Petuah para pemimpin dan pengusaha ternama kembali jadi sorotan. Dari integritas hingga fokus jangka panjang, pesan mereka menekankan bahwa sukses bukan sekadar soal uang, melainkan dampak nyata.
Sejumlah tokoh, termasuk Basuki Tjahaja Purnama, membagikan prinsip sukses melalui pengalaman langsung kepemimpinan dan bisnis di berbagai kesempatan.
Integritas dan Karakter Jadi Fondasi
Basuki menegaskan kepemimpinan dimulai dari kepala yang lurus. Menurutnya, pemimpin jujur dan konsisten akan otomatis membentuk bawahan yang bekerja dengan arah benar.
Pandangan serupa disampaikan Grace Tahir dari Mayapada Group. Ia menilai kekayaan bukan tujuan akhir, melainkan alat untuk menciptakan dampak sosial di bidang pendidikan dan kesehatan.
Bagi Grace, banyak orang mengejar uang lebih dulu baru berpikir dampak. Padahal, katanya, ketika dampak dibangun, keuntungan justru akan mengikuti dengan sendirinya.
Sementara itu, mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan menekankan pentingnya fokus. Ia menyarankan konsistensi minimal sepuluh tahun dalam satu bidang agar keahlian benar-benar matang.
Realita Lapangan dan Mental Pantang Menyerah
Deputy CEO Bluebird Group, Sigit Djokosoetono, menilai pemimpin harus berani turun langsung ke lapangan. Ia bahkan pernah menyamar menjadi sopir taksi demi memahami kondisi operasional nyata.
Menurutnya, pengalaman langsung memberi perspektif yang tak bisa digantikan laporan meja. Realitas lapangan kerap membuka persoalan yang luput dari pengamatan manajemen.
Seorang mentor bisnis juga menekankan kegigihan sebagai kunci utama. Ia mengingatkan bahwa kegagalan bukan akhir, selama seseorang tetap bertahan dan terus mencoba.
Pesan-pesan tersebut memperlihatkan pola yang sama. Teori penting, tetapi keberhasilan nyata lahir dari karakter, konsistensi, keberanian menghadapi risiko, dan kemauan belajar dari pengalaman langsung.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto









Tidak ada komentar:
Posting Komentar