PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) membukukan kinerja keuangan Kuartal I 2026 yang tetap solid dengan mencatatkan pertumbuhan laba bersih di tengah penurunan pendapatan usaha. Perseroan berhasil menjaga profitabilitas melalui strategi efisiensi operasional, selektivitas proyek, serta pengelolaan keuangan yang lebih disiplin.
Berdasarkan laporan kinerja periode Januari-Maret 2026, BDKR membukukan pendapatan sebesar Rp97,60 miliar, turun 9,40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp107,72 miliar. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh faktor timing pengakuan pendapatan proyek yang lazim terjadi dalam industri konstruksi.
Direktur Operasional BDKR, Tan Franciscus, dalam Public Expose di Jakarta, Jumat (12/6/2026), menegaskan bahwa koreksi pendapatan tersebut tidak mencerminkan pelemahan fundamental bisnis Perseroan.
Proyek Marine dan Infrastruktur Jadi Penopang Kinerja
Meski pendapatan mengalami penyesuaian, aktivitas operasional Perseroan tetap terjaga melalui sejumlah proyek strategis yang tengah berjalan. Kontribusi utama berasal dari segmen marine dan infrastruktur, termasuk proyek maintenance PLTB Tolo di Sulawesi Selatan, Terminal Kalibaru Tahap 1B, pembangunan jetty multipurpose di Wanam, Merauke, serta terminal LPG di Tuban, Jawa Timur.
Portofolio proyek tersebut memperkuat posisi BDKR sebagai kontraktor spesialis di bidang pondasi, perbaikan tanah, konstruksi marine, dan heavy lift. Fokus pada proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi dinilai mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga margin keuntungan Perseroan.
Profitabilitas dan Struktur Keuangan Semakin Kuat
Peningkatan kualitas laba tercermin dari margin laba bruto yang naik menjadi 43,31% dibandingkan 41,61% pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp4,93 miliar atau meningkat 7,55% secara tahunan.
Perbaikan juga terlihat pada margin laba bersih yang meningkat menjadi 5,05%, menunjukkan efisiensi operasional yang berlangsung hingga level bottom line.
Di sisi lain, Perseroan berhasil menurunkan beban bunga sebesar 45,37% sebagai bagian dari strategi optimalisasi struktur pendanaan. Langkah tersebut turut memperkuat kualitas laba dan fleksibilitas keuangan perusahaan.
“Kami melihat hasil kuartal pertama ini sebagai bukti bahwa langkah efisiensi dan pengelolaan keuangan yang kami lakukan mulai memberikan hasil yang nyata. Fokus kami bukan hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas kinerja yang berkelanjutan,” ujar Tan Franciscus.
Dengan kombinasi efisiensi operasional, penguatan struktur keuangan, dan portofolio proyek bernilai tinggi, BDKR menunjukkan kemampuan menjaga pertumbuhan laba berkualitas di tengah dinamika industri konstruksi yang masih menantang.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar