PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) membukukan kinerja positif sepanjang 2025. Perseroan mencatat kenaikan pendapatan sebesar 26,5 persen menjadi Rp105,5 miliar, disertai lonjakan laba bersih 142 persen menjadi Rp33,3 miliar. Capaian tersebut mendorong Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen tunai perdana sejak perusahaan melantai di Bursa Efek Indonesia.
Berdasarkan hasil RUPST pada Kamis, 25 Juni 2026, pemegang saham menyetujui pembagian dividen sebesar Rp5,49 miliar atau setara Dividend Payout Ratio (DPR) 16,55 persen dari laba tahun buku 2025. Perseroan juga menetapkan dana cadangan wajib Rp100 juta, sedangkan sisa laba akan digunakan sebagai modal kerja untuk mempercepat pengembangan bisnis, terutama Kawasan Industri Cikembar.
Kawasan Industri Cikembar Dorong Profitabilitas
Peningkatan kinerja keuangan CSIS 2025 ditopang monetisasi lahan di Kawasan Industri Cikembar yang mulai memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan. Kondisi tersebut membuat Net Profit Margin (NPM) meningkat dari 16,5 persen menjadi 31,5 persen.
Momentum pertumbuhan berlanjut pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan pendapatan Rp38,4 miliar atau melonjak 263 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih juga meningkat drastis menjadi Rp20,9 miliar atau tumbuh 1.479 persen secara tahunan, dengan gross profit margin mencapai 80,3 persen dan net profit margin sebesar 54,6 persen.
Untuk mempercepat pengembangan kawasan industri, CSIS mengoptimalkan dana rights issue senilai Rp198 miliar. Dana tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur kawasan serta perluasan landbank di Cikembar guna mengejar target marketing sales Rp120 miliar pada 2026.
Perkuat Manajemen dan Siapkan Proyek Jangka Panjang
RUPST juga menyetujui pengangkatan Octova Lily sebagai Direktur Perseroan. Langkah ini diharapkan memperkuat kapasitas manajemen dalam mengawal ekspansi bisnis, termasuk pengembangan kawasan Tenjojaya di Sukabumi yang mengusung konsep Integrated Agricultural-Based Healing Haven.
Sementara itu, Direktur Utama PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk, Tjoea Aubintoro, mengatakan CSIS memiliki kombinasi aset yang saling melengkapi. "Sentul memberikan fondasi yang matang, sementara Cikembar mulai berkembang sebagai motor pertumbuhan baru Perseroan. Di saat yang sama, Tenjojaya kami persiapkan sebagai visi jangka panjang Perseroan," ujarnya.
Menurut Tjoea, konsep Tenjojaya akan mengintegrasikan pertanian modern, wellness, community living, dan pariwisata berbasis alam sebagai sumber pertumbuhan berkelanjutan yang memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan masyarakat.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar