kehadiran APINDO di lokasi bencana sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh Tamiang.
“Kami bersama masyarakat. Ini bentuk komitmen untuk membantu mereka bangkit, apalagi menjelang Ramadan,” ujarnya.
Di tengah situasi sulit, dukungan logistik dan penguatan ekonomi menjadi dua sisi yang berjalan beriringan.
Bagi APINDO, solidaritas dunia usaha tak berhenti pada bantuan darurat, tetapi juga pada upaya memastikan masyarakat kembali berdiri dan melanjutkan kehidupan.
Penulis Lakalim Adalin
Editor Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar