Wakil Duta Besar Australia Gita Kamath menyampaikan keynote speaker kerja sama kesehatan Indonesia Australia.
Kementerian PPN/Bappenas bersama Kedutaan Besar Australia melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) resmi meluncurkan Program Kemitraan Indonesia-Australia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT) di Jakarta, Senin (20/7/2026).
Langkah bilateral ini dirancang guna memperkuat tata kelola, meningkatkan kualitas layanan kesehatan primer, serta membangun ketahanan sistem kesehatan yang adaptif di tanah air.
Inisiatif KITA SEHAT mencakup penguatan kapasitas sistem kesehatan manusia dan hewan melalui integrasi lintas sektor. Selain berfokus pada perbaikan layanan dasar, program ini menargetkan pencegahan penyakit sejak dini guna menopang agenda transformasi kesehatan nasional.
Fokus Layanan Primer dan Penanganan Stunting
Sistem kesehatan di kawasan Indo-Pasifik dinilai masih menghadapi tantangan nyata akibat dominasi pola perawatan ketimbang pencegahan. KITA SEHAT hadir untuk mengintervensi kesenjangan kualitas, kapasitas tenaga kerja, hingga integrasi layanan hingga tingkat daerah.
Implementasi program bakal mengandalkan peran aktif pemerintah daerah, khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Barat Daya, dan Jawa Barat. Fokus utama intervensi mencakup integrasi perbaikan gizi dan pencegahan stunting sebagai investasi jangka panjang bagi generasi mendatang.
"Inti dari KITA Sehat ialah komitmen terhadap penguatan pelayanan kesehatan primer, yang merupakan landasan untuk mencapai cakupan kesehatan universal," ujar Gita Kamath, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia.
Sinergi Lintas Sektor dan Pendekatan One Health
Di tengah ancaman perubahan iklim dan darurat kesehatan global, KITA SEHAT menerapkan pendekatan One Health. Strategi ini menyelaraskan interaksi antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan guna mengantisipasi risiko wabah penyakit menular.
Pelaksanaan agenda ini melibatkan kerja sama erat dengan kementerian teknis seperti Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertanian. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa, meliputi UNICEF, WHO, dan UNFPA, turut dilibatkan dalam memperkuat sistem pengawasan serta kesiapsiagaan deteksi dini.
Kemitraan jangka panjang ini diharapkan memacu kesetaraan gender, inklusi sosial, serta ketahanan iklim, sekaligus memperkokoh stabilitas kesehatan di tingkat nasional dan regional.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
#KITASehat #TransformasiKesehatan #Bappenas #IndonesiaAustralia #LayananKesehatanPrimer #OneHealth #CegahStunting #KemenkesRI #KesehatanNasional #BeritaTerkini










Tidak ada komentar:
Posting Komentar