PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) berhasil membalikkan kondisi keuangannya dengan mencatat laba bersih pada 2025 sebesar Rp127,5 juta melonjak 106,32%. Pencapaian tersebut menjadi titik balik bagi perseroan setelah pada 2024 membukukan rugi bersih Rp2,1 miliar. Laba bersih per saham juga berbalik positif menjadi Rp0,10 per lembar.
Direktur Utama ATAP, Indriati, menyatakan peningkatan kinerja tersebut didorong oleh membaiknya aktivitas operasional sepanjang 2025. Pernyataan itu disampaikan kepada awak media di Bogor, Senin (29/6/2026).
Pendapatan Meningkat, Profitabilitas Mulai Pulih
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan usaha meningkat menjadi sekitar Rp21,04 miliar dari Rp14,20 miliar pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menjadi faktor utama yang mengangkat perseroan kembali mencetak laba setelah mengalami kerugian pada 2024.
Meski demikian, beban pokok penjualan juga naik menjadi sekitar Rp12,89 miliar dibandingkan Rp8,78 miliar pada periode sebelumnya. Kenaikan biaya tersebut masih dapat diimbangi oleh pertumbuhan pendapatan sehingga laba bersih tetap tercatat positif.
Efisiensi Biaya dan Penurunan Liabilitas Keuangan
Selain mencatat peningkatan pendapatan, perusahaan membukukan beban penjualan sekitar Rp635,30 juta, sedangkan beban umum dan administrasi berada di kisaran Rp4,66 miliar. Perseroan juga memperoleh pendapatan lain-lain bersih sekitar Rp529 juta yang ikut menopang hasil usaha tahun berjalan.
Di sisi neraca, jumlah liabilitas keuangan turun menjadi sekitar Rp24,70 miliar pada akhir 2025 dari Rp26,99 miliar pada 2024. Penurunan tersebut terutama berasal dari berkurangnya pinjaman bank menjadi sekitar Rp23,75 miliar dari Rp25,94 miliar, sementara posisi kas dan setara kas tercatat sekitar Rp7,06 miliar.
"Perseroan membukukan laba bersih pada tahun 2025 sebesar Rp127,5 juta. Naik dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mengalami kerugian sebesar Rp2,1 miliar," ujar Indriati.
Perbaikan laba bersih ATAP 2025 memperlihatkan tren pemulihan kinerja keuangan. Ke depan, pelaku pasar akan mencermati kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan pendapatan, mengendalikan beban operasional, serta melanjutkan penurunan utang untuk memperkuat fundamental perusahaan.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto












Tidak ada komentar:
Posting Komentar