Mahasiswa Universiti Islam Antarabangsa Tuanku Syed Sirajuddin (UniSIRAJ), Ahmad Zaky AlBaihaqi, meraih Juara III Tilawah IPT di Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA), Terengganu, 12–15 Februari 2026.
Prestasi itu menjadi catatan penting, bukan hanya bagi kampusnya di Malaysia, tetapi juga bagi Indonesia.
Ahmad Zaky tampil dalam Majlis Tilawah dan Hafazan Al-Qur’an Peringkat Institusi Pendidikan Tinggi (IPT), ajang tahunan yang mempertemukan mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi se-Malaysia.
Di tengah persaingan ketat cabang tilawah dan hafazan, ia berhasil menempatkan diri di posisi tiga besar. Capaian tersebut menegaskan kapasitasnya sebagai qari muda yang matang secara teknik maupun penguasaan tajwid.
Fondasi Pesantren dan Tradisi Keilmuan
Ahmad Zaky merupakan alumni . Ia juga cucu dari pendiri pesantren tersebut.
Latar pendidikan pesantren yang kuat menjadi fondasi penting dalam perjalanan akademiknya.
Tradisi talaqqi, disiplin hafalan, serta pembinaan adab terhadap Al-Qur’an membentuk karakter dan ketekunannya sejak dini.
Keberhasilan di panggung IPT Malaysia ini sekaligus menunjukkan bahwa tradisi keilmuan pesantren Indonesia mampu bersaing di level internasional.
Kompetisi yang digelar di Terengganu itu bukan sekadar perlombaan, melainkan ruang silaturahmi intelektual dan spiritual antar-mahasiswa. Ajang tersebut memperkuat budaya cinta Al-Qur’an di kalangan generasi muda terdidik.
Pihak kampus melalui Jabatan Pembangunan Pelajar dan Jaringan Komuniti (JPPJK) menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.
Mereka berharap prestasi ini menjadi pemantik semangat mahasiswa lain untuk terus berprestasi.
Keberhasilan Ahmad Zaky diharapkan memberi energi baru bagi santri dan mahasiswa Indonesia, agar terus menjaga tradisi keilmuan Al-Qur’an dan membawa nilai-nilai Islam di kancah global.
Penulis Lakalim Adalin
Editor Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar