Upaya transformasi korporasi di lingkungan PLN kembali mendapat perhatian serius pemerintah. Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menggelar pertemuan dengan jajaran direksi PLN di Jakarta, Selasa (2/6) untuk mengevaluasi perkembangan program streamlining PLN Group, realisasi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, serta langkah penguatan sistem kelistrikan pasca gangguan yang sempat terjadi di Sumatera.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari pengawasan transformasi BUMN sektor energi agar tetap sejalan dengan target ketahanan energi nasional, peningkatan efisiensi perusahaan, serta penguatan daya saing industri nasional.
PLN Pangkas Jumlah Entitas untuk Tingkatkan Efisiensi
Dalam pemaparannya, PLN menjelaskan bahwa program streamlining grup usaha terus berjalan melalui konsolidasi, divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, hingga penyederhanaan struktur perusahaan.
Perseroan menargetkan jumlah entitas usaha berkurang dari 44 menjadi 23 entitas pada 2028. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan organisasi yang lebih ramping, memperkuat tata kelola perusahaan, sekaligus meningkatkan efektivitas operasional di seluruh lini bisnis.
“Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan menjadi kunci agar PLN semakin efektif mendukung ketahanan energi nasional,” ujar Dony Oskaria.
Hampir 40 Persen Proyek RUPTL Sudah Masuk Tahap Eksekusi
Selain transformasi korporasi, PLN melaporkan perkembangan implementasi RUPTL 2025-2034. Dari keseluruhan proyek yang direncanakan, sebanyak 1.634 proyek atau mendekati 40 persen telah memasuki tahap pelaksanaan.
Capaian tersebut mencerminkan percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan nasional, mencakup pembangunan pembangkit listrik, jaringan transmisi, hingga gardu induk untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.
Penguatan Sistem Kelistrikan Sumatera
Aspek lain yang menjadi perhatian adalah penguatan sistem kelistrikan di Sumatera setelah terjadinya gangguan pasokan listrik beberapa waktu lalu.
PLN tengah menyiapkan sejumlah proyek strategis, termasuk pembangunan jaringan transmisi tegangan tinggi 500 kV, 275 kV, dan 150 kV, penguatan backbone kelistrikan Sumatera, serta penambahan kapasitas pembangkit di berbagai wilayah.
Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan sistem, memperkuat ketahanan energi nasional, dan mengurangi potensi gangguan pasokan listrik di masa mendatang. Melalui percepatan transformasi bisnis, implementasi RUPTL, dan pembangunan infrastruktur strategis, PLN diharapkan semakin siap mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, serta agenda transisi energi Indonesia.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar