PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), pengelola jaringan ritel Alfamart, mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,41 triliun, meningkat 8,34 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya sebesar Rp3,14 triliun.
Presiden Direktur AMRT, Anggara Hans Prawira, mengungkapkan capaian tersebut dalam Public Expose yang digelar di Tangerang, Kamis (4/6/2026). Kenaikan laba juga tercermin pada laba per saham dasar yang meningkat menjadi Rp82,16 dari sebelumnya Rp75,81.
Pencapaian positif tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan. Sepanjang 2025, AMRT mencatat pendapatan bersih sebesar Rp126,73 triliun atau naik 7,19 persen dibandingkan Rp118,22 triliun pada 2024. Kinerja AMRT 2025 dan ekspansi gerai luar Jawa menjadi salah satu faktor yang menopang pertumbuhan bisnis perusahaan.
Pendapatan Ditopang Segmen Makanan dan Non-Makanan
Kontributor terbesar pendapatan masih berasal dari segmen makanan yang menghasilkan Rp89,62 triliun, meningkat dibandingkan Rp83,28 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, segmen non-makanan turut mencatat pertumbuhan menjadi Rp37,10 triliun dari Rp34,94 triliun.
Dari sisi wilayah operasional, pendapatan terbesar berasal dari luar Pulau Jawa yang mencapai Rp49,64 triliun. Selanjutnya wilayah Jawa di luar Jabodetabek menyumbang Rp46,69 triliun, sedangkan kawasan Jabodetabek berkontribusi sebesar Rp33,97 triliun.
Meski beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp98,98 triliun dari Rp92,86 triliun, perusahaan tetap mampu meningkatkan laba bruto menjadi Rp27,75 triliun dibandingkan Rp25,36 triliun pada tahun sebelumnya.
Laba Usaha dan Aset Tumbuh
Kenaikan aktivitas operasional turut mendorong beban penjualan dan distribusi menjadi Rp21,96 triliun serta beban umum dan administrasi sebesar Rp2,43 triliun. Namun, peningkatan pendapatan lain-lain menjadi Rp1,33 triliun dan penurunan tipis beban lainnya membantu mendorong laba usaha AMRT menjadi Rp4,56 triliun, naik dari Rp4,07 triliun.
Di sisi keuangan, total aset perseroan hingga akhir 2025 tercatat Rp42,57 triliun, meningkat dari Rp38,79 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp23,19 triliun, sementara ekuitas tumbuh menjadi Rp19,38 triliun.
Ekspansi Gerai Luar Jawa Jadi Fokus
Manajemen menilai pertumbuhan bisnis tetap terjaga meski total belanja kebutuhan pokok nasional hanya tumbuh sekitar 1,9 persen. Kategori makanan masih menjadi penggerak utama dengan pertumbuhan 3,2 persen.
“Dalam lima tahun terakhir terdapat pergeseran pembukaan toko dari wilayah Jabodetabek ke wilayah di luar Pulau Jawa,” ujarnya.
Strategi ekspansi gerai luar Jawa tersebut kini membuat sekitar 36 persen dari total 24.434 gerai Alfamart berada di luar Pulau Jawa. Untuk mendukung distribusi dan ketersediaan barang, perseroan juga mengoptimalkan operasional 58 pusat distribusi atau gudang logistik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan pertumbuhan laba AMRT 2025 yang berkelanjutan serta penguatan jaringan ritel di luar Jawa, perseroan semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu pemain utama industri ritel modern nasional.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto











Tidak ada komentar:
Posting Komentar