Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) mengusulkan pembentukan Joint Task Force Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) sebagai langkah strategis untuk mengawal proses ratifikasi dan implementasi perjanjian dagang antara Indonesia dan Uni Eropa. Inisiatif tersebut ditujukan agar manfaat ekonomi dari kesepakatan dapat segera dirasakan dunia usaha, tenaga kerja, serta perekonomian nasional.
Usulan tersebut menjadi salah satu hasil utama dalam APINDO Business Mission to Europe 2026 yang berlangsung pada 11–19 Juni 2026 di Belanda, Belgia, dan Prancis. Misi bisnis itu dipimpin Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani bersama Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral sekaligus Ketua Dewan Pakar APINDO, Mari Elka Pangestu, serta delegasi pelaku usaha dari berbagai sektor industri.
Fokus Bergeser dari Negosiasi ke Implementasi
Shinta menegaskan bahwa setelah proses negosiasi IEU-CEPA dinyatakan selesai, perhatian seluruh pemangku kepentingan harus beralih pada tahap ratifikasi dan implementasi agar peluang ekonomi yang tercipta tidak terhambat.
“Keberhasilan IEU-CEPA ditentukan berdasarkan kemampuan memastikan ratifikasi dan implementasinya berjalan efektif, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan pelaku usaha, pekerja, dan perekonomian,” kata Shinta dalam keterangannya, Selasa (23/6).
Menurutnya, keberadaan Joint Task Force akan menjadi wadah koordinasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk memastikan kesiapan regulasi, pelaksanaan teknis, serta pemanfaatan fasilitas perdagangan yang tersedia dalam perjanjian tersebut.
Ancaman Kenaikan Tarif Ekspor ke Eropa
APINDO menilai percepatan implementasi IEU-CEPA menjadi sangat penting karena skema fasilitas perdagangan Generalised Scheme of Preferences (GSP) Uni Eropa bagi Indonesia akan berakhir pada 31 Desember 2026.
Jika IEU-CEPA belum efektif berlaku pada awal 2027, Indonesia berpotensi menghadapi kondisi yang dikenal sebagai cliff edge, yakni situasi ketika sejumlah produk ekspor harus menanggung tarif yang lebih tinggi saat memasuki pasar Eropa.
Sektor-sektor padat karya seperti tekstil, alas kaki, furnitur, serta produk perikanan disebut sebagai industri yang paling rentan terdampak oleh kenaikan tarif tersebut.
Perkuat Dukungan Internasional
Dalam rangkaian misi bisnis ke Eropa, APINDO juga menggelar berbagai pertemuan dengan pemangku kepentingan di Belanda, Belgia, dan Prancis guna memperkuat dukungan terhadap ratifikasi IEU-CEPA. Pembahasan turut mencakup isu keberlanjutan, peningkatan investasi, serta penguatan daya saing industri nasional agar mampu memanfaatkan peluang pasar Uni Eropa secara optimal setelah perjanjian diberlakukan.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar