Duta Nusantara Merdeka | Jakarta
PT Roda Vivatex Tbk (RDTX) mencatat pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang tahun buku 2025. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp570,19 miliar hingga 31 Desember 2025, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp530,65 miliar.
Direktur Utama RDTX, Wiriady Widjaja menyampaikan capaian tersebut dalam Public Expose yang digelar di Jakarta, Selasa (23/6/2026). Kenaikan pendapatan turut mendorong peningkatan profitabilitas perusahaan di tengah dinamika ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian.
Laba dan Aset RDTX Tumbuh Signifikan
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bruto naik menjadi Rp373,28 miliar dari Rp329,68 miliar pada tahun sebelumnya. Sementara itu, laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp352,37 miliar, meningkat dibandingkan Rp288,95 miliar pada 2024.
Adapun laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp352,13 miliar atau naik sekitar 21,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp288,88 miliar.
Dari sisi neraca, total aset RDTX tumbuh menjadi Rp3,71 triliun hingga akhir 2025, dibandingkan Rp3,44 triliun pada akhir 2024. Sementara total liabilitas tercatat Rp412,73 miliar, sedikit meningkat dari Rp408,17 miliar pada periode sebelumnya.
Posisi Kas Menguat Berkat Penerimaan Pelanggan
Kinerja keuangan RDTX 2025 meningkat juga tercermin dari posisi kas dan setara kas yang mencapai Rp531 miliar pada akhir tahun. Angka tersebut tumbuh 27,3 persen dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp416,9 miliar.
Wiriady menjelaskan, kenaikan saldo kas terutama ditopang oleh meningkatnya penerimaan dari pelanggan. Kondisi tersebut memperkuat likuiditas perusahaan dan memberikan ruang yang lebih luas untuk mendukung kebutuhan operasional maupun pengembangan usaha ke depan.
Prospek Bisnis 2026 Tetap Menjanjikan
Memasuki tahun 2026, Wiriady menilai prospek usaha masih terbuka positif meskipun tantangan ekonomi global diperkirakan belum sepenuhnya mereda. Pemulihan ekonomi yang berlangsung bertahap serta perubahan kebutuhan ruang kerja dinilai menjadi peluang pertumbuhan bagi perseroan.
Strategi utama perusahaan diarahkan pada peningkatan tingkat okupansi gedung, penguatan hubungan dengan tenant eksisting, serta inovasi layanan pengelolaan properti. Perseroan juga menawarkan fleksibilitas penyewaan ruang kantor, termasuk opsi penggunaan furnitur bekas untuk membantu menekan investasi awal penyewa.
Saat ini, tingkat okupansi rata-rata gedung milik RDTX mencapai 89 persen dengan tingkat kekosongan sekitar 11 persen. Capaian tersebut menunjukkan permintaan ruang perkantoran yang relatif stabil dan menjadi fondasi bagi prospek bisnis properti perkantoran perseroan pada tahun mendatang.
Reporter Lakalim Adalin
Editor Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar