PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) terus memperkuat langkah ekspansi bisnis dengan menambah armada alat berat untuk mendukung pertumbuhan sektor pertambangan. Strategi tersebut dijalankan seiring dengan kinerja keuangan yang tetap tumbuh dan kondisi likuiditas yang dinilai sehat hingga kuartal I 2026.
"SMIL mencatat total aset sebesar Rp1,18 triliun per Maret 2026, meningkat dibandingkan posisi akhir 2023 yang sebesar Rp847,65 miliar. Sementara total ekuitas mencapai Rp767,16 miliar, menunjukkan penguatan struktur permodalan perseroan," ujar Direktur utama SMIL, Hadi Suhermin dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Pendapatan dan Profitabilitas Tetap Terjaga
SMIL membukukan pendapatan Rp409,28 miliar pada 2025 dengan laba bersih Rp65,92 miliar. Hingga kuartal I 2026, perusahaan telah mencatat pendapatan Rp128,83 miliar dan laba bersih Rp30,75 miliar atau naik 13,51% dari Rp 27,09 miliar. Perseroan juga mempertahankan margin laba bersih di kisaran 23,87 persen pada Maret 2026.
Hadi menilai pertumbuhan aset dan ekuitas yang konsisten mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas sekaligus memperkuat fondasi bisnis jangka panjang. Rasio utang terhadap ekuitas juga tetap terkendali di level 0,54 kali pada Maret 2026.
Ekspansi Bisnis SMIL ke Sektor Tambang
Untuk menangkap peluang dari industri pertambangan, SMIL memperluas portofolio armada alat berat. Perusahaan berencana meningkatkan jumlah dump truck dari 32 unit menjadi 64 unit pada 2026. Selain itu, jumlah excavator akan bertambah dari enam unit menjadi 12 unit, sementara crawler dozer, compactor, dan motor grader juga ditingkatkan.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan utilisasi armada sekaligus memperbesar kontribusi pendapatan dari sektor tambang yang menjadi salah satu fokus pertumbuhan baru perusahaan.
Proyeksi Pertumbuhan Hingga 2030
SMIL optimistis tren pertumbuhan akan berlanjut dalam lima tahun ke depan. Perseroan memproyeksikan pendapatan meningkat menjadi lebih dari Rp1 triliun pada 2030, dengan laba bersih berpotensi mencapai Rp314,52 miliar. Total aset juga diperkirakan menembus Rp1,92 triliun pada periode yang sama.
Dengan bisnis utama penyewaan forklift dan material handling yang telah melayani berbagai sektor industri, SMIL menilai diversifikasi ke alat berat pertambangan akan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan perusahaan pada tahun-tahun mendatang.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar