Panduan resmi Kementerian Kesehatan menjelaskan pola makan sehat jantung yang wajib diterapkan untuk mencegah gejala serius penyakit kardiovaskular.
Prinsip Pola Makan untuk Menjaga Jantung
Penyakit jantung berkembang perlahan dan kerap tidak disadari. Tanpa perubahan gaya hidup dan pola makan, penumpukan plak di arteri dapat menghambat aliran darah menuju jantung.
Ketika aliran darah berkurang, gejala seperti nyeri dada dan sesak napas bisa muncul. Dalam kondisi berat, gangguan ini berpotensi berujung serangan jantung atau henti jantung mendadak.
Pedoman kesehatan menekankan pembatasan garam, terutama bagi penderita hipertensi. Asupan karbohidrat berlebih juga perlu dikontrol, khususnya pada individu dengan berat badan berlebih.
Makanan tinggi lemak sebaiknya dibatasi dan diganti sumber protein rendah lemak, seperti ikan segar atau daging tanpa lemak. Konsumsi buah dan sayur dianjurkan karena kaya nutrisi dan rendah kalori.
Makanan olahan tinggi sodium, gula, dan lemak trans perlu dikurangi. Porsi makan juga harus dijaga agar berat badan tetap stabil dan metabolisme tubuh tidak terbebani.
Minuman berkafein dan alkohol disarankan dibatasi. Bumbu terlalu pedas atau merangsang sebaiknya dihindari karena dapat memicu respons tubuh yang tidak stabil.
Daftar Makanan Baik dan Pantangan
Buah serta sayuran menjadi komponen utama diet jantung sehat. Kandungan antioksidan dan serat membantu melindungi pembuluh darah sekaligus menjaga kadar kolesterol tetap terkendali.
Sayuran hijau seperti bayam dan sawi dikenal kaya vitamin serta antioksidan. Buah seperti beri, jeruk, melon, dan pepaya juga dinilai mendukung kesehatan kardiovaskular.
Ikan berlemak, termasuk salmon dan sarden, mengandung omega-3 yang bersifat anti-inflamasi. Nutrisi ini membantu menurunkan risiko gangguan jantung jika dikonsumsi rutin dalam porsi wajar.
Biji-bijian utuh dan kacang menyediakan serat serta lemak baik. Namun karena padat kalori, konsumsinya tetap perlu disesuaikan kebutuhan energi harian.
Sumber lemak sehat seperti minyak zaitun dan alpukat dapat membantu menurunkan kolesterol. Produk susu rendah lemak juga dianjurkan sebagai alternatif lebih aman.
Cokelat hitam dengan kadar kakao minimal 70 persen mengandung flavonoid yang berpotensi melindungi jantung. Konsumsinya disarankan terbatas, maksimal beberapa porsi per minggu.
Bawang putih dikenal mengandung allicin. Riset yang dikutip Healthline menunjukkan ekstraknya dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol.
Studi dari Harvard Medical School dan Brigham and Women's Hospital menemukan konsumsi tahu mingguan berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung.
Sebaliknya, makanan seperti daging merah berlemak, soda, makanan olahan tinggi gula, serta karbohidrat olahan perlu dibatasi. Jenis makanan ini dapat memicu lonjakan gula darah dan meningkatkan risiko kardiovaskular.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar