Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu memberikan sambutan program KITA SEHAT kemitraan Indonesia Australia.
Kementerian PPN/Bappenas bersama Kedutaan Besar Australia resmi meluncurkan Program Kemitraan Indonesia-Australia untuk Transformasi Kesehatan (KITA SEHAT) di Jakarta, Senin (20/7/2026). Provinsi Papua Barat Daya ditetapkan sebagai salah satu wilayah prioritas penerima program ini guna mengakselerasi pelayanan kesehatan di daerah terpencil dan kepulauan.
Peluncuran program strategis ini ditujukan untuk memperkuat transformasi sistem kesehatan nasional menuju terwujudnya Health for All. Selain Papua Barat Daya, dua provinsi lain yang memperoleh kesempatan pertama pada tahun ini adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Jawa Barat.
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menegaskan bahwa penunjukan ini menjadi peluang sekaligus tanggung jawab besar bagi provinsi otonomi termuda ke-38 tersebut. Wilayah yang baru berusia tiga tahun ini masih menghadapi tantangan geografis yang kompleks, mulai dari akses transportasi terbatas hingga kesenjangan layanan medis.
"Peluncuran program KITA Sehat hari ini merupakan langkah penting dalam memperkuat transformasi sistem kesehatan Indonesia menuju terwujudnya kesehatan untuk semua (Health for All), sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif sebagaimana diamanatkan dalam RPJMN tahun 2025–2029," ujar Elisa Kambu.
Fokus Pendekatan One Health dan Kesetaraan
Program KITA SEHAT dijadwalkan berlangsung sepanjang periode 2025–2033 dengan dukungan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Australia. Program ini mengusung tiga pilar pendekatan utama: Satu Kesehatan (One Health), ketahanan iklim, serta kesetaraan gender, disabilitas, dan inklusi sosial (GEDSI).
Pendekatan tersebut dinilai sangat relevan dengan karakteristik Papua Barat Daya yang kaya keanekaragaman hayati namun rentan terhadap perubahan iklim.
Komitmen Pemda Tanggulangi Stunting dan Akses Kesehatan
Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen penuh mendukung implementasi program melalui penguatan pelayanan kesehatan primer hingga pelosok. Fokus utama meliputi pencegahan stunting berbasis pangan lokal pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta digitalisasi data kesehatan berbasis bukti (evidence-based).
Pemda juga memberikan perhatian khusus pada pemberdayaan tenaga kesehatan perempuan dan jaminan layanan inklusif bagi penyandang disabilitas, anak, masyarakat adat, serta kelompok rentan.
Elisa Kambu menekankan bahwa transformasi kesehatan membutuhkan perubahan tata kelola dan kolaborasi lintas sektor yang erat agar manfaatnya dapat direplikasi di daerah lain.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto
#KITASehat #PapuaBaratDaya #TransformasiKesehatan #Bappenas #KemitraanIndonesiaAustralia #OneHealth #CegahStunting #ElisaKambu #KesehatanInklusif #BeritaTerbaru










Tidak ada komentar:
Posting Komentar