Pemerintah memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah ditemukan pelanggaran standar kebersihan pada dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta Barat. Temuan tersebut diperoleh Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, saat melakukan inspeksi mendadak di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan.
Dari hasil sidak, ditemukan kondisi dapur yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan, mulai dari tumpukan sampah hingga keberadaan belatung di area pengolahan makanan. Menindaklanjuti temuan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menjatuhkan sanksi penghentian sementara operasional terhadap kedua penyedia layanan makanan tersebut.
“Jadi memang menurut saya itu tidak layak dan itu oleh Kepala BGN langsung direspons, sehingga di-suspend saya lihat itu,” ujar Dudung di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (10/6).
Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Diperluas
Menurut Dudung, langkah tegas tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh penerima manfaat program MBG memperoleh makanan yang sehat, aman, dan bergizi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengungkapkan pengawasan tidak hanya dilakukan di Jakarta. Dalam waktu dekat, pemeriksaan juga akan diperluas ke sejumlah daerah menyusul adanya laporan mengenai ketidaksesuaian standar pelaksanaan program.
“Saya mendengar di Jawa Tengah, di Jawa Barat ada hal-hal yang prosesnya dari mulai penentuan titik sampai kepada proses pembuatan makanan, pengiriman dan sebagainya. Ini tidak sesuai dengan standar,” katanya.
Peringatan untuk Yayasan dan Investor
Selain menyoroti aspek teknis, Dudung juga mengingatkan yayasan maupun investor yang terlibat dalam pengelolaan program MBG agar tidak menjadikan program strategis nasional tersebut semata-mata sebagai sarana mencari keuntungan.
Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana, guna mengantisipasi potensi penyimpangan yang dapat mengganggu kualitas layanan kepada masyarakat.
“Saya sudah komunikasi dengan Pak Dadan agar diantisipasi kepada yayasan maupun investor yang segala rupanya ingin mengambil suatu keuntungan, ini agar betul-betul diwaspadai,” tegasnya.
Menurut Dudung, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak. Karena itu, aspek kebersihan, keamanan pangan, dan pemenuhan gizi harus menjadi prioritas utama.
Kantor Staf Presiden bersama BGN berkomitmen terus melakukan pengawasan dan evaluasi untuk mencegah munculnya risiko kesehatan, termasuk potensi keracunan makanan. Pemerintah berharap seluruh pihak yang terlibat menjalankan program ini dengan integritas demi mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto





























