PT Agro Bahari Nusantara Tbk (UDNG) mencatat lonjakan kinerja usaha sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp21,6 miliar, melonjak sekitar 590,29 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,1 miliar.
Direktur Utama UDNG, Vincent Lukito, dalam Public Expose di Jakarta, Rabu (17/6/2026), mengatakan peningkatan pendapatan didorong oleh bertambahnya volume panen dari fasilitas budidaya yang telah beroperasi, termasuk kontribusi anak usaha PT Marina Bahari Sentosa yang mulai memasuki tahap produksi komersial.
Menurut Vincent, capaian tersebut menjadi indikasi bahwa strategi ekspansi yang dijalankan perusahaan mulai menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata. Tahun 2025 juga menjadi fase penting bagi perseroan karena investasi infrastruktur yang dilakukan sebelumnya mulai berkontribusi terhadap pendapatan usaha.
Pendapatan Melonjak, Rugi Bersih Menyusut
Dalam laporan keuangannya, UDNG masih membukukan rugi bersih sebesar Rp3,43 miliar pada 2025. Namun, angka tersebut membaik dibandingkan rugi bersih tahun 2024 yang mencapai Rp3,67 miliar.
Perbaikan kinerja ini menunjukkan efisiensi operasional mulai berjalan seiring beroperasinya klaster-klaster tambak baru secara penuh. Secara tahunan, profitabilitas perseroan meningkat 6,58 persen, mencerminkan arah pemulihan bisnis yang semakin kuat.
"Kinerja ini menunjukkan proses turnaround berjalan positif dan didukung peningkatan aktivitas budidaya yang lebih optimal," ujar Vincent.
Struktur Keuangan Tetap Solid
Dari sisi neraca, total aset UDNG pada akhir 2025 tercatat sebesar Rp55,99 miliar, turun 2,82 persen dibandingkan Rp57,61 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan terutama berasal dari berkurangnya kas dan setara kas yang digunakan untuk mendukung ekspansi usaha dan aktivitas operasional.
Sementara itu, total liabilitas meningkat menjadi Rp4,19 miliar dari Rp2,38 miliar pada 2024. Kenaikan tersebut terutama berasal dari optimalisasi fasilitas kredit jangka pendek untuk mendukung pembelian pakan, benur, dan kebutuhan operasional tambak.
Adapun total ekuitas perseroan tercatat sebesar Rp51,80 miliar. Meski turun 6,22 persen dibandingkan tahun sebelumnya, posisi permodalan UDNG dinilai tetap kuat dengan tingkat leverage yang relatif rendah.
Prospek 2026 Masih Menjanjikan
Memasuki 2026, manajemen optimistis prospek bisnis budidaya udang nasional masih terbuka lebar. Perseroan akan fokus meningkatkan produktivitas tambak, efisiensi operasional, optimalisasi tingkat survival rate dan feed conversion ratio (FCR), serta memperkuat sistem biosecurity dan tata kelola perusahaan.
Selain itu, UDNG juga menargetkan peningkatan volume penjualan, diversifikasi pasar, dan penetrasi ke segmen pelanggan bernilai tambah tinggi. Dengan dukungan fasilitas produksi yang telah tersedia dan meningkatnya permintaan global terhadap produk udang, perseroan yakin dapat menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar