Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato efisiensi anggaran 2026 saat menghadiri panen raya serentak di Kabupaten Malang.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen penuh menjalankan efisiensi anggaran prabowo subianto 2026 secara agresif.
Langkah berani ini diambil untuk mempercepat penghapusan kelaparan, kemiskinan, serta kemiskinan ekstrem di seluruh penjuru Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara usai memimpin jalannya agenda panen raya serentak di Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat (17/07/2026).
Demi memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan layak, Presiden menyatakan kesiapannya untuk melakukan langkah ekstrem jika kondisi mendesak.
Siap Pangkas Dana Pertahanan dan Keamanan
Kebijakan fiskal yang berorientasi pada kesejahteraan sosial ini tercermin dari pernyataan Kepala Negara yang membuka peluang agar anggaran pertahanan polisi dikurangi apabila hal tersebut menjadi jalan keluar utama dalam memberantas kesenjangan ekonomi.
“Kita harus hilangkan kelaparan. Kita harus hilangkan kemiskinan. Kemiskinan, apalagi kemiskinan ekstrem harus kita hilangkan. Insyaallah kita akan hilangkan. Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi, untuk menghilangkan kemiskinan,” ungkap Presiden Prabowo.
Presiden menambahkan bahwa pemangkasan tersebut didasari oleh filosofi dasar di mana kekuatan riil sebuah negara tidak melulu diukur dari aspek keamanan dalam arti sempit. Fondasi utama pertahanan nasional yang hakiki justru terletak pada kondisi masyarakat yang kuat, sehat, serta sejahtera secara ekonomi.
"Pertahanan terbaik adalah rakyat yang kuat dan sejahtera. Kalau ada yang macam-macam sama bangsa Indonesia, seluruh rakyat, seluruh rakyat akan membela bangsa ini. Makanya dari sekarang TNI dan Polri di tengah-tengah rakyat, di tengah-tengah petani dan nelayan,” tuturnya.
Menyiapkan Generasi Raksasa Dunia 2045
Fokus pemerintah untuk hapus kemiskinan ekstrem prabowo ini juga berkaitan erat dengan proyeksi jangka panjang menuju tahun 2045–2050, di mana Indonesia dibidik menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia. Oleh sebab itu, pemenuhan gizi dan pendidikan anak-anak usia sekolah dasar saat ini menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar.
Di sisi lain, Presiden turut menyampaikan rasa haru dan apresiasi mendalam atas dedikasi nyata aparat di lapangan, di mana personel tni polri bantu rakyat malang serta daerah lainnya melalui pembangunan ribuan jembatan serta penyediaan titik air bersih bagi warga yang kesulitan.
“Ini Indonesia, TNI, Polri milik rakyat, kesulitan rakyat harus kita atasi. TNI, Polri harus mengatasi kesulitan rakyat,” pungkas Presiden Prabowo mengakhiri pidatonya.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
#EfisiensiAnggaran2026 #PrabowoSubianto #HapusKemiskinan #TNIPolriBersamaRakyat #PanenRayaMalang #PertahananNasional #IndonesiaEmas2045 #KesejahteraanRakyat #AnggaranMiliter #BeritaNasional










Tidak ada komentar:
Posting Komentar