Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjamin stok ikan nasional aman selama Ramadan hingga Lebaran 2026 dengan kenaikan harga diproyeksi di bawah 1,5 persen.
Pemerintah menyatakan produksi perikanan budidaya meningkat menjelang Ramadan, memberi sinyal kuat pasokan ikan aman dan harga tetap terkendali.
Produksi Naik, Pasokan Dinilai Aman
Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya TB Haeru Rahayu menyatakan optimisme terhadap ketersediaan ikan selama periode puasa hingga Idul Fitri tahun ini. Ia menilai produksi budidaya cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Proyeksi Januari–Maret 2026 menunjukkan tren peningkatan sejumlah komoditas. Kerapu tercatat naik 11,32 persen, sementara lobster tumbuh 12,27 persen meski volumenya masih terbatas," ujar Haeru saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (19/2/2026).
Komoditas lain juga menunjukkan kinerja positif. Produksi nila meningkat 10,24 persen, udang naik 3,63 persen, dan bandeng bertambah 0,84 persen. Secara rata-rata, kenaikan produksi disebut mencapai 19,09 persen.
Namun, tidak semua komoditas mengalami tren serupa. Ikan mas tercatat turun 4,11 persen akibat curah hujan tinggi sepanjang 2025 yang memengaruhi sejumlah sentra produksi.
Haeru mencontohkan kondisi di Karawang yang mengalami curah hujan ekstrem. Dalam situasi tersebut, ikan nila dinilai lebih tahan dibanding jenis lain sehingga produksi tetap terjaga.
Ia menegaskan peningkatan produksi budidaya menjadi faktor kunci stabilitas pasokan. Dengan tren tersebut, pemerintah menilai kebutuhan ikan selama Ramadan hingga Lebaran dapat terpenuhi.
Harga Diproyeksi Stabil
Selain pasokan, KKP juga memantau potensi tekanan harga. Berdasarkan data kementerian, kenaikan harga berbagai jenis ikan diperkirakan relatif rendah.
Rentang kenaikan diproyeksikan hanya sekitar 0,25 hingga 1,39 persen, mulai dari komoditas kerapu hingga papuyu. Angka itu dinilai masih dalam batas wajar dan terkendali.
Haeru menilai data tersebut menjadi indikator bahwa risiko inflasi pangan dari sektor perikanan tidak signifikan. Stabilitas harga dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat selama Ramadan.
Pemerintah menekankan pemantauan distribusi dan produksi tetap dilakukan secara berkala. Langkah ini bertujuan memastikan rantai pasok tidak terganggu hingga periode Lebaran.
Dengan kombinasi produksi meningkat dan harga stabil, KKP optimistis sektor perikanan budidaya mampu menopang kebutuhan konsumsi nasional pada musim permintaan tinggi.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar