Publik mungkin mengira Gojek dan startup lokal lain murni hasil karya anak bangsa. Fakta terbaru justru mengungkap cerita berbeda.
Investigasi bisnis menemukan, tim elite asal India bernama SPARSE ikut merancang sistem Gojek, Travelo**ka, hingga Ternak Uang milik Timothy Ronald.
SPARSE dikenal sebagai pasukan khusus digital. Mereka adalah engineer pilihan yang direkrut dengan gaji fantastis mencapai Rp100 juta per bulan per orang.
Tahun 2020, Timothy Ronald bahkan merekrut tiga programmer SPARSE untuk membangun sistem Ternak Uang. Total biaya gaji mencapai Rp300 juta setiap bulan.
Tim elite ini dikenal karena kecepatan, ketelitian, dan kemampuan membangun sistem keamanan digital. Reputasinya membuat banyak founder startup berebut jasa mereka.
SPARSE bukan perusahaan resmi, melainkan sebutan bagi kelompok engineer dari Bangalore, India. Mereka bernaung di studio teknologi C42 Engineering dan CodeMonk.
Dengan seleksi super ketat, hanya segelintir orang bisa bergabung. Mereka ahli menciptakan infrastruktur melayani jutaan pengguna tanpa gangguan, sebuah standar kelas dunia.
Sejarah mencatat, Gojek merekrut SPARSE pada 2016. Tantangan utama saat itu adalah membangun teknologi real-time yang sanggup menangani jutaan transaksi harian.
Nadiem Makarim, pendiri Gojek, pernah mengakui perekrutan ini bukan meremehkan SDM lokal. Namun, Gojek butuh tim dengan standar global saat itu.
Berbekal SPARSE, Gojek membangun fitur vital seperti sistem pengiriman driver, payment gateway, hingga deteksi fraud. Mereka menjadi mesin tempur di balik layar.
Kini, fakta keterlibatan pasukan elite India ini membuat publik penasaran. Apakah dominasi talenta asing akan terus mendikte arah startup Indonesia?
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar