Satu - Satunya Tampil Beda, Koran Politik Paling Berani Mengkritik Terpanas dan Perang Terhadap Koruptor, Narkoba, Teroris Musuh Rakyat ~~~~~>>>>> Kami Menerima Artikel, Opini, Berita Kegiatan, Iklan Pariwara dapat mengirimkannya melalui email dutanusantaramerdeka@yahoo.co.id

Festival Film Horor Soroti Persaingan Bioskop dan Platform Streaming


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Strategi distribusi film horor Indonesia menjadi sorotan dalam diskusi bertajuk "Distribusi dan Peredaran Film: Horor yang Ngeri-Ngeri Sedap" yang digelar dalam rangka Festival Film Horor (FF Horor) di Jakarta, Sabtu (13/6/2026). Forum bulanan tersebut menghadirkan pelaku industri perfilman untuk membahas tantangan, peluang, hingga perubahan pola distribusi film di tengah berkembangnya platform digital.

Diskusi menyoroti bagaimana film horor tidak hanya dipandang sebagai karya seni, tetapi juga sebagai produk industri yang harus mampu bersaing di pasar hiburan. Selain membahas tren perpaduan genre horor dan komedi, para pembicara juga mengulas strategi agar film dapat menjangkau penonton secara optimal melalui jaringan bioskop maupun layanan streaming.

Film Horor Harus Diposisikan sebagai Produk Industri

Produser film Riko Michael menegaskan bahwa pelaku industri perlu memahami perbedaan antara film sebagai karya festival dan film yang ditujukan untuk pasar komersial.

"Film itu pada akhirnya adalah bisnis. Kalau kita berbicara masuk ke bioskop, maka yang ditawarkan adalah produk komersial. Sementara di festival, film merupakan karya seni," ujar Riko dalam diskusi tersebut.

Menurut dia, keberhasilan distribusi tidak hanya ditentukan kualitas cerita, tetapi juga strategi pemasaran yang kini semakin bergantung pada kekuatan media sosial. Karena itu, rumah produksi harus memahami karakter pasar sebelum menentukan jalur distribusi.

Riko juga menjelaskan bahwa bioskop pada dasarnya merupakan mitra bisnis yang memiliki pertimbangan komersial dalam menentukan film yang akan ditayangkan. Pendapatan dari tiket, kata dia, umumnya dibagi antara pengelola bioskop dan produsen film setelah dikurangi pajak.

OTT Menjadi Sumber Pendapatan Alternatif

Selain bioskop, platform over-the-top (OTT) seperti Netflix dinilai semakin penting dalam ekosistem industri film Indonesia. Namun, Riko menegaskan bahwa kerja sama dengan platform streaming memiliki skema bisnis yang berbeda dibandingkan bioskop.

"Kalau Netflix sifatnya putus. Mereka membeli hak tayang dalam periode tertentu dan tidak bergantung pada jumlah penonton yang menyaksikan film tersebut," katanya.

Ia menambahkan bahwa platform global menerapkan standar produksi yang tinggi, mulai dari penggunaan kamera profesional, kualitas gambar hingga pengawasan kreatif selama proses produksi.

Peluang dan Tantangan Perfilman Nasional

Diskusi juga menghadirkan Toto Sugriwo dari Lembaga Sensor Film Republik Indonesia yang turut memberikan pandangan mengenai perkembangan industri perfilman nasional.

Para peserta sepakat bahwa perkembangan layanan streaming telah membuka peluang distribusi yang lebih luas bagi film Indonesia. Namun, di saat yang sama, rumah produksi dituntut meningkatkan kualitas produksi agar mampu bersaing di pasar global.

Melalui forum Festival Film Horor, pelaku industri berharap lahir strategi distribusi film horor Indonesia yang lebih adaptif sehingga karya sineas nasional dapat menjangkau penonton yang lebih luas, baik melalui jaringan bioskop maupun platform digital internasional.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Waspadai Transaksi yang Undang Perhatian Petugas Pajak


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Kepatuhan administrasi perpajakan menjadi faktor penting yang dapat menentukan apakah suatu wajib pajak akan mendapat perhatian lebih dari otoritas pajak. Meski tidak semua transaksi otomatis berujung pada pemeriksaan, terdapat sejumlah pola yang kerap menjadi fokus pengawasan karena dinilai berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian dalam pelaporan pajak.

Praktisi perpajakan menilai, transaksi yang mengundang perhatian petugas pajak umumnya berkaitan dengan perbedaan data, kurangnya dokumen pendukung, hingga ketidaksesuaian antara laporan keuangan dan laporan perpajakan yang disampaikan wajib pajak.

Transaksi dengan Bukti Pajak Tidak Lengkap Jadi Sorotan

Salah satu transaksi yang sering menjadi perhatian adalah pembayaran honorarium, sewa, atau jasa yang tidak disertai pemotongan Pajak Penghasilan (PPh) sesuai ketentuan. Kondisi tersebut berpotensi memunculkan pertanyaan dari fiskus karena kewajiban pemotongan pajak merupakan bagian penting dalam administrasi perpajakan.

Selain itu, perusahaan dengan omzet besar namun melaporkan PPh Pasal 29 dalam jumlah relatif kecil juga berpotensi menjadi objek klarifikasi. Otoritas pajak umumnya akan menelaah apakah struktur biaya yang dilaporkan benar-benar mencerminkan kondisi usaha yang sebenarnya.

Ketidaksesuaian Data dan Lonjakan Biaya Perlu Penjelasan

Penggunaan akun biaya "lain-lain" dalam jumlah signifikan tanpa rincian yang memadai juga dapat memicu permintaan penjelasan. Transparansi pencatatan menjadi aspek penting agar seluruh pengeluaran dapat dipertanggungjawabkan.

Hal serupa berlaku ketika laporan keuangan komersial tidak selaras dengan laporan pajak, sementara wajib pajak tidak menyertakan rekonsiliasi atau ekualisasi yang memadai. Dalam kondisi tertentu, otoritas pajak dapat menerbitkan Surat Permintaan Penjelasan atas Data dan/atau Keterangan (SP2DK) untuk meminta klarifikasi.

Petugas pajak juga cenderung mencermati lonjakan biaya operasional yang tidak sejalan dengan pertumbuhan pendapatan. Apabila terjadi kenaikan biaya yang signifikan sementara omzet relatif stagnan, wajib pajak perlu memiliki dokumentasi dan penjelasan yang kuat.

Respons Cepat terhadap SP2DK Sangat Penting

Transaksi tunai dalam nominal besar yang terjadi berulang kali tanpa dokumen pendukung turut menjadi perhatian karena dinilai memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, seluruh transaksi sebaiknya didukung bukti administrasi yang lengkap.

Di sisi lain, wajib pajak yang menerima SP2DK disarankan segera memberikan tanggapan. Komunikasi yang baik dengan Account Representative (AR) dapat membantu proses klarifikasi berjalan lebih efektif serta meminimalkan potensi sengketa di kemudian hari.

Memahami transaksi yang mengundang perhatian petugas pajak menjadi langkah penting untuk meningkatkan kepatuhan dan mengurangi risiko permasalahan perpajakan di masa mendatang.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kodam XIX dan PELTI Riau Gelar Friendly Match Tenis di Pekanbaru


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Friendly match tenis Kodam XIX dan PELTI Riau berlangsung penuh semangat dan kebersamaan di Lapangan Tenis Makodam XIX Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti langsung Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., C.H.R.M.P. bersama jajaran Persatuan Lawn Tennis Indonesia (PELTI) Provinsi Riau sebagai upaya memperkuat sinergi dalam pembinaan olahraga tenis di daerah.

Pertandingan persahabatan yang dimulai pukul 07.00 WIB itu turut dihadiri para Pejabat Utama Kodam XIX Tuanku Tambusai, Ketua Umum PELTI Provinsi Riau H. Ravi, Sekretaris Umum PELTI Provinsi Riau Iwan Daulay, serta pengurus dan atlet dari kedua institusi.

Pertandingan Berlangsung Kompetitif dan Penuh Sportivitas

Sejak laga dimulai, para peserta menampilkan permainan yang atraktif. Reli-reli panjang dan sejumlah pukulan akurat menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta maupun tamu undangan yang menyaksikan pertandingan dari sekitar lapangan.

Meski berstatus pertandingan persahabatan, atmosfer kompetitif tetap terasa. Para pemain menunjukkan semangat juang tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai sportivitas yang menjadi ruh utama olahraga.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana membangun komunikasi yang lebih erat antara TNI dan komunitas olahraga di Provinsi Riau.

Kodam XIX dan PELTI Riau Perkuat Kolaborasi Pembinaan Atlet

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo menegaskan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam memperkuat kebersamaan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun hubungan yang semakin erat dengan seluruh pemangku kepentingan olahraga di Riau. Tenis bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga media untuk memperkuat sinergi, kebersamaan, dan semangat berprestasi,” ujar Agus Hadi Waluyo.

Senada dengan itu, Ketua Umum PELTI Provinsi Riau H. Ravi menyampaikan apresiasinya atas dukungan Kodam XIX terhadap perkembangan olahraga tenis di wilayah tersebut.

“Kolaborasi seperti ini sangat positif bagi pembinaan atlet dan kemajuan tenis Riau. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan di masa mendatang,” katanya.

Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti sesi ramah tamah dan foto bersama. Momentum tersebut menjadi simbol komitmen bersama antara Kodam XIX Tuanku Tambusai dan PELTI Riau untuk terus mendorong pembinaan atlet tenis, memperkuat ekosistem olahraga daerah, serta melahirkan prestasi yang mampu mengharumkan nama Riau di tingkat nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Menhan Tekankan Profesionalisme dalam Tata Kelola Pertahanan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, menegaskan pentingnya penguatan sinergi, disiplin, dan profesionalisme di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan) saat memberikan pengarahan kepada pejabat Eselon I dan II di Kantor Kemhan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan yang diikuti seluruh pejabat Eselon I dan II tersebut menjadi bagian dari upaya menyamakan visi, arah kebijakan, serta memperkuat komitmen organisasi dalam mendukung pelaksanaan tugas strategis Kementerian Pertahanan. 

Dalam arahannya, Menhan menekankan bahwa tantangan sektor pertahanan terus berkembang dan menuntut kesiapan seluruh jajaran untuk bekerja secara profesional serta berorientasi pada kepentingan nasional.

Menhan Tekankan Tanggung Jawab dan Loyalitas

Sjafrie mengingatkan bahwa setiap pejabat Kemhan memegang peran penting dalam mendukung berbagai program dan kebijakan pemerintah di bidang pertahanan. Karena itu, amanah jabatan harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, dan dedikasi tinggi.

Menurut Menhan, berbagai agenda yang dijalankan Kementerian Pertahanan merupakan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat ketahanan negara sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional. Oleh sebab itu, seluruh pejabat diharapkan mampu menjaga kualitas kinerja serta meningkatkan koordinasi antarunit kerja.

“Berbagai program dan kebijakan yang dijalankan Kemhan merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian kepentingan nasional serta agenda strategis pemerintah,” tegas Sjafrie dalam arahannya.

Pentingnya Disiplin dan Kebersamaan

Dalam kesempatan tersebut, Menhan juga menyoroti pentingnya menjaga kekompakan organisasi di tengah dinamika lingkungan strategis yang terus berubah. Ia meminta seluruh jajaran tetap mengedepankan semangat kebersamaan, disiplin, dan kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan pertahanan nasional.

Selain itu, Sjafrie menegaskan bahwa setiap kebijakan dan keputusan yang diambil harus berlandaskan konstitusi serta kepentingan bangsa dan negara. Prinsip tersebut dinilai penting untuk memastikan tata kelola pemerintahan berjalan secara akuntabel dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Perkuat Nasionalisme dan Profesionalisme

Menhan turut mengingatkan pentingnya menanamkan nilai nasionalisme, patriotisme, dan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas. Nilai-nilai tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam membangun institusi pertahanan yang kuat dan adaptif.

Melalui pengarahan ini, Kemhan berharap sinergi dan koordinasi antarpejabat semakin solid sehingga mampu mendukung terwujudnya sistem pertahanan negara yang tangguh, modern, dan siap menghadapi berbagai tantangan strategis di masa depan.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Dudung Temukan Dapur MBG Kotor, BGN Langsung Bertindak


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Pemerintah memperketat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah ditemukan pelanggaran standar kebersihan pada dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jakarta Barat. Temuan tersebut diperoleh Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, saat melakukan inspeksi mendadak di kawasan Kebon Jeruk dan Grogol Petamburan.

Dari hasil sidak, ditemukan kondisi dapur yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan, mulai dari tumpukan sampah hingga keberadaan belatung di area pengolahan makanan. Menindaklanjuti temuan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung menjatuhkan sanksi penghentian sementara operasional terhadap kedua penyedia layanan makanan tersebut.

“Jadi memang menurut saya itu tidak layak dan itu oleh Kepala BGN langsung direspons, sehingga di-suspend saya lihat itu,” ujar Dudung di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (10/6).

Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Diperluas

Menurut Dudung, langkah tegas tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan seluruh penerima manfaat program MBG memperoleh makanan yang sehat, aman, dan bergizi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengungkapkan pengawasan tidak hanya dilakukan di Jakarta. Dalam waktu dekat, pemeriksaan juga akan diperluas ke sejumlah daerah menyusul adanya laporan mengenai ketidaksesuaian standar pelaksanaan program.

“Saya mendengar di Jawa Tengah, di Jawa Barat ada hal-hal yang prosesnya dari mulai penentuan titik sampai kepada proses pembuatan makanan, pengiriman dan sebagainya. Ini tidak sesuai dengan standar,” katanya.

Peringatan untuk Yayasan dan Investor

Selain menyoroti aspek teknis, Dudung juga mengingatkan yayasan maupun investor yang terlibat dalam pengelolaan program MBG agar tidak menjadikan program strategis nasional tersebut semata-mata sebagai sarana mencari keuntungan.

Ia mengaku telah berkoordinasi langsung dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana, guna mengantisipasi potensi penyimpangan yang dapat mengganggu kualitas layanan kepada masyarakat.

“Saya sudah komunikasi dengan Pak Dadan agar diantisipasi kepada yayasan maupun investor yang segala rupanya ingin mengambil suatu keuntungan, ini agar betul-betul diwaspadai,” tegasnya.

Menurut Dudung, keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak. Karena itu, aspek kebersihan, keamanan pangan, dan pemenuhan gizi harus menjadi prioritas utama.

Kantor Staf Presiden bersama BGN berkomitmen terus melakukan pengawasan dan evaluasi untuk mencegah munculnya risiko kesehatan, termasuk potensi keracunan makanan. Pemerintah berharap seluruh pihak yang terlibat menjalankan program ini dengan integritas demi mendukung tumbuh kembang generasi penerus bangsa.

Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto 


Share:

Mahkamah Agung Gelar Kejurnas PTWP 2026 dengan Semangat Integritas


Duta Nusantara Merdeka | Malang
Kejuaraan Nasional Persatuan Tenis Warga Peradilan (PTWP) Tahun 2026 resmi digelar pada 12–16 Juni 2026 dengan mengusung tema “Bersatu Bangkit Bersama Menjaga Integritas dan Sportivitas”. Ajang yang melibatkan insan peradilan dari berbagai daerah di Indonesia tersebut tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas, integritas, dan pembinaan sumber daya manusia di lingkungan peradilan.

Ketua Panitia Pusat Kejurnas PTWP 2026, Prof. Yanto, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan tahun ini diikuti 71 kontingen dari berbagai satuan kerja peradilan di seluruh Indonesia. Tingginya jumlah peserta dinilai mencerminkan semangat kebersamaan dan komitmen warga peradilan dalam membangun budaya organisasi yang sehat melalui olahraga.

“Kejurnas PTWP 2026 tidak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga wadah mempererat persaudaraan dan memperkuat karakter warga peradilan,” ujar Prof. Yanto.

Partisipasi PPPK Perkuat Regenerasi Atlet

Dalam upaya menyiapkan regenerasi atlet tenis di lingkungan peradilan, panitia memberikan kesempatan kepada 55 atlet dari kalangan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk ambil bagian dalam kompetisi. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat kesinambungan pembinaan atlet sekaligus meningkatkan kualitas persaingan pada masa mendatang.

Penyelenggara juga menyiapkan 10 venue pertandingan yang tersebar di wilayah Kota Malang dan Kabupaten Malang. Seluruh rangkaian pertandingan dapat diakses melalui layanan siaran langsung berbasis digital sehingga warga peradilan di berbagai daerah tetap dapat mengikuti jalannya kompetisi secara real time.

Menjaga Profesionalisme dan Independensi

Selain fokus pada aspek kompetisi, panitia turut memberikan perlindungan asuransi kepada seluruh peserta sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan dan kenyamanan selama kejuaraan berlangsung.

Menurut Prof. Yanto, Kejurnas PTWP 2026 juga dirangkaikan dengan agenda pembinaan yang diselenggarakan Mahkamah Agung Republik Indonesia. Karena itu, kegiatan ini menjadi media untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat karakter, serta mempererat hubungan antarsesama warga peradilan.

Ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan diselenggarakan dengan prinsip kemandirian dan kesederhanaan. Pembiayaan kejuaraan sepenuhnya berasal dari iuran PTWP Pusat tanpa dukungan sponsor eksternal.

Melalui Kejurnas PTWP 2026, Mahkamah Agung berharap semangat persatuan, integritas, dan sportivitas terus tumbuh di lingkungan peradilan. Selain melahirkan atlet-atlet potensial, kejuaraan ini juga diharapkan memperkuat sinergi dan profesionalisme insan peradilan Indonesia dalam menjalankan tugas pelayanan hukum kepada masyarakat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Pajak, SDA dan APBN: Menguji Klaim Negara Gagal, Ini Datanya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Narasi yang menyebut sebuah negara gagal hanya karena masih memungut pajak kembali ramai diperbincangkan di media sosial. Pendapat tersebut muncul dari anggapan bahwa negara semestinya mampu membiayai seluruh kebutuhan publik melalui pengelolaan sumber daya alam (SDA), tanpa membebani rakyat melalui pajak.

Namun, jika ditelaah menggunakan data fiskal dan praktik ekonomi global, kesimpulan tersebut tidak sesederhana yang dibayangkan.

Pajak Masih Menjadi Tulang Punggung APBN

Dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), penerimaan pajak memang menjadi sumber utama pendapatan negara. Pada APBN 2024, penerimaan negara mencapai sekitar Rp2.802 triliun, dengan kontribusi pajak sekitar Rp1.988 triliun atau lebih dari 70 persen total pendapatan.

Sementara itu, penerimaan negara bukan pajak (PNBP), termasuk dari sektor sumber daya alam, berkontribusi sekitar Rp492 triliun atau 17,5 persen. Angka tersebut menunjukkan bahwa SDA memiliki peran penting, tetapi belum mampu menggantikan fungsi pajak sebagai penopang utama belanja negara.

Negara Kaya SDA Tetap Memungut Pajak

Pandangan bahwa negara kaya sumber daya alam tidak memerlukan pajak juga tidak sepenuhnya tepat. Norwegia, misalnya, dikenal sebagai negara dengan cadangan minyak besar dan dana abadi bernilai sangat besar. Namun negara tersebut tetap menerapkan tarif pajak dan pajak pertambahan nilai yang relatif tinggi.

Hal serupa terjadi di negara-negara Timur Tengah yang kaya minyak. Meski memperoleh pendapatan besar dari sektor energi, pemerintah tetap memungut pajak untuk menjaga keberlanjutan fiskal dan mengurangi ketergantungan terhadap fluktuasi harga komoditas.

Ketergantungan SDA Menyimpan Risiko

Ekonom menilai pendapatan berbasis komoditas sangat rentan terhadap perubahan harga global. Ketika harga batu bara, minyak, atau mineral turun drastis, penerimaan negara dapat tergerus dalam waktu singkat.

Karena itu, mayoritas negara modern menggabungkan berbagai sumber pendapatan, termasuk pajak, investasi, dan pengelolaan SDA. Model ini dinilai lebih stabil dibanding mengandalkan satu sumber penerimaan saja.

Kritik yang Perlu Diperhatikan

Meski demikian, kritik terhadap tata kelola SDA dan penggunaan pajak tetap relevan. Kebocoran akibat korupsi, rendahnya penerimaan dari sektor strategis, hingga efektivitas program bantuan sosial masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.

Di sisi lain, penerimaan SDA Indonesia menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir, didorong kebijakan hilirisasi mineral dan penguatan kepemilikan nasional pada sejumlah aset strategis.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah negara tidak ditentukan oleh ada atau tidaknya pajak. Yang lebih penting adalah bagaimana pajak dan kekayaan alam dikelola secara transparan, efisien, serta mampu menghasilkan layanan publik yang berkualitas bagi masyarakat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Hak Memahami Algoritma Jadi Isu Baru Perlindungan Konsumen


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Perkembangan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam perdagangan elektronik memunculkan tantangan baru bagi perlindungan konsumen digital era AI. Di tengah semakin dominannya algoritma dalam menentukan rekomendasi produk, muncul tuntutan agar konsumen tidak hanya mengetahui keberadaan teknologi tersebut, tetapi juga memahami bagaimana sistem digital memengaruhi pilihan mereka.

Fenomena ini menjadi semakin relevan setelah pemerintah menerbitkan Permendag Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Usaha Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. 

Regulasi tersebut mengatur berbagai aspek perdagangan digital, termasuk kewajiban pelaku usaha yang memanfaatkan AI untuk memberikan informasi kepada konsumen, menjaga akurasi informasi, menyediakan mekanisme pengaduan, serta melindungi data pribadi pengguna.

Transparansi AI Jadi Isu Penting

Dalam praktik perdagangan digital saat ini, konsumen kerap menemukan produk dengan label “unggulan”, “direkomendasikan”, atau “pilihan terbaik”. Namun, sebagian besar pengguna tidak mengetahui alasan sebuah produk muncul di posisi teratas hasil pencarian.

Pertanyaan mengenai apakah produk direkomendasikan berdasarkan kualitas, popularitas, riwayat pencarian, atau kepentingan komersial tertentu menjadi isu yang semakin penting dalam ekosistem digital modern.

Meski Permendag 19/2026 telah mewajibkan pengungkapan penggunaan AI, sejumlah kalangan menilai transparansi tersebut masih bersifat dasar. Konsumen memang diberi tahu bahwa sistem otomatis digunakan, tetapi belum memperoleh penjelasan yang memadai mengenai faktor yang memengaruhi rekomendasi produk yang mereka terima.

Hak Konsumen Tidak Hanya Memilih, tetapi Memahami

Di era ekonomi digital, perlindungan konsumen tidak lagi terbatas pada kualitas barang dan keamanan transaksi. Aspek yang semakin krusial adalah bagaimana informasi disaring, diprioritaskan, dan disajikan kepada pengguna.

Algoritma kini berfungsi sebagai "penjaga gerbang" informasi yang menentukan produk mana yang lebih dahulu dilihat konsumen. Karena itu, muncul gagasan bahwa konsumen perlu memperoleh penjelasan sederhana mengenai dasar rekomendasi suatu produk, apakah karena promosi berbayar, tingkat popularitas, atau kesesuaian dengan preferensi pengguna.

Membangun Kepercayaan Ekonomi Digital

Para pengamat menilai transparansi algoritma marketplace tidak bertujuan menghambat inovasi teknologi. Sebaliknya, keterbukaan justru dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap platform digital.

AI terbukti membantu meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas akses pasar, dan mempermudah pencarian produk. Namun, keberhasilan transformasi digital juga bergantung pada keseimbangan antara inovasi dan perlindungan konsumen.

Permendag Nomor 19 Tahun 2026 dipandang sebagai langkah awal menuju tata kelola perdagangan elektronik yang lebih bertanggung jawab. Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya mencegah informasi yang menyesatkan, melainkan memastikan masyarakat memahami bagaimana sistem digital membentuk keputusan konsumsi mereka sehari-hari.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Diabetes Datang Perlahan, Ini Tanda dan Cara Mencegahnya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Diabetes menjadi salah satu penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat. Kondisi ini sering berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal sehingga banyak orang baru menyadarinya ketika kadar gula darah sudah tidak terkendali. Karena itu, memahami gejala diabetes dan cara mencegahnya sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Para ahli kesehatan menjelaskan bahwa diabetes tidak hanya dipicu oleh konsumsi makanan manis. Faktor lain seperti kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, stres berkepanjangan, hingga faktor keturunan juga berperan dalam meningkatkan risiko penyakit ini.

Fakta Diabetes yang Masih Sering Disalahpahami

Salah satu fakta penting yang jarang diketahui masyarakat adalah peran insulin dalam mengatur kadar gula darah. Hormon ini berfungsi membantu gula masuk ke dalam sel untuk diubah menjadi energi. Ketika produksi insulin berkurang atau tubuh mengalami resistensi insulin, gula akan menumpuk di dalam darah.

Kondisi tersebut kerap diperburuk oleh penumpukan lemak di area perut. Kelebihan berat badan diketahui dapat mengganggu kinerja insulin sehingga meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Selain itu, rasa haus berlebihan dan frekuensi buang air kecil yang meningkat sering menjadi sinyal awal yang tidak boleh diabaikan. Gejala tersebut muncul ketika tubuh berusaha membuang kelebihan gula melalui urine.

Kebiasaan yang Memicu Kenaikan Gula Darah

Beberapa kebiasaan sehari-hari dapat membuat kadar gula darah terus meningkat, antara lain terlalu sering mengonsumsi minuman manis, makanan tinggi gula seperti donat dan pencuci mulut, konsumsi karbohidrat berlebihan, kurang bergerak, serta kebiasaan begadang.

Apabila kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, risiko gangguan metabolisme dan diabetes akan semakin besar.

Tanda Gula Darah Mulai Tidak Terkontrol

Gejala yang perlu diwaspadai meliputi rasa haus terus-menerus, sering buang air kecil, mudah lapar namun cepat lelah, luka yang sulit sembuh, hingga gangguan penglihatan seperti pandangan kabur.

Pakar kesehatan menekankan bahwa pengendalian diabetes dapat dilakukan melalui langkah sederhana, seperti mengurangi konsumsi minuman manis, memperbanyak asupan protein, sayuran dan serat, berjalan kaki 10 hingga 15 menit setelah makan, tidur cukup, serta melakukan pemeriksaan gula darah secara rutin bagi kelompok berisiko.

Deteksi dan pengendalian sejak dini terbukti menjadi kunci utama untuk mencegah komplikasi serius akibat diabetes, termasuk penyakit jantung, kerusakan saraf, gangguan penglihatan, dan gagal ginjal.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Kenali Fase Penyakit Ginjal Kronis, Jangan Abaikan Gejalanya


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Penyakit ginjal kronis merupakan gangguan kesehatan yang berkembang secara bertahap dan dapat berujung pada gagal ginjal apabila tidak terdeteksi sejak dini. Kondisi ini ditandai dengan menurunnya kemampuan ginjal dalam menyaring limbah dan cairan dari dalam tubuh. Karena gejalanya sering muncul perlahan, banyak penderita tidak menyadari bahwa fungsi ginjalnya telah mengalami penurunan.

Secara medis, penyakit ginjal kronis dibagi menjadi lima stadium berdasarkan nilai laju filtrasi glomerulus atau Glomerular Filtration Rate (GFR). Semakin rendah nilai GFR, semakin berat tingkat kerusakan ginjal yang terjadi.

Tahapan Stadium Penyakit Ginjal Kronis

Stadium I dan II: Kerusakan Ringan

Pada stadium I, fungsi ginjal masih berada pada kisaran 90-100 persen. Meski demikian, sudah terdapat tanda-tanda awal kerusakan ginjal yang perlu diwaspadai.

Sementara pada stadium II, fungsi ginjal mulai menurun hingga 60-89 persen. Pada fase ini, ginjal masih bekerja relatif baik, namun indikasi kerusakan organ semakin terlihat.

Stadium III: Mulai Muncul Keluhan

Stadium III terbagi menjadi dua fase. Pada stadium IIIA, fungsi ginjal berada pada kisaran 45-59 persen. Penderita mulai merasakan gejala seperti mudah lelah, tubuh lemah, serta pembengkakan pada tangan dan kaki.

Sedangkan stadium IIIB terjadi ketika fungsi ginjal turun menjadi 30-44 persen. Kerusakan ginjal berada pada tingkat sedang. Dengan pengobatan dan pengendalian faktor risiko yang tepat, perkembangan penyakit masih dapat diperlambat agar tidak berlanjut ke stadium berikutnya.

Stadium IV dan V: Risiko Gagal Ginjal

Pada stadium IV, fungsi ginjal tinggal 15-29 persen. Kerusakan ginjal sudah tergolong berat dan kemampuan organ dalam menyaring darah menurun drastis.

Adapun stadium V merupakan tahap paling serius. Fungsi ginjal berada di bawah 15 persen atau bahkan telah berhenti bekerja. Pada kondisi ini, pasien umumnya memerlukan terapi cuci darah (dialisis) atau transplantasi ginjal untuk mempertahankan kualitas hidup.

Gejala Penyakit Ginjal Kronis yang Perlu Diwaspadai

Sejumlah gejala dapat menjadi sinyal adanya gangguan fungsi ginjal. Di antaranya lebih sering buang air kecil, tubuh mudah lelah, kehilangan nafsu makan, pembengkakan pada tangan dan kaki, sesak napas, urine berbusa, mata bengkak, kulit kering dan gatal, serta kesulitan berkonsentrasi.

Para ahli kesehatan mengingatkan pentingnya pemeriksaan rutin, terutama bagi individu dengan faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, dan riwayat penyakit ginjal dalam keluarga. Deteksi dini menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan ginjal berkembang menjadi gagal ginjal permanen.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

DWP KLH Dorong Perempuan Jadi Agen Perubahan Lingkungan


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Perempuan dinilai memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Peran perempuan dalam gaya hidup ramah lingkungan menjadi salah satu sorotan utama dalam talkshow bertajuk “Green Beauty Lifestyle: Bijak Memilih Produk Kebutuhan Perempuan yang Ramah Lingkungan” yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Indonesia International Environment Technology and Innovation Expo & Conference (INVIROTECH) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC). Forum ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkenalkan inovasi dan teknologi hijau guna mendukung upaya mitigasi serta adaptasi perubahan iklim.

Perempuan Dinilai Efektif Menggerakkan Perubahan

Penasehat DWP KLH/BPLH, Alia Febyani Prabandari, mengatakan perempuan memiliki pengaruh besar dalam lingkungan keluarga maupun komunitas sehingga berpotensi menjadi motor penggerak perubahan perilaku masyarakat.

“Sekitar 49 persen penduduk Indonesia adalah perempuan dan lebih dari separuhnya merupakan pekerja. Ini menunjukkan perempuan memiliki kapasitas dan akses edukasi yang cukup baik untuk menjadi agen perubahan di masyarakat,” ujar Alia.

Menurutnya, langkah sederhana seperti membiasakan pemilahan sampah dari rumah dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan timbulan sampah sekaligus membangun kesadaran lingkungan secara luas.

Alia juga menyoroti kontribusi organisasi perempuan, termasuk Dharma Wanita Persatuan dan KOWANI, dalam memperluas edukasi lingkungan kepada masyarakat. Ia menyebut keberhasilan program bank sampah selama ini tidak terlepas dari dominasi partisipasi perempuan yang mencapai lebih dari 50 persen.

Edukasi Lingkungan Dimulai dari Keluarga

Direktur Utama PT Widya Cipta Buana, Drs. Iwan Setiawan, menegaskan bahwa ibu memiliki peran sentral dalam membentuk karakter anak, termasuk menanamkan kebiasaan menjaga lingkungan sejak usia dini.

“Semua keberhasilan di rumah tidak lepas dari peran ibu. Pendidikan lingkungan dapat dimulai dari keluarga melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Mitigasi Perubahan Iklim KLH/BPLH, Dr. Ir. Haruki Agustina, M.Sc., menilai perempuan merupakan garda terdepan dalam gerakan pelestarian lingkungan. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah dari sumbernya menjadi langkah sederhana namun efektif dalam membangun budaya peduli lingkungan.

“Perempuan sebenarnya merupakan gugus pertama dalam gerakan pelestarian lingkungan. Dari rumah, perempuan dapat mengedukasi keluarga dan lingkungan sekitarnya untuk menerapkan kebiasaan memilah sampah dan menjaga kebersihan,” kata Haruki.

Melalui kegiatan ini, DWP KLH/BPLH berharap semakin banyak perempuan menjadi pelopor gaya hidup berkelanjutan, mulai dari memilih produk yang lebih ramah lingkungan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga menerapkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab sebagai bagian dari dukungan terhadap aksi iklim nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Aktivis Kampus Dorong Gerakan Intelektual Berbasis Tauhid


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Sebuah narasi yang beredar di kalangan aktivis mahasiswa kembali memunculkan perdebatan mengenai relasi antara agama, pendidikan, dan sistem politik modern. Melalui dokumen bertajuk "Seruan Kesadaran", sejumlah aktivis mengajak mahasiswa untuk mengkritisi demokrasi sekuler yang mereka nilai sebagai sumber berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan politik di Indonesia.

Dalam dokumen tersebut, mahasiswa didorong untuk mengembalikan orientasi perjuangan kepada nilai-nilai tauhid dan menjadikan kampus sebagai ruang pembentukan intelektual yang tidak hanya kritis terhadap kebijakan pemerintah, tetapi juga terhadap fondasi ideologis yang dianggap melatarbelakangi berbagai persoalan bangsa.

Kritik terhadap Demokrasi dan Sistem Pendidikan

Narasi yang berkembang itu menempatkan demokrasi sekuler sebagai akar berbagai masalah struktural, mulai dari ketimpangan ekonomi, kemiskinan, hingga kerusakan lingkungan. Para penyusunnya berpendapat bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah tidak cukup jika tidak menyentuh sistem yang dianggap menjadi sumber persoalan.

Selain demokrasi, sistem pendidikan juga menjadi sasaran kritik. Mereka menilai kurikulum pendidikan tinggi belum sepenuhnya mendorong lahirnya pemikiran alternatif yang berbasis nilai-nilai keagamaan. Kampus disebut lebih banyak menghasilkan lulusan yang beradaptasi dengan sistem yang ada dibandingkan mendorong perubahan mendasar terhadap struktur sosial dan ekonomi.

Ajakan Membangun Gerakan Intelektual

Dalam bagian lain, dokumen tersebut mengajak mahasiswa muslim membangun gerakan intelektual yang berlandaskan tauhid. Gerakan itu diarahkan untuk mengkaji berbagai aspek kehidupan, termasuk ekonomi, politik, dan pendidikan, dari perspektif keagamaan.

Para aktivis juga menyerukan diskusi yang lebih luas mengenai kurikulum pendidikan, sistem ekonomi berbasis utang dan bunga, serta hubungan agama dengan tata kelola negara. Mereka menilai mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk terlibat dalam perdebatan intelektual mengenai arah pembangunan bangsa.

Ruang Perdebatan di Lingkungan Akademik

Munculnya seruan tersebut menunjukkan bahwa perdebatan mengenai demokrasi, sekularisme, dan peran agama dalam kehidupan publik masih menjadi isu yang hidup di lingkungan akademik Indonesia.

Sejumlah pengamat menilai kampus memang merupakan ruang yang sah untuk mempertukarkan gagasan, termasuk kritik terhadap sistem yang berlaku. Namun, setiap pandangan tetap perlu diuji melalui argumentasi ilmiah, dialog terbuka, serta penghormatan terhadap keberagaman perspektif yang berkembang di masyarakat.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

AKSI Cetak Pendapatan Rp455,88 Miliar di 2025


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) berhasil membalikkan kinerja keuangan ke zona positif sepanjang 2025. Emiten jasa angkutan dan penunjang pertambangan tersebut mencatat pendapatan usaha sebesar Rp455,88 miliar, meningkat 8,5 persen dibandingkan Rp420,17 miliar pada 2024.

"Peningkatan pendapatan berhasil mendorong perbaikan profitabilitas perusahaan. Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp8,36 miliar dan mencetak laba bersih Rp2,24 miliar, berbalik dari posisi rugi pada tahun sebelumnya," kata Direktur AKSI, Roni Tan dalam Public Expose di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Menurut Roni Tan, Perbaikan kinerja didukung peningkatan jasa angkutan, disiplin pengendalian biaya operasional, optimalisasi armada, serta penguatan hubungan dengan pelanggan.

Kinerja Keuangan Membaik, Neraca Semakin Solid

Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba, AKSI juga memperkuat posisi keuangannya. Hingga akhir 2025, total aset perseroan tercatat Rp334,81 miliar, dengan ekuitas mencapai Rp171,42 miliar. Sementara kas dan setara kas berada di level Rp96,45 miliar.

Perseroan tetap menjadikan jasa angkutan darat dan layanan penunjang pertambangan batu bara sebagai tulang punggung bisnis. Namun, manajemen mulai membuka peluang ekspansi secara selektif ke sektor mineral lainnya yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka menengah.

Operasional perusahaan didukung anak usaha PT Rezki Batulicin Transport yang memiliki 136 unit armada angkutan untuk melayani kebutuhan sektor pertambangan.

Prospek 2026 dan Tantangan yang Dihadapi

Manajemen memandang prospek bisnis AKSI pada 2026 masih menjanjikan seiring tingginya kebutuhan energi domestik dan berlanjutnya program hilirisasi mineral nasional.

Jasa angkutan batu bara dinilai tetap relevan untuk menopang rantai pasok pembangkit listrik dan sektor industri. Di sisi lain, komoditas nikel membuka peluang baru sejalan dengan pengembangan industri baterai dan kendaraan listrik.

AKSI menargetkan pendapatan sebesar Rp479 miliar dan laba bersih Rp11,70 miliar pada 2026. Namun, perusahaan mengakui terdapat sejumlah tantangan, termasuk penurunan pendapatan kuartal I 2026 menjadi Rp82,27 miliar dari Rp144,47 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya akibat menurunnya volume angkutan dan penyesuaian jadwal pelanggan.

Strategi Hadapi Volatilitas Industri

Untuk menjaga pertumbuhan, AKSI akan meningkatkan utilisasi armada, memperketat pengendalian biaya operasional, serta memperkuat kualitas kontrak dengan margin yang lebih sehat.

Perusahaan juga berfokus mempertahankan pelanggan eksisting, memperluas layanan angkutan mineral secara bertahap, serta memperkuat pengelolaan modal kerja, arus kas, dan manajemen risiko guna menghadapi volatilitas harga komoditas dan dinamika industri pertambangan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

GEKIRA Gelar Rakernas Bahas Transformasi Ekonomi Nasional Era Prabowo


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA), organisasi sayap Partai Gerindra, menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 12-14 Juni 2026 di Jakarta. Forum nasional ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus ruang diskusi strategis mengenai transformasi ekonomi nasional era Prabowo yang tengah dijalankan pemerintah.

Rakernas tersebut diikuti pengurus GEKIRA dari berbagai daerah dan menghadirkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan badan usaha milik negara (BUMN), serta tokoh nasional. Berbagai isu pembangunan menjadi fokus pembahasan, mulai dari ketahanan energi, pangan, hingga penguatan UMKM dan koperasi.

Fokus pada Agenda Transformasi Ekonomi Nasional

Ketua Dewan Pembina GEKIRA, Hashim S. Djojohadikusumo, dijadwalkan membuka secara resmi Rakernas. Agenda pembukaan juga dihadiri Ketua Umum GEKIRA Nikson Silalahi dan Ketua Panitia Rakernas Melki M. Suawah.

Rangkaian kegiatan diawali registrasi peserta, ibadah pembukaan, pengukuhan kepengurusan pusat GEKIRA oleh DPP Partai Gerindra, laporan panitia, sambutan pimpinan organisasi, serta sambutan pemerintah sebelum pembukaan resmi dilakukan.

Pada hari pertama, peserta langsung mengikuti seminar bertema "Kemandirian Energi Nasional" yang menghadirkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pembahasan kemudian berlanjut pada isu pembangunan kawasan hunian berkelanjutan melalui seminar "Permukiman Ramah Lingkungan dan Energi Hijau" bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Energi, Pangan, hingga UMKM Jadi Sorotan

Memasuki hari kedua, pembahasan berfokus pada sektor yang menjadi tulang punggung perekonomian nasional. Seminar mengenai pangan berkualitas dan berkelanjutan menghadirkan Menteri Pertanian bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

Selanjutnya, Menteri UMKM dan Menteri Koperasi membahas strategi pengembangan UMKM dan koperasi sebagai instrumen penguatan ekonomi kerakyatan. Sementara itu, Direktur Utama PT PLN dan Direktur Utama PT Agrinas memaparkan kontribusi BUMN dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Selain seminar, peserta juga menggelar sidang pleno untuk mengevaluasi program organisasi dan menyusun arah kebijakan GEKIRA ke depan. Sejumlah rekomendasi strategis yang dihasilkan akan ditetapkan sebagai keputusan resmi Rakernas.

Perkuat Konsolidasi Organisasi

Pada hari terakhir, kegiatan ditutup melalui field trip dan ibadah luar ruang. Melalui Rakernas GEKIRA 2026, organisasi ini berharap dapat memperkuat konsolidasi internal sekaligus memberikan kontribusi pemikiran terhadap agenda transformasi ekonomi nasional era Prabowo, khususnya pada sektor energi, pangan, koperasi, UMKM, dan pembangunan berkelanjutan.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Persatuan di Atas Perbedaan: Seruan Yogi Korpus BEM PTMA kepada Mahasiswa PTMA, PTN, dan PTS di Forum Terbuka di NTB Mataram


Duta Nusantara Merdeka | Selong
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), pelemahan nilai tukar rupiah, hingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi rangkaian isu yang terus memantik perdebatan publik. Di tengah situasi tersebut, mahasiswa diingatkan agar tidak terjebak pada polarisasi politik maupun arus informasi yang belum terverifikasi.

Pesan itu mengemuka dalam Forum Terbuka Aliansi Mataram dan Rapat Kerja Wilayah yang digelar di ITKES Muhammadiyah Selong, Nusa Tenggara Barat, Kamis, 12 Juni 2026. Forum yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri, swasta, dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (PTMA) itu membahas sejumlah persoalan yang saat ini menjadi perhatian publik.

Korpus BEM PTMA Indonesia, Yogi Alidrus, menilai mahasiswa perlu menjaga keseimbangan antara fungsi kontrol sosial dan tanggung jawab menjaga kohesi kebangsaan. Menurut dia, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, tetapi harus dibangun di atas data dan argumentasi yang dapat diuji.

"Mahasiswa memiliki hak untuk mengkritik kebijakan publik, termasuk kebijakan kenaikan BBM yang saat ini menjadi perhatian masyarakat. Namun kritik tersebut harus berbasis data, kajian akademik, dan menawarkan solusi," kata Yogi.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran publik terhadap tekanan ekonomi. Kenaikan BBM dinilai berpotensi memengaruhi biaya logistik, harga kebutuhan pokok, serta daya beli masyarakat. Sementara pelemahan rupiah menambah tantangan bagi sektor usaha yang bergantung pada bahan baku impor dan pembiayaan luar negeri.

Meski demikian, Yogi mengingatkan bahwa situasi ekonomi tidak dapat diselesaikan hanya dengan kritik. Pemerintah, kata dia, perlu diberi ruang untuk menjalankan langkah-langkah stabilisasi dan pemulihan ekonomi, sementara masyarakat tetap mengawasi arah kebijakan yang diambil.

"Kita tentu boleh memberikan kritik dan masukan, tetapi pada saat yang sama bangsa ini juga membutuhkan stabilitas. Yang terpenting adalah seluruh kebijakan harus tetap berpihak kepada kepentingan rakyat," ujarnya.

Selain isu ekonomi, forum tersebut juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah. Menurut Yogi, tujuan program itu patut diapresiasi karena berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun pelaksanaannya tetap harus terbuka terhadap evaluasi publik.

"MBG tidak boleh dipahami sebagai program yang anti kritik. Justru karena program ini penting bagi masa depan bangsa, maka evaluasi tata kelola, pengawasan anggaran, distribusi, kualitas pelaksanaan, hingga dampaknya terhadap masyarakat harus terus dilakukan," katanya.

Forum itu ditutup dengan seruan agar mahasiswa tetap menjalankan fungsi intelektualnya secara independen. Di tengah tekanan ekonomi, pertarungan narasi politik, dan derasnya arus informasi digital, mahasiswa dituntut tidak hanya menjadi pengkritik kebijakan, tetapi juga penyedia alternatif solusi.

Bagi peserta forum, tantangan terbesar saat ini bukan sekadar menyuarakan ketidakpuasan, melainkan menjaga agar kritik tetap berpijak pada fakta. Sebab, ketika ruang publik dipenuhi sentimen dan prasangka, nalar menjadi sumber daya yang semakin langka.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

Polda Metro Jaya Kerahkan 4.151 Personel Amankan Demo Mahasiswa


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Polda Metro Jaya bersama TNI mengerahkan 4.151 personel gabungan untuk mengamankan aksi mahasiswa yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026). Langkah ini dilakukan guna memastikan penyampaian aspirasi berjalan aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan.

Dalam skema pengamanan aksi mahasiswa di Jakarta tersebut, sebanyak 3.651 personel berasal dari Polri dan 500 personel dari TNI. Aparat akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, terutama di kawasan Monumen Nasional (Monas) dan Jalan Medan Merdeka Selatan yang menjadi pusat konsentrasi massa.

Polda Hormati Hak Penyampaian Pendapat

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menegaskan bahwa kepolisian tetap menjunjung tinggi hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Polda Metro Jaya menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Kehadiran personel di lapangan adalah untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar kegiatan berjalan aman, tertib, serta tidak mengganggu masyarakat lainnya,” ujar Budi.

Menurutnya, kehadiran aparat bukan untuk membatasi kebebasan berekspresi, melainkan memastikan seluruh kegiatan berlangsung secara damai dan kondusif.

Antisipasi Gangguan dan Pengamanan Fasilitas Umum

Untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan selama aksi berlangsung, aparat telah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan. Strategi tersebut mencakup pengaturan arus kendaraan, pengawasan konvoi massa, pengamanan fasilitas publik, hingga langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Polisi juga mengimbau peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara damai, mematuhi aturan yang berlaku, tidak membawa benda berbahaya, serta menghindari tindakan yang berpotensi merusak fasilitas umum.

“Kami mengimbau peserta aksi untuk tetap tertib, tidak membawa benda berbahaya, tidak melakukan perusakan, dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif,” kata Budi.

Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Situasional

Terkait mobilitas kendaraan di sekitar lokasi aksi, Polda Metro Jaya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan sesuai kondisi di lapangan. Pengalihan arus maupun penutupan jalan dilakukan secara situasional apabila terjadi kepadatan kendaraan atau peningkatan konsentrasi massa.

“Pengaturan lalu lintas kami siapkan secara situasional. Apabila terjadi kepadatan atau diperlukan pengalihan arus di sekitar lokasi aksi, petugas akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan tetap mengutamakan keselamatan peserta aksi maupun masyarakat pengguna jalan,” pungkasnya.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 





Share:

Kuartal I-2026, BDKR Raup Laba Rp4,93 Miliar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) membukukan kinerja keuangan Kuartal I 2026 yang tetap solid dengan mencatatkan pertumbuhan laba bersih di tengah penurunan pendapatan usaha. Perseroan berhasil menjaga profitabilitas melalui strategi efisiensi operasional, selektivitas proyek, serta pengelolaan keuangan yang lebih disiplin.

Berdasarkan laporan kinerja periode Januari-Maret 2026, BDKR membukukan pendapatan sebesar Rp97,60 miliar, turun 9,40% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp107,72 miliar. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh faktor timing pengakuan pendapatan proyek yang lazim terjadi dalam industri konstruksi.

Direktur Operasional BDKR, Tan Franciscus, dalam Public Expose di Jakarta, Jumat (12/6/2026), menegaskan bahwa koreksi pendapatan tersebut tidak mencerminkan pelemahan fundamental bisnis Perseroan.

Proyek Marine dan Infrastruktur Jadi Penopang Kinerja

Meski pendapatan mengalami penyesuaian, aktivitas operasional Perseroan tetap terjaga melalui sejumlah proyek strategis yang tengah berjalan. Kontribusi utama berasal dari segmen marine dan infrastruktur, termasuk proyek maintenance PLTB Tolo di Sulawesi Selatan, Terminal Kalibaru Tahap 1B, pembangunan jetty multipurpose di Wanam, Merauke, serta terminal LPG di Tuban, Jawa Timur.

Portofolio proyek tersebut memperkuat posisi BDKR sebagai kontraktor spesialis di bidang pondasi, perbaikan tanah, konstruksi marine, dan heavy lift. Fokus pada proyek dengan tingkat kompleksitas tinggi dinilai mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga margin keuntungan Perseroan.

Profitabilitas dan Struktur Keuangan Semakin Kuat

Peningkatan kualitas laba tercermin dari margin laba bruto yang naik menjadi 43,31% dibandingkan 41,61% pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, laba bersih tercatat sebesar Rp4,93 miliar atau meningkat 7,55% secara tahunan.

Perbaikan juga terlihat pada margin laba bersih yang meningkat menjadi 5,05%, menunjukkan efisiensi operasional yang berlangsung hingga level bottom line.

Di sisi lain, Perseroan berhasil menurunkan beban bunga sebesar 45,37% sebagai bagian dari strategi optimalisasi struktur pendanaan. Langkah tersebut turut memperkuat kualitas laba dan fleksibilitas keuangan perusahaan.

“Kami melihat hasil kuartal pertama ini sebagai bukti bahwa langkah efisiensi dan pengelolaan keuangan yang kami lakukan mulai memberikan hasil yang nyata. Fokus kami bukan hanya pada pertumbuhan, tetapi juga pada kualitas kinerja yang berkelanjutan,” ujar Tan Franciscus.

Dengan kombinasi efisiensi operasional, penguatan struktur keuangan, dan portofolio proyek bernilai tinggi, BDKR menunjukkan kemampuan menjaga pertumbuhan laba berkualitas di tengah dinamika industri konstruksi yang masih menantang.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Bea Cukai Gagalkan Peredaran 8,26 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni


Duta Nusantara Merdeka | Tangerang 
Bea Cukai kembali menggagalkan upaya distribusi rokok ilegal dalam jumlah besar di jalur penyeberangan Merak-Bakauheni. Dalam dua operasi terpisah yang dilakukan pada Kamis (11/6/2026), Kantor Wilayah Bea Cukai Banten bersama Bea Cukai Merak berhasil menyita sebanyak 8.262.000 batang rokok tanpa pita cukai dengan nilai barang diperkirakan mencapai Rp12,68 miliar.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah melindungi penerimaan negara sekaligus menciptakan persaingan usaha yang sehat di industri hasil tembakau.

"Peredaran rokok ilegal tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat. Karena itu, pengawasan dan penindakan akan terus kami perkuat," ujar Djaka dalam konferensi pers di Tangerang, Jumat (12/6/2026).

Penindakan Berawal dari Informasi Intelijen

Operasi pertama dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB setelah petugas menerima informasi terkait dugaan pengiriman rokok ilegal yang akan melintasi wilayah pengawasan Bea Cukai Merak.

Tim kemudian melakukan patroli darat di kawasan Pelabuhan Penyeberangan Merak-Bakauheni dan menghentikan sebuah truk Colt Diesel yang dicurigai membawa barang kena cukai ilegal. Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 182 karton sigaret kretek mesin (SKM) merek OK BOLD tanpa pita cukai.

Total barang bukti yang diamankan dalam penindakan pertama mencapai 2.912.000 batang rokok.

Disembunyikan di Balik Muatan Pakan Ternak

Tak lama setelah operasi pertama, petugas kembali melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan yang menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak.

Kecurigaan petugas mengarah pada sebuah truk Hino Fuso yang mengangkut pakan ternak. Saat dilakukan pemeriksaan mendalam, ditemukan 535 karton sigaret putih mesin (SPM) merek Double Happiness tanpa pita cukai yang disembunyikan di balik muatan tersebut.

Dari kendaraan kedua ini, Bea Cukai mengamankan sebanyak 5.350.000 batang rokok ilegal.

Potensi Kerugian Negara Rp7,9 Miliar

Djaka menjelaskan, total barang bukti dari dua penindakan tersebut mencapai 8.262.000 batang rokok ilegal dengan estimasi nilai ekonomi sekitar Rp12,68 miliar.

Menurutnya, operasi tersebut berhasil mencegah potensi kerugian negara sebesar Rp7,9 miliar yang berasal dari komponen cukai, pajak rokok, dan Pajak Pertambahan Nilai Hasil Tembakau (PPN HT).

Bea Cukai juga memastikan akan memperkuat pengawasan di berbagai jalur distribusi yang rawan dimanfaatkan sebagai rute penyelundupan barang kena cukai ilegal.

Penyidikan Terus Berlanjut

Dalam penanganan kasus ini, Kanwil Bea Cukai Banten dan Bea Cukai Merak berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Banten serta Kejaksaan Tinggi Banten untuk mempercepat proses hukum.

Penyidik menduga terjadi pelanggaran Pasal 54 dan/atau Pasal 56 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai. Saat ini, seorang tersangka berinisial JFR telah ditetapkan setelah ditemukan alat bukti yang cukup terkait keterlibatannya dalam distribusi rokok ilegal dari wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah menuju Sumatra.

Djaka menegaskan, pemberantasan rokok ilegal akan terus menjadi prioritas guna menjaga penerimaan negara dan menciptakan iklim usaha yang adil bagi pelaku usaha yang patuh terhadap ketentuan cukai.

Reporter: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

IHSG Tembus 6.000, Saham BUMN Pimpin Kebangkitan Pasar


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa positif pada perdagangan Jumat (12/6/2026) dengan menembus level psikologis 6.000. Penguatan pasar saham tersebut berlangsung bersamaan dengan apresiasi nilai tukar Rupiah yang kembali bergerak ke kisaran Rp17.900 per dolar AS.

Kenaikan indeks terutama ditopang oleh lonjakan saham-saham Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya emiten sektor pertambangan, perbankan anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta sektor telekomunikasi. Sejak awal perdagangan, saham-saham BUMN menjadi sasaran akumulasi beli investor domestik maupun asing.

Saham BUMN Jadi Penyangga Utama IHSG

Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menilai penguatan IHSG dan Rupiah mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.

"Melihat pergerakan IHSG yang melesat hijau menembus 6.000 dan nilai tukar Rupiah yang kembali menguat hari ini, kita patut bersyukur dan bangga. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelaku pasar. Ini adalah bukti nyata bahwa investor global maupun domestik menaruh kepercayaan penuh pada ketangguhan fundamental ekonomi Indonesia, khususnya pada portofolio BUMN kita," ujar Dony Oskaria di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Menurut Dony, dominasi saham BUMN dalam mendorong kenaikan indeks menunjukkan hasil transformasi bisnis yang terus dilakukan perusahaan-perusahaan negara. Ia menilai stabilitas pasar dan meningkatnya kepercayaan investor akan berdampak positif terhadap investasi dan penciptaan lapangan kerja.

Sinergi Pemerintah dan Otoritas Keuangan

Penguatan pasar juga didukung langkah strategis pemerintah dan otoritas ekonomi dalam menjaga stabilitas nasional. Pada 9 Juni 2026, Bank Indonesia menyesuaikan suku bunga acuan menjadi 5,50 persen, yang dinilai membantu memulihkan sentimen pasar.

Selain itu, Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, memfasilitasi serangkaian pertemuan lintas lembaga guna memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter. Konsolidasi tersebut melibatkan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Danantara, Himbara, BPJS, hingga perusahaan asuransi BUMN.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, meminta masyarakat tetap tenang karena fundamental ekonomi nasional, terutama sektor perbankan, masih berada dalam kondisi kuat.

"Terima kasih kepada Mas Dasco yang terus memfasilitasi ruang diskusi. Alhamdulillah, sesungguhnya fundamental ekonomi kita, khususnya dari sisi perbankan, sangat kuat," kata Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan.

Ke depan, BP BUMN bersama Danantara menyatakan akan terus memperkuat kinerja portofolio perusahaan negara agar tetap adaptif terhadap dinamika ekonomi global sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan perekonomian nasional.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 


Share:

Kasus Korupsi MBG: Permohonan JC Sony Sonjaya Dikaji Kejagung


Duta Nusantara Merdeka | Jakarta 
Perkembangan penyidikan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki fase baru setelah mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mengajukan permohonan sebagai Justice Collaborator (JC) kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Permohonan tersebut kini tengah dikaji oleh tim penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, membenarkan bahwa surat permohonan telah diterima dan saat ini sedang dalam tahap pendalaman. Menurutnya, penyidik masih melakukan analisis terhadap seluruh alat bukti yang telah dikumpulkan sebelum menentukan sikap atas permohonan tersebut.

"Surat permohonan sudah diterima dan saat ini sedang dipelajari," kata Syarief kepada awak media di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Kejagung Masih Telaah Permohonan Justice Collaborator

Syarief menjelaskan, hingga kini belum ada keputusan apakah permohonan Justice Collaborator yang diajukan Sony Sonjaya akan diterima atau ditolak. Proses penilaian dilakukan berdasarkan fakta hukum dan bukti yang diperoleh selama penyidikan berlangsung.

Ia juga menegaskan tidak ada batas waktu khusus dalam proses evaluasi tersebut. Penyidik akan mengambil keputusan setelah seluruh aspek hukum dan substansi keterangan yang diberikan pemohon dianalisis secara menyeluruh.

Kuasa Hukum Klaim Ungkap 26 Nama

Sementara itu, kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti, menyatakan kliennya telah memberikan informasi mengenai sedikitnya 26 nama yang disebut memiliki keterkaitan dengan perkara dugaan korupsi Program MBG. Menurut Krisna, informasi tersebut telah dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik Jampidsus.

"Sudah kami sampaikan kepada penyidik dan telah tercantum dalam BAP," ujar Krisna Murti.

Meski demikian, ia tidak mengungkap identitas pihak-pihak yang dimaksud. Krisna hanya menyebut nama-nama tersebut berasal dari berbagai lingkungan, termasuk unsur eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Ia juga mengklaim jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring berlanjutnya proses pemeriksaan.

Menurut Krisna, kliennya juga memiliki sejumlah komunikasi terkait pelaksanaan Program MBG yang tersimpan dalam perangkat telepon seluler dan kini telah diamankan penyidik sebagai barang bukti.

Namun demikian, seluruh informasi tersebut masih merupakan pernyataan dari pihak kuasa hukum dan belum dapat dianggap sebagai fakta hukum yang terbukti. Penetapan keterlibatan seseorang dalam perkara pidana tetap harus didasarkan pada alat bukti yang sah serta putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan Sony Sonjaya, mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, serta Lodewyk Pusung sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program MBG. Penyidikan masih berlangsung dan seluruh pihak yang terkait tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah hingga adanya putusan pengadilan yang inkracht.

Penulis: Lakalim Adalin 
Editor: Arianto 

Share:

KIRIM BERITA SILAHKAN KLIK

KIRIM BERITA ANDA KESINI! Merasa Terbantu Dengan Publikasi ? Ayo Traktir Kopi Untuk Admin Dengan Cara Berbagai Donasi. Terimakasih :)



BREAKING NEWS

~||~ Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadhan 1446 Hijriah Jatuh Pada Hari Sabtu 1 Maret 2025 ~||~ 1 Syawal Jatuh Pada Tanggal 31 Maret 2025 ~||~ Muhammadiyah Luncurkan Ojek Online ZENDO ~||~ 140 Siswa SMKN 10 Medan Gagal SNBP ~||~ Prabowo Subianto Kembali Menjabat Sebagai Ketua Umum Partai Gerindra Periode 2025 - 2030 ~||~ Praperadilan Hasto Kristianto Di Tolak ~||~ #INDONESIADAMAI ~||~

Kilas Balik Bung Karno

Kilas Balik Bung Karno - Makna Proklamasi

Ir. Soekarno (Sang Proklamator) Setiap Tahun kita Memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Maka kita tidak bisa t...

Like Fanpage

Follow In Twitter

Breaking News

IKUTI KAMI


loading...

NONTON VIDEO DAPAT DUIT

10 Berita Populer

IKLAN

IKLAN
Ingin Pasang Iklan hubungi Kami di 0812 6582 534

Label

(SAS) #2019GantiPresiden Accounting Aceh Aceh Timur Adat Istiadat Advokat AFF Affandi Affan Agama Agraria AIDS Air Air Bersih Aisyiyah Aksara Aksi Aksi Sosial Aktivis Aktivitis Al Washliyah Album Amien Rais Anak Anak Yatim Anarkis Angkatan Darat Anies Baswedan Animal Anti Korupsi Arisan Artikel Artis Arus Mudik Asahan Asian Games ASN Asuransi Asusila Atlet Award Bacaleg Bachtiar Ahmad Sibarani Baksos Bakti Sosial Balap Liar Banda Aceh Bandar Lampung Bandara Bandung Banjir BANK Bank Sumut Bansos Banten Bantuan Sosial Bapenas BAPER Bappenas Basarnas Batu Akik Batubara Bawang Putih Bawaslu Bayi Bazar BBM Bea Cukai Beasiswa Begal Bekraf Beladiri Belanja Bencana Bencana Alam Beras Berita Bhabinkamtibmas Bhayangkara Bhayangkari Bioskop Bisnis BKPRMI BM PAN BNI BNN BNPT Boardgame Bobby Nasution Bom Bunuh Diri Boomerang BPBD BPJS BPN BPOM BRI Brimob Buka lapak Bukit Asam Buku Bulog Bulukumba BUMN Bung Karno Bupati Bursa saham Bursasaham Buruh Bus Caleg Capital market CCTV Cerpen Cianjur Cikampek Citilink conference Cosplayer Covid-19 Covid-19 Satgas Covid19 Cuaca Cuci Tangan Curanmor Cyber Daerah Dakwah Dance Debat Presiden Debt Collector Dede Farhan Aulawi Deklarasi Deli Serdang Demonstrasi Densus 88 Desa Dewan Pengawas Dewata Sakti Dharma Pertiwi Dialog Digital Dikdasmen Diklat Dinas Perhubungan Dirgahayu HUT RI Disiplin Diskusi Dongeng Donor Darah DPD RI DPR Duka Cita E-Money Effendi Simbolon Ekonom Ekonomi Ekspor Impor Electronics Elektronik Emas Empat Pilar Entertainment Es cream ESDM event Fashion Festival FGD FIFA Film Film Horor Film seri Anak Fintech FISIP Flores Timur Formasi Formula E Forum Furniture Futsal G30S/PKI GAAS Games Ganja Ganjar Ganjil Genap Garut Gaza Gebyar Kemerdekaan Gempa Geng Motor Genppari Gereja Gibran Gizi Buruk Go Pay Go-Jek Gojek Golkar Gotong Royong Grab Gubernur Guru Besar Gym H Haedar Nasir ham HANI Harbolnas Hari Ibu Hewan Hiburan HIV HMI Hoax Hotel Hp Hukum Humas Humbahas HUT HUT Bhayangkara HUT RI HUT TNI Hutan Ibadah Ibadah Haji Ibu Negara Idul Adha Idul Fitri IKLAN Imlek IMM Indonesia Industri inflasi Informasi Infrastruktur Inspektorat Inspirasi Internasional Internet Intoleran Investor IPK IPM IPPI Islam ITB IWAPI Jakarta Jakarta Barat Jakarta Pusat Jalan Jambore Nasional Jawa Tengah Jawa Timur Jayapura Jokowi Juara Jum'at Barokah Jumanji Jumat Jumat Berkah Jurnalis Kaliber Kampanye Kampung Rakyat Indonesia Kampus Kamtibmas Kapolda Kapoldasu Kapolri Kapolsek Kapolsek Kepolisian Karang Taruna Karaoke Karhutla Karya Tulis Kasus KDRT Keadilan Keagamaan Keamanan Kebakaran Kebangsaan Kebersihan Kebudayaan Kebun Kecantikan Kecelakaan Kedokteran Kegiatan Kegiatan seminar Kehutanan Kejahatan Kejaksaan Kejuaraan Kejurnas Kekerasan Kelestarian Alam Keluarga Kemalingan Kemanusiaan Kemenag Kemenaker Kemendag Kemendagri Kemendesa Kemendikbud Kemenhub Kemeninfo Kemenkes Kemenkeu Kemenko Kemenkumham Kemenlu KEMENPAN-RB Kemenparekraf Kemenperin Kemenpora kemenristek Kemensos Kementan Kemiskinan Kendaraan Dinas Kepala Daerah Kepedulian keperdulian Kepolisian Kerajaan Kereta Api kerja Paksa Kerjasama Kesehatan Kesejahteraan Keselamatan Kesenian Ketahanan Pangan Ketenagakerjaan Keuangan Khilafahtul Muslimin Kilas Balik Bung Karno Kisaran Kivlan Zen KKP KNPI Kohati kompetisi Kompolnas Komputer Komunitas kon Konferensi KONI Konsumen Koperasi Kopermasu Kopi Kopi Pagi Korupsi Koruptor Kota Medan KPK KPR KPU Kriminal KRYD KSAD Kudeta Kuliner Kunjungan Kerja Kutai Kartanegara Labuhan Batu Lahan Lakalantas Laksi Lalu Lintas Lampung Langka Langkat Lapas LAPK Launching Launching Album Launching Aplikasi Launching Buku LAZISMU Lebaran Legislatif Lembaga LGBT Lifestyle Lingkungan Lingkungan Hidup LIPPI Listrik Lock Down Lomba lomba lari London LPPI LPS LSM Lukas Enembe Madina Mahasiswa Mahkamah Mahkamah Agung Mainan anak Majalengka mak Makanan Jepang Makassar Makkasar Mall Maluku Manggarai Barat Market Outlook Masjid Masker Masyarakat Mata Uang Maulid Nabi Mayday MDMC Medan Denai Media Media Sosial Megapolitan Menag Mendag Mendagri Menembak ment Menteri Menteri Perdagangan millenial Minuman Keras Minuman sehat Minyak Goreng Minyak Makan Miras Mobil MOI Motivasi MoU MPR MPR RI Mudik Muhammadiyah Muharram MUI Munas Musibah Musik Musyawarah Musywil Narkoba Narkotika NasDem Nasional Nasional pers Natal Natal & Tahun Baru New Normal NII NKRI NTT NU ODGJ Office Ojek Online Ojol Olah Raga Olahraga Ombusman Omicron Online Operasi Patuh Operasi Yustisi Opini Organisasi Ormas Otomotif P Padang Padanglawas Utara Padangsidimpuan Pagelaran Pahlawan Pajak Pakta Integritas Palestina Paluta Pameran PAN Pancasila pangan Papua Parawisata Pariwisata Partai Amanat Nasional Partai Demokrat Partai Politik Partai UKM Partai Ummat Pasar Pasar modal Pasar Murah Pasar Tradisional Paspampres Patroli PC PCM Medan Denai PDI Perjuangan PDIP Perjuangan pe Pedagang Pegadaian Pelajar Pelajar Islam Indonesia Pelantikan Pelatihan Pelayanan Publik Pelecehan seks Pelukis Peluncuran Pemadam Kebakaran Pemalakan Pembangunan Pembayaran Elektronik Pembunuhan pemerasan Pemerintah Pemerintahan Pemerkosaan Pemilu Pemuda Pemuda Melati Indonesia Pemuda Muhammadiyah Pemuka Agama pen Penandatanganan Pencabulan Pencemaran Nama Baik Penculikan Pencurian Pendataan Pendidikan Penelitian Penembakan Penerbangan Penertiban Pengabdian Pengadilan Pengadilan Negeri Pengajian Pengamanan Pengamat Penganiayaan Pengawasan Pengetahuan Penggelapan Penghargaan Penghijauan Pengusaha Penipuan Penistaan Agama Penulis Penyakit Penyandang Disabilitas Penyuluhan Perampasan Perang Perayaan Perbankan Percut Sei Tuan Perdagangan Perekonomian Perempuan & Anak Peresmian Pergaulan Perhubungan Perikanan Peristiwa Perjanjian Perjudian Perkawinan Perlombaan Permainan Perpajakan Pers Pertamina Pertanahan Pertanian Perusahaan Pesawat Terbang PET Pileg Pilkada PIlkades Pilpres Pin Pinjam meminjam uang Pinjaman Online PKL PKS PLN PMI Polairud Polantas Polisi Cilik Politik POLRI Polwan Pondok Pesantren Ponpes Pornografi Posko Ummat PPKM PPN PPWI Pra Kerja Prabowo Pramuka Praperadilan Prawita Genppari Premanisme Presiden Prestasi Primbon Politik Prokes promo Property Prostitusi Protokol Kesehatan PSI PSSI Public Expose Publik expose Puisi Pungli PUPR Pusat Perbelanjaan Puskesmas PWI Qurban Radikalisme Rafdinal Ragam Rakernas Rakor Ramadhan Reksadana Rektor Relawan Relawan Jokowi Religi Remisi Rentan Renungan resa Restoran Reuni 212 Revolusi Mental Reward RKUHP Robot Ruang Guru Rumah Rumah sakit Rups Rusia RUU Saber Pungli Sabu Sahabat Anak Sains Salon Samosir Samsat Samsung Sanitasi air.Lingkungan hidup Santri SAR Satlantas Satpol PP Satwa SD Muhammadiyah 19 SD Terpadu 23 Medan Sejarah Sekolah Sembako Seminar Sengketa Seniman Senjata Senjata Api Sepak Bola Separatis Sepeda Sepeda sehat Serambi Law Firm Serdang Bedagai Sertifikat Sertijab sho Sigli Silaturahim Silaturahim. KUYAI Kartanegara Silaturahmi Silaturrahim SIM Simalungun Simpan Pinjam Simulasi Smartphone SMP Muhammadiyah 48 Soekarno Solar Somasi Sosial Sosialisasi Startup Stasiun STOP PRES...!!! Studi Ilmiah Stunting Suku bunga Sulawesi Selatan Sumatera Barat Sumatera Utara Sumpah Jabatan Sumur Bor Sumut Sunat Massal Sungai Superstore Suplemen Surabaya Surat Terbuka Suriyono Adi Susanto Suriyono Adi Susanto {SAS) Survei Survey susu Swab Antigen Syafi'i Ma'arif Syariah Syawal Takjil Tali Kasih Talkshow Tanjung Balai Tantama Tapanuli Tengah Tawuran Teknologi Teror Terorisme Tes Urine Tiket Tilang TimurTengah Tips Tjahyo Kumolo TNI TNI AU TNI nasional TNI-Polri Tokoh Tokoh Agama Tokoh Masyarakat Tol Toys Kingdom ToysKingdom Tragedi Transportasi Trend Rambut True Money Uang Uang Palsu UIN Ujaran Kebencian UKM Ukraina Ulama UMJ umkm UMSU Undang-Undang UNIMED UniPin Universitas Unjuk Rasa Upacara Usaha Rakyat UU Cipta Kerja UU ITE UUD 1945 Vaksinasi Vaksinasi booster Valentine Day Verifikasi Viral Virus Corona Walikota Wanita Wapres Wartawan Webinar Wirausaha Wisata WNA Workshop Yogyakarta Zulkifli Hasan

Arsip Berita

IKUTI BERITA VIDEO KAMI DI YOUTUBE

POS PETIR

PAGAR LAUT

Pagar Laut yang terjadi di Tangerang Memang Membuat Heboh Indonesia, Apalagi Ada Sertifikatnya, Berarti Sudah Ada IzinnyaRakyat Semakin Cemas dan Khawatir, Apalagi Kalau Udara Mau DipagarBagai Tersambar Petir Mendengar Pagar-Pagaran .

HALLO KRING..!!!

12 PAS

PANCASILA UDAH FINAL

Pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila Banyak Penolakan Dari Berbagai Kalangan Masyarakat, Memang Seharusnya Tidak Usah Dibahas Dan Lebih Baik Dibatalkan. Pancasila Dasar Negara.
Tendangan 12 PAS Dihentikan

SOS

INDONESIA DARURAT NARKOBA

Sudah dijatuhi hukuman mati bahkan sudah ada yang dieksekusi, tapi masih banyak bandar narkoba semakin merajalela, terbukti banyak yang ditangkap petugas Polisi maupun BNN (Badan Narkotika Nasional) tapi belum kapok juga mereka, justru sipir penjara malah terlibat. Kalau sudah darurat begini, hukuman mati jangan berhenti, jalan terus!.

QUO VADIS

Kunjungan Statistik

Online

IKLAN USAHA ANDA


PAGAR LAUT INDONESIA

~> Sekarang Lagi Heboh Tentang Pagar Laut Yang Terjadi Di Indonesia

<~ Memang Harus Jelas Apa Maksudnya Laut Dipagar, Karena Seharusnya Yang Dipagar itu Batas Wilayah Indonesia Dengan Negara Lain

Link Terkait

close
Banner iklan disini