Program doktoral internasional D.S.P.P menjadi fokus seminar daring yang digelar pada Kamis (25/6/2026) malam. Kegiatan yang diinisiasi melalui kolaborasi WPF University, Princonser University, dan Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) itu bertujuan memberikan pemahaman mengenai konsep, mekanisme, serta standar akademik program Doctor of Scientific-Practical Philosophy (D.S.P.P).
Seminar yang berlangsung selama dua jam tersebut diikuti jurnalis, akademisi, aktivis, serta praktisi dari berbagai daerah di Indonesia. Hadir sebagai pembicara utama Prof. Muhammad Jesues Chrisnha selaku Chancellor International WPF University dan Prof. Fidel Gutiérrez Vivanco selaku Rector Princonser University yang mengikuti kegiatan secara langsung dari Lima, Peru. Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke bertindak sebagai moderator sekaligus penerjemah.
Penjelasan tentang Doctor Award
Dalam pemaparannya, Prof. Muhammad Jesues Chrisnha menyoroti masih adanya kesalahpahaman mengenai istilah Doctor Award. Menurutnya, penghargaan tersebut tidak dapat disamakan dengan gelar Doktor Kehormatan atau Honoris Causa.
"Seseorang yang menerima gelar D.S.P.P dari kami wajib berpartisipasi aktif dalam proses ilmiah. Mereka harus menyerahkan karya asli, menyusun disertasi atau tesis, menjalani evaluasi akademik independen, peninjauan penelitian, hingga melakukan ujian lisan dan/atau pembelaan karyanya di hadapan panel dewan akademik internasional," ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh tahapan tersebut menghasilkan rekam jejak akademik berupa publikasi ilmiah, hasil penelitian, serta dokumen evaluasi yang dapat menjadi bagian dari portofolio akademik peserta.
Kerja Sama Internasional
Rektor Princonser University, Prof. Fidel Gutiérrez Vivanco, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama dengan PPWI dan WPF University. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi langkah awal untuk memperluas pengembangan filsafat praktis-ilmiah kepada masyarakat internasional, termasuk Indonesia.
"Kami mengucapkan selamat kepada keluarga besar PPWI dan WPF University atas kemitraan strategis ini. Seminar ini menunjukkan komitmen bersama dalam mengembangkan filsafat praktis-ilmiah di tingkat global," katanya.
Sementara itu, Wilson Lalengke menilai program D.S.P.P membuka kesempatan bagi kalangan profesional, akademisi, maupun praktisi untuk memperoleh pengakuan internasional atas karya dan kontribusi ilmiah yang telah dihasilkan.
Mengedepankan Filsafat Praktis
Penyelenggara menjelaskan bahwa konsep D.S.P.P mengadopsi gagasan Phronesis yang diperkenalkan Aristoteles, yakni kebijaksanaan yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghubungkan praktik profesional dengan kajian akademik melalui penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Di akhir seminar, Prof. Chrisnha menyampaikan bahwa masyarakat yang berminat mengikuti program doktoral internasional D.S.P.P dapat memperoleh informasi lebih lanjut melalui tim kerja sama PPWI dan WPF University.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar