Emiten penyedia jasa higienitas dan pengendalian hama, PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN), sukses mencetak kinerja impresif sepanjang Semester I 2025.
"Laba bersih HYGN mencapai Rp6,02 miliar, tumbuh 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya Rp5,34 miliar," kata kata Wincent Yunanda, Direktur Utama HYGN di Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Pertumbuhan ini ditopang pendapatan dari seluruh lini usaha utama perseroan. Pendapatan usaha kuartal II 2025 tercatat Rp172,40 miliar, meningkat 18,12 persen dari Rp145,95 miliar.
Jasa kebersihan dan sanitasi mencatat lonjakan tertinggi dibandingkan segmen lain. Lini jasa kebersihan dan sanitasi tumbuh agresif 30 persen YoY menjadi Rp64,96 miliar.
Jasa pengendalian hama melonjak 48 persen YoY mencapai Rp21,92 miliar sepanjang periode laporan.
Layanan higienitas ecoCare juga mencatatkan pertumbuhan positif lima persen YoY menjadi Rp85,53 miliar, memperkuat kontribusi pendapatan berulang bagi perusahaan di semester pertama.
Dari sisi profitabilitas, laba usaha mencapai Rp6,35 miliar, tumbuh 23,5 persen dari Rp5,14 miliar pada periode sama tahun sebelumnya, mencerminkan efisiensi operasional.
Untuk tahun buku 2024, HYGN menggunakan laba bersih Rp18,63 miliar, dengan Rp6,06 miliar dibagikan sebagai dividen tahunan, setara Rp2,40 per saham.
Sisa laba sebesar Rp12,57 miliar dialokasikan sebagai saldo laba ditahan, memperkuat posisi keuangan untuk mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang dan strategi ekspansi korporasi.
Orderbook tahunan serta kontrak belum ditagih meningkat 17 persen YoY menjadi Rp339 miliar. Hal ini mencerminkan tingginya permintaan layanan higienitas korporasi.
“Kami bersyukur memiliki model bisnis tangguh dengan pendapatan berulang dan basis klien terdiversifikasi,” ujarnya.
Wincent menambahkan, efisiensi biaya operasional menjadi kunci kinerja positif meski terdapat tekanan makro ekonomi dan tingginya biaya operasional perusahaan.
Posisi kas bersih HYGN mencapai Rp18,8 miliar dengan rasio lancar tinggi dan utang rendah. Kondisi ini membuka ruang aksi korporasi strategis termasuk buyback saham.
Memasuki paruh kedua 2025, manajemen optimistis. “Permintaan layanan kami masih tumbuh. Fokus kami tetap pada pertumbuhan berkelanjutan dan efisiensi,” punggungnya.
Penulis: Lakalim Adalin wartawan
Editor: Arianto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar