PT Intra GolfLink Resorts Tbk (GOLF) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp10,36 miliar atau 20 persen dari laba bersih tahun buku 2025 setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Perseroan juga menyiapkan sebagian laba untuk memperkuat cadangan dan mendukung ekspansi bisnis golf, properti, serta pariwisata terintegrasi di Bali, Sentul, dan Belitung.
Keputusan tersebut menjadi salah satu agenda utama RUPST yang digelar di Jakarta, Selasa (2/6/2026). Berdasarkan hasil rapat, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp51,81 miliar. Selain dividen, sebesar Rp15,54 miliar atau 30 persen dialokasikan sebagai cadangan wajib, sedangkan Rp25,90 miliar atau 50 persen ditempatkan sebagai cadangan lainnya untuk memperkuat struktur permodalan.
Ravenal Arvense selaku Investor Relation GOLF menjelaskan bahwa perseroan juga melaporkan perkembangan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Dari perolehan bersih IPO sebesar Rp371,28 miliar, realisasi penggunaan dana hingga periode pelaporan telah mencapai Rp211,88 miliar. Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan belanja modal dan modal kerja, sementara sisa dana sebesar Rp159,39 miliar masih dikelola untuk mendukung pengembangan bisnis.
Kinerja GOLF Tumbuh Sepanjang 2025
Sepanjang tahun buku 2025, GOLF mencatat pendapatan bersih Rp215,5 miliar atau meningkat 8,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp198 miliar. Pertumbuhan ditopang oleh peningkatan kinerja lapangan golf, terutama New Kuta Golf Bali, serta kontribusi segmen properti melalui serah terima unit The Links Golf Villa dan pengembangan kawasan Sequoia Hills di Sentul.
Perseroan juga membukukan laba bersih Rp51,8 miliar di tengah peningkatan investasi pada sejumlah proyek strategis. Pada kuartal I 2026, tren pertumbuhan masih berlanjut dengan pendapatan mencapai Rp28,82 miliar, naik 1,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba usaha melonjak 146,16 persen menjadi Rp3,18 miliar, sementara laba bersih tumbuh 20,60 persen menjadi Rp1,60 miliar.
Strategi Ekspansi Bali, Sentul, dan Belitung
Manajemen menargetkan pertumbuhan pendapatan lebih dari 10 persen pada 2026 dengan menjaga margin laba bersih di atas 20 persen. Strategi tersebut didukung pengembangan proyek Banyan Tree Pecatu Resorts di Bali yang diharapkan memperkuat posisi kawasan New Kuta Golf sebagai destinasi wisata premium.
Selain itu, GOLF tengah mempercepat pembangunan fasilitas komersial baru, clubhouse, venue acara, serta pengembangan kawasan Black Rocks Golf & Leisure di Belitung. Perseroan juga melanjutkan pengembangan proyek properti di Sentul guna menjaga kontribusi pendapatan dari sektor real estate.
Senada, Komisaris Utama GOLF, Darma Mangkuluhur Hutomo, mengatakan visi perseroan adalah membangun ekosistem golf dan pariwisata terintegrasi di Indonesia. “Portofolio kami yang mencakup lapangan golf berstandar internasional, fasilitas leisure, serta pengembangan properti terintegrasi di Bali, Sentul, dan Belitung akan memperkuat posisi perseroan sebagai destinasi berskala global,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama GOLF, Dwi Febri Astuti, menambahkan bahwa fokus perusahaan saat ini adalah mempercepat penyelesaian proyek strategis dan mengoptimalkan sumber pendapatan baru. Menurut dia, langkah tersebut menjadi fondasi untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar