PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang 2025. Emiten jasa transportasi udara tersebut membukukan pendapatan sebesar Rp154,30 miliar, meningkat 17,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp131,20 miliar. Peningkatan pendapatan tersebut turut mendorong lonjakan laba komprehensif tahun berjalan hingga mencapai Rp26,52 miliar.
Direktur Utama HELI, Edwin Widjaja, menyampaikan capaian tersebut dalam Public Expose di Jakarta, Rabu (24/6/2026). Menurutnya, pertumbuhan kinerja didukung oleh meningkatnya aktivitas operasional serta kontribusi sejumlah kontrak jasa layanan helikopter yang masih berjalan hingga beberapa tahun ke depan.
Kinerja Keuangan HELI Menguat pada 2025
Selain mencatatkan kenaikan pendapatan, HELI juga membukukan laba komprehensif sebesar Rp26,52 miliar atau melonjak 273,01 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp7,11 miliar.
Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan naik 9,40 persen menjadi Rp195,06 miliar dari sebelumnya Rp178,30 miliar. Sementara itu, total liabilitas meningkat 42,32 persen menjadi Rp89,20 miliar dibandingkan Rp62,68 miliar pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain, total ekuitas tercatat sebesar Rp105,85 miliar atau turun 8,45 persen dibandingkan posisi tahun 2024 yang mencapai Rp115,62 miliar.
Kontrak Helikopter Jadi Penopang Bisnis
Perseroan melalui anak usaha PT Komala Indonesia masih mengandalkan sejumlah kontrak jasa layanan helikopter sebagai sumber pendapatan utama. Salah satunya adalah kontrak penanggulangan kebakaran hutan bersama PT Satria Perkasa Agung dan PT Arara Abadi yang merupakan bagian dari Sinarmas Forestry.
Kontrak yang menggunakan dua unit helikopter tersebut telah berjalan sejak 2023 dan akan berakhir pada 2026.
Tambah Kontrak Baru dan Diversifikasi Usaha
Selain kontrak yang sudah berjalan, PT Komala Indonesia juga memperoleh kontrak baru dari Sinarmas Forestry untuk penyediaan satu unit helikopter di wilayah Kalimantan Tengah selama periode 2025 hingga 2026.
Perseroan juga mendapatkan kontrak layanan helikopter dari Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK) di Papua untuk periode yang sama. Di samping itu, HELI memperoleh kontrak penyewaan helikopter dari salah satu instansi pemerintah untuk mendukung program pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan sepanjang 2025, dengan peluang perpanjangan hingga pertengahan 2026.
Untuk memperluas sumber pendapatan, perseroan tengah mempersiapkan operasional pesawat Cessna T206H yang akan digunakan untuk kegiatan foto udara, pemetaan, dan skydiving. HELI juga menjajaki bisnis baru di sektor logistik udara melalui cargo drone. Uji coba teknologi tersebut hampir rampung dan ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2026.
Manajemen menegaskan strategi mendapatkan kontrak baru, penambahan armada, serta penyempurnaan standar operasional menuju implementasi ISO 9001 menjadi fokus utama dalam mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto











Tidak ada komentar:
Posting Komentar