PT Indo American Seafoods Tbk (ISEA) membukukan pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang Tahun Buku 2025. Perseroan berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp564,2 miliar atau meningkat 74,9 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp322,6 miliar.
Direktur Utama ISEA, Ibnu Syena Alfitra, mengungkapkan capaian tersebut dalam Public Expose yang digelar di Jakarta, Senin (8/6/2026). Menurutnya, peningkatan kinerja ISEA 2025 ditopang oleh pertumbuhan ekspor, efisiensi operasional, serta optimalisasi fasilitas produksi dan penyimpanan.
Pendapatan dan Laba Tumbuh Signifikan
Selain kenaikan pendapatan, perseroan juga mencatat laba kotor sebesar Rp111,9 miliar atau meningkat sekitar 48 persen dibandingkan Rp75,6 miliar pada 2024.
Lonjakan paling mencolok terjadi pada laba bersih yang mencapai Rp5,27 miliar. Angka tersebut melonjak sekitar 1.406 persen dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang hanya Rp348 juta.
"Kinerja positif ini didukung oleh peningkatan margin usaha, efisiensi biaya, dan optimalisasi kapasitas operasional perusahaan," ujar Ibnu Syena Alfitra dalam paparannya.
Ekspor AS dan Jepang Jadi Motor Pertumbuhan
Perseroan menyebut peningkatan volume ekspor menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan. Pasar Amerika Serikat dan Jepang masih menjadi kontributor terbesar terhadap penjualan perusahaan.
ISEA saat ini didukung kapasitas pengolahan mencapai 70 ton per hari serta fasilitas cold storage berkapasitas 2.700 ton. Meningkatnya permintaan pasar global terhadap produk perikanan turut memperkuat kinerja operasional sepanjang tahun.
Efisiensi dan Margin Jadi Kunci
Manajemen menjelaskan bahwa pertumbuhan laba ditopang oleh beberapa faktor utama, yakni perbaikan harga jual, bauran produk yang lebih menguntungkan, serta pengendalian biaya produksi.
Selain itu, efisiensi biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead berhasil dilakukan melalui optimalisasi proses produksi dan pemanfaatan sumber daya secara lebih efektif. Perseroan juga meningkatkan utilisasi fasilitas produksi dan penyimpanan guna menekan biaya tetap per unit.
Struktur Keuangan Makin Solid
Dari sisi neraca, total aset ISEA meningkat menjadi Rp803,6 miliar dari Rp795,2 miliar pada tahun sebelumnya. Total ekuitas naik menjadi Rp184,6 miliar, sementara total liabilitas turun 1,9 persen menjadi Rp251,3 miliar.
Ke depan, perusahaan akan fokus memperluas pasar ekspor, menjaga profitabilitas, mengoptimalkan kapasitas produksi, memperkuat operasional, serta melanjutkan program efisiensi biaya.
Disisi lain, Perseroan juga menempatkan peningkatan kualitas produk, penguatan sertifikasi internasional, dan penyesuaian produk sesuai kebutuhan pasar ekspor sebagai prioritas pengembangan bisnis berkelanjutan.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto











Tidak ada komentar:
Posting Komentar