Rangkaian nasional AI Driven Secure & Efficient 2026 akan mencapai puncaknya di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 25 Juni 2026. Kegiatan yang mengusung tema “AI Driven Secure & Efficient: Wujudkan RS Tangguh, Aman, dan Efisien” tersebut menjadi penutup dari roadshow yang telah berlangsung di delapan kota di Indonesia.
Acara yang digelar di Hotel Platinum Balikpapan itu menargetkan sekitar 100 peserta yang berasal dari jajaran direksi rumah sakit, manajemen rumah sakit, hingga pengelola teknologi informasi sektor kesehatan. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Yorindo Communication, APKOMINDO, APTIKNAS, dan PERATIN dengan dukungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Didorong Kebutuhan Transformasi Digital Kesehatan
Dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur mempertegas pentingnya percepatan digitalisasi layanan kesehatan yang aman dan berkelanjutan. Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, dr. H. Jaya Mualimin, Sp.KJ., M.Kes., MARS, dijadwalkan hadir untuk memberikan dukungan terhadap penguatan ekosistem kesehatan berbasis teknologi digital.
Workshop ini mengangkat empat pilar utama transformasi digital, yakni Smart Infrastructure, Autonomous Cyber Defense, People Intelligence, dan Autonomous Automation. Keempat aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam implementasi kecerdasan buatan di sektor kesehatan.
Ancaman Siber Jadi Perhatian Utama
Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Drs. Slamet Aji Pamungkas, M.Eng., akan memaparkan strategi penguatan keamanan siber nasional. Sektor kesehatan dinilai menjadi salah satu target utama serangan digital karena menyimpan data sensitif bernilai tinggi.
Berdasarkan data BSSN, sepanjang tahun sebelumnya tercatat sekitar 351,7 juta anomali trafik siber, dengan aktivitas malware mendominasi lebih dari dua pertiga dari total insiden yang terdeteksi.
Infrastruktur Menentukan Keberhasilan AI
Ketua Umum APKOMINDO dan APTIKNAS sekaligus Sekretaris Jenderal PERATIN, Ir. Soegiharto Santoso, S.H. (Hoky), menegaskan bahwa implementasi AI tidak cukup hanya mengandalkan aplikasi dan algoritma.
“Transformasi digital berbasis AI tidak cukup hanya berbicara tentang aplikasi dan algoritma. Infrastruktur yang andal, keamanan siber yang kuat, serta SDM yang kompeten merupakan fondasi utama yang harus dibangun bersama. Tanpa fondasi yang memadai, implementasi AI berpotensi menghadapi risiko Black Box Syndrome,” ujar Hoky.
Menurutnya, layanan kesehatan masa depan akan bergerak menuju konsep Borderless Healthcare melalui pemanfaatan telemedicine, Internet of Medical Things (IoMT), hingga telesurgery yang memungkinkan pelayanan medis lintas lokasi secara real time.
Hadirkan Workshop AI dan Lelang Samsung Business TV
Selain menghadirkan berbagai pakar keamanan siber dan transformasi digital, kegiatan ini juga menyelenggarakan sesi praktik pembuatan AI menggunakan platform N8N yang dipandu praktisi AI-IoT Agus Dedi Supriyadi.
Sebagai penutup rangkaian roadshow nasional, panitia turut menghadirkan program lelang eksklusif Samsung Business TV 50 inci BE50FX-H. Perangkat bernilai lebih dari Rp7,6 juta tersebut akan dilelang mulai harga Rp10.000 dengan kenaikan penawaran minimal Rp10.000.
Melalui kegiatan ini, para pemangku kepentingan berharap adopsi teknologi kecerdasan buatan, penguatan keamanan siber, dan pembangunan infrastruktur digital kesehatan dapat berkembang lebih merata di berbagai daerah, termasuk kawasan Kalimantan, guna mendukung daya saing Indonesia di era ekonomi digital.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar