Sejumlah tokoh bisnis dan publik Indonesia membagikan pandangan tentang integritas, fokus, dan ketekunan sebagai fondasi kesuksesan dalam berbagai kesempatan diskusi.
Percakapan dan pertemuan informal dengan para tokoh ini menghadirkan satu benang merah: keberhasilan jarang lahir dari jalan pintas. Ia dibangun oleh karakter, konsistensi, dan keberanian mengambil sikap.
Integritas dan Dampak Sosial
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pernah menyampaikan, kepemimpinan bertumpu pada kelurusan karakter. “Kalau kepalanya lurus, bawahnya juga lurus,” ujarnya.
Pesan itu menekankan integritas, keteladanan, dan autentisitas. Kepintaran atau gelar, menurutnya, tak cukup tanpa kejujuran dan konsistensi dalam bertindak.
Pengusaha Andrew Susanto juga berbagi sudut pandang berbeda soal negosiasi. Dalam setiap kesepakatan, kata dia, jangan takut menawar ekstrem hingga diprotes. Dari situlah peluang “good deal” terbuka.
Sementara itu, Grace Tahir dari Mayapada Group menegaskan, kekayaan bukan tujuan akhir. Dampak sosial justru menjadi orientasi utama.
Baginya, uang hanyalah alat. Pendidikan, kesehatan, dan perubahan sosial adalah tujuan yang lebih besar. Ketika dampak dibangun, nilai ekonomi akan mengikuti.
Fokus dan Turun ke Lapangan
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, mengingatkan pentingnya fokus jangka panjang. Ia menyarankan konsistensi minimal sepuluh tahun di satu bidang.
“Jangan lompat pagar,” pesannya. Berpindah-pindah terlalu cepat hanya akan menghambat kedalaman kompetensi.
Pelajaran lain datang dari Sigit Djokosoetono, Deputi CEO Bluebird Group. Ia pernah turun langsung menjadi sopir taksi untuk memahami realitas lapangan.
Langkah itu bukan pencitraan. Ia ingin mendengar langsung suara pekerja yang sering tak sampai ke meja manajemen.
Ada pula pesan sederhana tentang daya tahan. Kegagalan, selama tidak membuat seseorang menyerah, bukanlah akhir perjalanan.
Dari beragam kisah itu, satu pelajaran terasa relevan: teori penting, tetapi pemahaman nyata terhadap operasional dan karakter pribadi jauh lebih menentukan arah sukses seseorang.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar