PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) atau Paradise Indonesia terus menjaga momentum pertumbuhan bisnisnya dengan mencatatkan kinerja positif selama lima tahun berturut-turut. Perseroan mengandalkan pendapatan berulang (recurring income), ekspansi aset strategis, serta struktur keuangan yang sehat untuk memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang di tengah dinamika industri properti dan ekonomi global.
Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peresmian 23 Semarang Shopping Center pada 13 Juni 2026. Proyek mixed-use terbaru di Kota Semarang itu menjadi bagian dari strategi Paradise Indonesia dalam memperluas portofolio komersial sekaligus memperkuat sumber pendapatan berkelanjutan.
Selain menghadirkan pusat gaya hidup modern, proyek tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas usaha lokal, serta keterlibatan lebih dari 50 pelaku UMKM dan merek lokal.
Recurring Income Jadi Penopang Utama Kinerja
Salah satu kekuatan utama Paradise Indonesia adalah dominasi pendapatan berulang yang berasal dari pusat perbelanjaan, hotel, serviced apartment, dan aset komersial lainnya. Strategi ini menjadikan arus kas perusahaan lebih stabil dibandingkan model bisnis properti yang bergantung pada penjualan aset semata.
Perseroan menargetkan kontribusi recurring income tetap berada di atas 75 persen dari total pendapatan sepanjang 2026. Target tersebut ditopang performa aset komersial dan perhotelan yang terus menunjukkan pertumbuhan.
Kondisi keuangan perusahaan juga tergolong solid. Paradise Indonesia mencatat rasio Net Debt to Equity Ratio (Net DER) hanya 0,21 kali, mencerminkan tingkat utang yang rendah dan disiplin pengelolaan modal.
Pada kuartal I-2026, EBITDA perusahaan meningkat 20 persen menjadi Rp100,67 miliar. Sebelumnya, sepanjang 2025, pendapatan neto tumbuh 32,9 persen secara tahunan menjadi Rp1,74 triliun.
Perkuat Portofolio dan Tata Kelola
Dalam lima tahun terakhir, Paradise Indonesia terus memperluas portofolio melalui ekspansi beachwalk Shopping Center, akuisisi Antasari Place, pengembangan sejumlah hotel, hingga peluncuran proyek residensial dan serviced apartment di berbagai kota.
Perusahaan juga menjalin kemitraan strategis dengan Hankyu Hanshin Properties dari Jepang pada 2025. Kolaborasi tersebut dinilai memperkuat kredibilitas Perseroan sekaligus membuka peluang pengembangan proyek berskala internasional.
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 18 Juni 2026, Perseroan juga melakukan perubahan susunan direksi dan komisaris. Andri Hadi ditunjuk sebagai Presiden Direktur menggantikan Anthony Prabowo Susilo yang kini menjabat Presiden Komisaris.
“Dengan kombinasi pengalaman manajemen yang solid dan portofolio aset yang terus berkembang, PARADISE INDONESIA optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan yang telah terbangun selama beberapa tahun terakhir,” ujar Presiden Direktur Paradise Indonesia, Andri Hadi di Jakarta, Kamis (18/06/2026).
Wakil Presiden Direktur Paradise Indonesia, Surina, menambahkan bahwa perusahaan telah membangun fondasi pertumbuhan melalui aset berkualitas, pendapatan berulang yang dominan, neraca yang sehat, serta disiplin eksekusi proyek. Menurutnya, kombinasi tersebut akan menjadi modal penting untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar