Ketua Umum Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI), Heintje Grontson Mandagie, menyerukan media berperan aktif menjaga stabilitas nasional dan mendukung sikap tegas Presiden Prabowo Subianto.
"Media memiliki tanggung jawab moral untuk menyajikan berita kondusif, mencegah provokasi, serta membangun opini publik yang menyejukkan demi kepentingan bangsa dan negara," ujar Mandagie dalam keterangan pers, Jumat (29/8/2025).
Mandagie menyebut, seruan ini muncul karena isu viral terkait kelalaian aparat hingga menewaskan seorang pengemudi ojek online memicu keresahan di masyarakat luas.
Menurutnya, pemberitaan harus mampu menciptakan keseimbangan agar isu tersebut tidak dimanfaatkan pihak tertentu yang ingin memperluas kegaduhan ke berbagai daerah.
Lebih lanjut, Ia juga menyoroti sinyalemen potensi demonstrasi berujung anarkis sebagai bentuk perlawanan kelompok yang tidak terima dengan kebijakan tegas Presiden.
Aksi anarkis dapat merugikan seluruh masyarakat karena berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi, melemahkan Rupiah, serta memicu krisis kepercayaan pasar.
Untuk meredam hal ini, Mandagie meminta media menjalankan fungsi kontrol sosial melalui pemberitaan konstruktif yang sejalan dengan semangat pemerintah menegakkan hukum.
Ia juga mendorong media memperbanyak wawancara dengan tokoh masyarakat berpengaruh yang bisa menyejukkan suasana dan memperkuat narasi persatuan bangsa.
Menurutnya, media wajib menyuarakan dukungan publik terhadap langkah Presiden memberantas pengusaha sawit ilegal, mafia tambang, hingga kelompok pengusaha serakah perusak ekonomi.
Mandagie menegaskan, keberanian pemerintah menertibkan oknum merugikan negara harus dikawal melalui pemberitaan masif, agar rakyat memahami pentingnya kebijakan tersebut.
“Dengan berita menyejukkan, media bukan hanya mengedukasi publik, tetapi juga melindungi ekonomi nasional dan menjaga stabilitas bangsa,” kata Mandagie tegas.
Seruan ini menjadi panduan insan pers untuk tetap menjalankan peran sebagai pilar demokrasi, sekaligus agen perdamaian, persatuan, dan stabilitas Indonesia ke depan.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
Tidak ada komentar:
Posting Komentar