PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) membukukan kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025. Perseroan berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan dan lonjakan laba bersih di tengah upaya peningkatan efisiensi operasional. Kinerja keuangan MIDI 2025 dan prospek bisnis 2026 menjadi sorotan setelah perusahaan menunjukkan pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan penjualannya.
Corporate Secretary MIDI, Suantopo Po, menyampaikan dalam Public Expose di Tangerang, Kamis (4/6/2026), bahwa pendapatan bersih perseroan sepanjang 2025 mencapai Rp20,64 triliun. Angka tersebut meningkat 3,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp19,89 triliun.
Efisiensi Operasional Dorong Lonjakan Laba
Pertumbuhan pendapatan turut mengangkat laba bruto MIDI menjadi Rp5,39 triliun pada 2025, naik dari Rp5,23 triliun pada tahun sebelumnya. Di sisi lain, beban pokok pendapatan meningkat menjadi Rp15,25 triliun dari Rp14,66 triliun.
Meski menghadapi kenaikan biaya pokok, perusahaan berhasil menekan sejumlah beban operasional. Beban penjualan dan distribusi turun menjadi Rp4,18 triliun dari Rp4,23 triliun. Sementara itu, beban umum dan administrasi menyusut menjadi Rp447,97 miliar dibandingkan Rp487,83 miliar pada 2024.
Efisiensi tersebut berdampak signifikan terhadap profitabilitas. Laba usaha MIDI melonjak 34,60 persen secara tahunan menjadi Rp967,99 miliar, dibandingkan Rp719,17 miliar pada periode sebelumnya.
Setelah memperhitungkan berbagai penghasilan dan beban lainnya, laba sebelum pajak tercatat Rp927,06 miliar, meningkat dari Rp658,28 miliar. Adapun laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp792,36 miliar atau tumbuh 45,01 persen dari Rp546,41 miliar pada 2024.
Strategi Bisnis MIDI Tahun 2026
Memasuki 2026, perseroan fokus memperkuat posisinya sebagai peritel multi-format melalui jaringan Alfamidi, Alfamidi Super, dan Midi Fresh. Perusahaan juga akan meningkatkan kualitas layanan pelanggan serta mengoptimalkan kanal belanja digital melalui aplikasi Midi Kriing dan berbagai platform lainnya.
Di sektor merchandising, MIDI berupaya memperluas kelengkapan produk guna memaksimalkan area penjualan sekaligus menjaga margin dengan harga yang kompetitif. Sementara itu, strategi pemasaran komprehensif tetap dilanjutkan untuk memperkuat daya saing bisnis.
Kinerja Kuartal I 2026 Tetap Bertumbuh
Hingga 31 Maret 2026, jumlah gerai MIDI mencapai 2.627 unit, bertambah 40 gerai dibandingkan akhir 2025. Rinciannya terdiri dari 2.541 gerai Alfamidi, 82 gerai Alfamidi Super, dan empat gerai Midi Fresh.
Pada kuartal I 2026, pendapatan neto perseroan mencapai Rp5,88 triliun, naik 6,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp5,52 triliun. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga meningkat 39,50 persen menjadi Rp265,57 miliar dari Rp190,37 miliar.
Kinerja positif tersebut memperlihatkan bahwa strategi efisiensi dan penguatan format bisnis yang dijalankan perusahaan mulai memberikan hasil yang berkelanjutan, sekaligus menjadi fondasi bagi pertumbuhan MIDI sepanjang 2026.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto











Tidak ada komentar:
Posting Komentar