PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI) mencatatkan kinerja yang beragam sepanjang 2025. Di satu sisi, emiten penyedia jasa sewa alat berat ini berhasil meningkatkan pendapatan tahunan. Namun di sisi lain, tekanan pada profitabilitas membuat perseroan berbalik mencatat rugi bersih sebesar Rp1,4 miliar.
Direktur WIDI, Budiman S. Silaban, menyampaikan bahwa perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp16 miliar sepanjang 2025. Angka tersebut tumbuh dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya yang mencapai Rp15,1 miliar.
Meski demikian, pertumbuhan pendapatan belum mampu menopang laba perusahaan. WIDI yang pada 2024 masih mencetak laba bersih Rp500,3 juta, kini harus menanggung rugi bersih sebesar Rp1,4 miliar. Rugi bersih per saham tercatat sebesar Rp0,86 per lembar.
"Kinerja perseroan sepanjang 2025 menghadapi tantangan yang berdampak terhadap profitabilitas," ujar Budiman dalam Public Expose di Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Profitabilitas Mengalami Tekanan
Tekanan kinerja terlihat dari penurunan laba kotor perusahaan. Sepanjang 2025, WIDI membukukan laba kotor sebesar Rp2,8 miliar, turun signifikan dibandingkan Rp5,4 miliar pada tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut membuat margin laba kotor atau gross margin berada di level 17,5 persen. Sementara itu, EBITDA tercatat sebesar Rp4,4 miliar dengan EBITDA margin 27,5 persen, lebih rendah dibandingkan capaian 2024 yang mencapai Rp6 miliar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan pendapatan belum mampu mengimbangi peningkatan biaya operasional dan tekanan pada efisiensi usaha.
Strategi WIDI Dongkrak Kinerja
Untuk memperbaiki kinerja ke depan, WIDI telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Perseroan akan menambah variasi armada alat berat sekaligus melakukan pembaruan terhadap unit-unit yang telah beroperasi.
Selain itu, perusahaan berfokus memperluas bisnis heavy lifting services, mengembangkan layanan alat berat lainnya, serta meningkatkan kemampuan mobilisasi dan demobilisasi secara mandiri.
Fokus Efisiensi dan Loyalitas Pelanggan
Manajemen juga menargetkan peningkatan standar keselamatan kerja sebagai bagian dari penguatan operasional. Di sisi lain, program customer maintenance akan terus dijalankan guna menjaga kepuasan dan loyalitas pelanggan.
WIDI optimistis langkah-langkah tersebut dapat meningkatkan efisiensi biaya, memperluas sumber pendapatan, serta mendukung perbaikan kinerja perseroan pada periode mendatang di tengah persaingan industri alat berat yang semakin ketat.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar