Peran pemuda mengawal transparansi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fokus dalam Diskusi Publik 2026 yang akan digelar di Aula Kampus Institut Banten, Kota Serang, Senin (1/6/2026). Forum tersebut menghadirkan sejumlah aktivis mahasiswa dan tokoh kepemudaan untuk membahas pentingnya pengawasan masyarakat terhadap implementasi program strategis pemerintah.
Kegiatan ini bertujuan membangun ruang dialog yang kritis sekaligus konstruktif terkait akuntabilitas Program MBG, yang saat ini menjadi salah satu agenda prioritas dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Pemuda Dinilai Memiliki Peran Strategis
Penyelenggara menilai generasi muda dan mahasiswa tidak dapat hanya menjadi pengamat dalam proses penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan publik. Sebaliknya, kelompok ini memiliki tanggung jawab sosial untuk memastikan setiap program pemerintah berjalan sesuai prinsip transparansi, efektivitas, dan tepat sasaran.
Melalui diskusi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya pengawasan publik sebagai instrumen untuk menjaga integritas tata kelola pemerintahan. Transparansi dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kebijakan negara.
Forum Dialog tentang Akuntabilitas Program MBG
Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan mahasiswa dan organisasi kepemudaan. Mereka adalah Nana Supriatna selaku Ketua BEM Institut Banten periode 2025-2026, Bagas Yulianto sebagai Founder Pemuda Berdampak, Yogi Syahputra Alaydrus yang menjabat Koordinator Pusat BEM PTMA se-Indonesia, serta M. Nurul Hakim selaku Ketua Umum Permahi Banten periode 2025-2026.
Para pembicara dijadwalkan membahas berbagai aspek pengawasan Program Makan Bergizi Gratis, mulai dari transparansi penggunaan anggaran, mekanisme distribusi manfaat, hingga partisipasi masyarakat dalam proses evaluasi program.
Mendorong Budaya Pengawasan Partisipatif
Forum ini juga menjadi upaya memperkuat budaya pengawasan partisipatif di kalangan generasi muda. Dengan keterlibatan mahasiswa dan organisasi kepemudaan, implementasi Program MBG diharapkan dapat berjalan lebih terbuka, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penyelenggara menegaskan bahwa transparansi akan memperkuat kepercayaan publik, sementara akuntabilitas menjadi kunci terciptanya program yang berdampak dan berkelanjutan bagi pembangunan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar