PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2025. Perseroan membukukan pendapatan bersih sebesar Rp33,49 miliar, meningkat 5,07 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp31,87 miliar.
Direktur Utama KDTN, Xaverius Nursalim, dalam Public Expose Tahunan di Jakarta, Senin (22/6/2026), menjelaskan bahwa peningkatan pendapatan ditopang oleh bisnis perhotelan, khususnya segmen sewa kamar yang menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan.
Pendapatan dan Laba Tumbuh Positif
Berdasarkan laporan perseroan, pendapatan dari sewa kamar mencapai Rp28,02 miliar atau meningkat dibandingkan Rp25,27 miliar pada 2024. Sementara pendapatan dari makanan dan minuman tercatat Rp5,36 miliar. Adapun pendapatan lainnya mencapai Rp99,71 juta.
Di sisi lain, beban langsung perusahaan naik tipis menjadi Rp18,14 miliar dari Rp18 miliar pada tahun sebelumnya. Meski demikian, laba bruto KDTN meningkat 10,68 persen menjadi Rp15,34 miliar dibandingkan Rp13,86 miliar pada 2024.
Peningkatan efisiensi operasional turut mendorong laba usaha menjadi Rp2,75 miliar atau naik 18,97 persen dari Rp2,31 miliar pada periode sebelumnya.
KDTN juga berhasil menekan beban keuangan menjadi Rp269,05 juta dari Rp720,63 juta. Dengan kondisi tersebut, laba sebelum pajak tercatat Rp2,69 miliar atau meningkat 16,56 persen dibandingkan tahun 2024.
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar Rp651,33 juta, perseroan membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp2,04 miliar. Angka tersebut tumbuh 12,84 persen dibandingkan laba tahun sebelumnya sebesar Rp1,81 miliar.
Liabilitas Naik karena Pengembangan Hotel
Dari sisi neraca, total aset perseroan meningkat 6,54 persen menjadi Rp79,94 miliar pada akhir 2025 dari Rp75,03 miliar pada tahun sebelumnya.
Namun, total liabilitas melonjak 52,33 persen menjadi Rp11,77 miliar dari Rp7,72 miliar. Direktur KDTN, Irene Nursalim, menjelaskan peningkatan kewajiban tersebut berasal dari fasilitas kredit yang diperoleh dari PT Bank Pan Indonesia Tbk untuk mendukung pembangunan fasilitas hotel di Rest Area KM 379 serta pengembangan Kedaton 8 Hotel Sentul.
"Kenaikan tersebut dikarenakan adanya fasilitas kredit dari PT Bank Pan Indonesia Tbk yang digunakan untuk pembangunan fasilitas hotel di Rest Area KM379 dan Kedaton 8 Hotel di Sentul," ujar Irene.
Fokus Transformasi Bisnis pada 2026
Memasuki 2026, KDTN menyiapkan sejumlah agenda strategis. Perseroan berencana menuntaskan proses pengambilalihan dan perubahan pengendalian oleh Ruby Mining (Hongkong) Limited.
Selain itu, perusahaan akan mengubah kegiatan usaha menjadi holding company guna memperluas peluang bisnis. Sejalan dengan strategi tersebut, KDTN juga berencana mengakuisisi entitas usaha di sektor perdagangan mineral serta melakukan penataan portofolio melalui pengalihan aset dan bisnis eksisting.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus membuka sumber pertumbuhan baru di luar bisnis perhotelan yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan perseroan.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto











Tidak ada komentar:
Posting Komentar