Keberadaan sejumlah mobil mewah di area parkir Rumah Susun (Rusun) Tambora, Jakarta Barat, menjadi sorotan penghuni. Warga mengaku kondisi tersebut tidak hanya membuat area parkir semakin padat, tetapi juga berdampak pada operasional bus Transjakarta rute 9F yang melayani kawasan rusun.
Sejumlah penghuni menilai rusun yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah kini justru dipenuhi kendaraan bernilai tinggi. Mereka juga menduga area parkir telah dikomersialkan sehingga jumlah kendaraan yang terparkir terus bertambah.
Warga Keluhkan Layanan Transjakarta
Menurut keterangan penghuni, kepadatan kendaraan di area parkir menyebabkan bus Transjakarta 9F kerap tidak memasuki kawasan rusun. Pengemudi disebut memilih berhenti di luar kawasan karena khawatir terjadi gesekan dengan kendaraan yang terparkir di sepanjang akses masuk.
Kondisi tersebut dinilai merugikan penghuni yang setiap hari mengandalkan transportasi umum untuk beraktivitas.
Petugas Mengaku Tidak Mengetahui
Saat dikonfirmasi wartawan Surat Kabar Duta Nusantara Merdeka, petugas rusun mengaku tidak mengetahui mengenai keberadaan mobil-mobil mewah yang memenuhi area parkir maupun dugaan pengelolaan parkir secara komersial.
Sementara itu, warga berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera melakukan evaluasi terhadap pengelolaan parkir dan penataan lingkungan Rusun Tambora. Mereka meminta kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan dapat ditertibkan agar fungsi rumah susun sebagai hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah tetap terjaga.
Warga juga mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk menindaklanjuti keluhan tersebut melalui pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengelolaan parkir, sekaligus memastikan akses transportasi umum menuju Rusun Tambora kembali berjalan normal tanpa hambatan.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar