PT Netral Kontinental Media (Netralnews) menggelar talkshow dan workshop kepemimpinan bertema lintas generasi di Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Acara bertajuk “Bagaimana Jadi Pemimpin Sukses Bawa Perusahaan Terbang Tinggi dan Disegani Karyawan” ini menyoroti dua kelompok usia produktif: generasi sandwich dan generasi stroberi.
Pemimpin Redaksi Netralnews.com, Sulha Handayani, mewakili CEO Netral News Haryo Kusworo, menekankan bahwa kepemimpinan hari ini tak lagi sebatas jabatan atau target bisnis.
“Leadership adalah ketangguhan mental, kecerdasan emosional, dan keberanian mengambil keputusan di bawah tekanan,” ujarnya di hadapan peserta.
Generasi sandwich, yakni kelompok usia sekitar 35–50 tahun yang menanggung orang tua sekaligus anak, dinilai menghadapi tekanan finansial dan psikologis berlapis.
Sementara generasi stroberi—usia di bawah 35 tahun—dipandang kreatif dan adaptif, namun kerap diuji daya tahannya menghadapi tekanan.
Mental Tangguh dan Empati Jadi Kunci
Sulha menegaskan, dua generasi ini membutuhkan pendekatan berbeda namun berakar pada nilai yang sama: disiplin, empati, dan karakter.
Seminar ini menghadirkan Neneng Herbawati, CEO Igico Advisory dan Co-Founder Briefler, sebagai pembicara utama.
Berpengalaman lebih dari 25 tahun di bisnis manajemen dan jurnalisme, Neneng berbagi refleksi personal tentang daya juang dan reputasi.
Ia menekankan, reputasi jauh lebih mahal dibanding jabatan. Jabatan bisa hilang, tetapi integritas dan jaringan akan bertahan.
Menurutnya, disiplin adalah fondasi karier. Ia mengisahkan kebiasaan datang paling pagi dan pulang paling akhir saat menjadi jurnalis.
“Modal utama bukan cuma uang, tapi isi kepala, konsep, dan networking,” katanya.
Networking, Attitude, dan Integritas
Dalam sesi diskusi, Neneng mengingatkan pentingnya membangun jejaring bukan semata demi keuntungan, melainkan relasi jangka panjang.
Networking tanpa nilai, katanya, hanya akan membuat seseorang cepat naik dan cepat jatuh.
Ia juga menegaskan, attitude adalah pembeda. Perusahaan, menurutnya, lebih memilih individu dengan etika kerja baik dibanding sekadar pintar namun sulit bekerja sama.
“Skill bisa diasah. Tapi integritas dan karakter menentukan panjangnya karier,” ujarnya.
Acara ditutup dengan ajakan agar generasi muda berani berwirausaha, disiplin mengelola keuangan, serta memanfaatkan media sosial secara bijak.
Workshop ini turut didukung sejumlah sponsor, antara lain Astra International, Bank BTN, PT Telkom Indonesia, Minanugroho Fashion, Toko Kopi Tugu, Sapulidi Resort Bandung, dan Alfamart.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar