PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF) mencatat pendapatan bersih Rp28,82 miliar sepanjang Kuartal I-2026. Angka itu tumbuh 1,3 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp28,45 miliar. Kenaikan laba usaha dan membaiknya margin lapangan golf menjadi penopang utama kinerja emiten berkode GOLF tersebut.
Investor Relation GOLF, Rave memaparkan capaian itu dalam paparan publik di Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026. Di tengah persaingan bisnis leisure dan properti yang makin rapat, perseroan justru memperlihatkan efisiensi operasional yang mulai terasa hasilnya.
Laba Usaha Melonjak, Bisnis Golf Jadi Mesin Utama
Kinerja paling mencolok terlihat pada laba usaha. Pada Kuartal I-2026, laba usaha GOLF melonjak 146,2 persen menjadi Rp3,17 miliar dari sebelumnya Rp1,29 miliar pada 1Q25.
Laba bersih juga naik 20,6 persen menjadi Rp1,59 miliar. Sementara laba kotor tumbuh 5,4 persen menjadi Rp15,35 miliar.
Kenaikan margin itu datang dari bisnis inti lapangan golf dan restoran. Segmen tersebut menyumbang pendapatan Rp24,06 miliar dengan kontribusi terbesar berasal dari golf sebesar 78 persen.
Perseroan juga menikmati kenaikan margin laba kotor dari 50,1 persen menjadi 54,8 persen. Dalam industri wisata, margin seperti ini biasanya menjadi penanda bahwa operasional mulai lebih efisien dan biaya promosi tidak lagi terlalu agresif.
Di Bali, tren wisata golf ikut terdorong pemulihan kunjungan wisatawan asing. Jumlah wisman ke Bali naik dari 1,45 juta orang pada Kuartal I-2025 menjadi 1,47 juta orang pada Kuartal I-2026.
Pelaku industri pariwisata di Bali menyebut wisata golf kini bukan lagi sekadar olahraga kelas premium. “Sekarang tamu bisnis juga banyak yang memperpanjang masa tinggal hanya untuk bermain golf,” ujar seorang pengelola resort di kawasan Jimbaran beberapa waktu lalu.
Proyek Vila dan Hotel Mewah Mulai Didorong
Selain bisnis golf, GOLF mulai agresif memperkuat lini properti dan perhotelan premium. Salah satu proyek yang disiapkan ialah hotel butik mewah Banyan Tree Pecatu Bali di kawasan New Kuta Golf.
Hotel itu akan dibangun di atas lahan 5,1 hektare dengan 70 vila eksklusif. Perseroan menargetkan proyek mulai beroperasi pada kuartal IV 2027.
GOLF juga mengembangkan The Links Golf Villa di Bali dan Belitung. Di Sentul, Jawa Barat, perseroan menggarap proyek hunian Sequoia Hills seluas 76 hektare.
Pada Kuartal I-2026, total aset perseroan tercatat Rp8,69 triliun. Sementara liabilitas naik tipis menjadi Rp672,26 miliar.
Belanja modal atau capex yang sudah direalisasikan mencapai Rp21,67 miliar pada awal tahun ini. Dana itu dipakai untuk pengembangan fasilitas golf, kawasan komersial, dan proyek properti.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar