PT Bintraco Dharma Tbk (CARS) berhasil mempertahankan kinerja keuangannya di tengah tekanan yang masih membayangi industri otomotif nasional. Meskipun volume penjualan mengalami penurunan cukup tajam, perseroan mampu menjaga laba bersih tetap stabil melalui berbagai langkah efisiensi operasional dan pengelolaan modal kerja.
"Penjualan kendaraan perseroan pada kuartal I 2026 tercatat sebanyak 3.106 unit. Angka tersebut turun sekitar 19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 3.835 unit," ujar Benny Redjo Setyono, Direktur Utama CARS dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (25/06/26).
Sementara itu, pendapatan perusahaan turun dari Rp1,43 triliun menjadi Rp1,13 triliun atau terkoreksi sekitar 21 persen.
Industri Otomotif Mulai Pulih, Namun Tantangan Masih Besar
Benny menilai pasar otomotif nasional mulai menunjukkan tanda pemulihan pada awal 2026 dengan pertumbuhan sekitar 2 persen secara tahunan. Namun, berbagai tantangan masih membebani industri, mulai dari kenaikan harga energi hingga tekanan nilai tukar yang memengaruhi daya beli masyarakat.
Di wilayah Jawa Tengah dan DIY yang menjadi basis utama operasional perseroan, pertumbuhan pasar cenderung stagnan. Penerapan kebijakan opsen daerah juga disebut meningkatkan biaya kepemilikan kendaraan sehingga turut menekan permintaan kendaraan baru, khususnya dari segmen pelanggan korporasi dan armada.
Toyota tetap menjadi pemimpin pasar nasional dengan pangsa pasar sekitar 29 persen pada tiga bulan pertama 2026. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Bintraco Dharma yang menjalankan jaringan dealer Toyota melalui Nasmoco.
Efisiensi Jadi Kunci Menjaga Profitabilitas
Di tengah pelemahan penjualan, perusahaan berhasil menjaga laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk hanya turun 4 persen menjadi Rp46 miliar pada kuartal I 2026 dari Rp48 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Lebih lanjut, Benny menjelaskan bahwa berbagai program efisiensi difokuskan pada pengendalian margin laba kotor, penghematan biaya operasional, serta optimalisasi modal kerja yang berdampak pada penurunan beban bunga.
Selain itu, struktur keuangan perseroan juga menunjukkan perbaikan. Liabilitas tercatat turun menjadi sekitar Rp1,58 triliun, sementara ekuitas meningkat menjadi Rp1,38 triliun. Kondisi tersebut mencerminkan kemampuan perusahaan menjaga kesehatan neraca di tengah perlambatan industri.
Elektrifikasi Jadi Peluang Baru
Perusahaan juga melihat tren elektrifikasi sebagai peluang pertumbuhan jangka panjang. Penetrasi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) terus meningkat baik di tingkat nasional maupun regional. Sementara itu, kendaraan hybrid juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat melalui sejumlah model Toyota yang semakin diminati konsumen.
"Dengan jaringan 24 dealer Toyota dan 18 bengkel modern Carfix yang tersebar di Jawa dan Bali, Bintraco Dharma optimistis dapat mempertahankan posisi bisnisnya sekaligus menangkap peluang dari perubahan tren industri otomotif ke depan," pungkasnya.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto











Tidak ada komentar:
Posting Komentar