Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menggelar gerakan tanam serentak komoditas perkebunan di 30 kabupaten yang tersebar pada 12 provinsi, Rabu (3/6/2026). Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah mempercepat swasembada pangan sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional berbasis sektor perkebunan.
Pelaksanaan utama kegiatan dipusatkan di Kelompok Tani Bungur Tani, Desa Pasir Bungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Gerakan tersebut mencakup empat komoditas unggulan, yakni tebu, kopi, kakao, dan kelapa yang dinilai memiliki kontribusi penting terhadap ketahanan pangan, energi, serta peningkatan kesejahteraan petani.
Tebu Jadi Prioritas Swasembada Gula Nasional
Menteri Pertanian menegaskan pengembangan tebu menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
“Kita tidak boleh terus bergantung pada impor gula. Indonesia memiliki lahan, sumber daya manusia, dan semangat yang kuat untuk mencapai swasembada. Tanam serentak ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong peningkatan produksi nasional,” ujar Amran.
Ia meminta seluruh pemangku kepentingan, baik di tingkat pusat maupun daerah, memastikan lahan yang telah dialokasikan dapat ditanami secara optimal dan dipantau perkembangannya secara berkelanjutan.
Pengembangan Tebu Capai Hampir 98 Ribu Hektare
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan mengatakan pemerintah terus meningkatkan produktivitas komoditas perkebunan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan daya saing sektor perkebunan nasional.
Pada Tahun Anggaran 2026, Ditjen Perkebunan mengalokasikan pengembangan kawasan tebu nasional seluas 97.970 hektare. Jawa Barat memperoleh alokasi 8.000 hektare, sementara Kabupaten Subang mendapatkan porsi 2.013 hektare yang terdiri dari program bongkar ratoon seluas 1.763 hektare dan perluasan lahan baru 250 hektare.
Subang Jadi Kawasan Strategis Pengembangan Tebu
Kabupaten Subang dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung peningkatan produksi gula nasional. Saat ini, wilayah tersebut memiliki areal tebu eksisting sekitar 3.595 hektare.
Dalam program pengembangan terbaru, setiap hektare lahan memperoleh dukungan benih sebanyak 60.000 mata tunas dan bantuan operasional setara 40 Hari Orang Kerja (HOK). Varietas tebu PSJT 941 yang digunakan memiliki potensi produksi mencapai 98,4 ton per hektare dengan rendemen gula hingga 9,64 persen.
Penanaman perdana pada gerakan tanam serentak dilakukan di lahan seluas 4,9 hektare sebagai bagian dari perluasan areal tebu baru seluas 250 hektare. Program ini diharapkan memperkuat kemitraan petani dengan dan sekaligus meningkatkan produksi gula nasional.
Kementan berharap sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pekebun dapat menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan swasembada gula serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar