Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia kembali menggelar Pelita Indonesia Studentpreneur Fair 2026: Asian Market sebagai ajang pengembangan kewirausahaan mahasiswa. Kegiatan tahunan yang memasuki penyelenggaraan ke-6 tersebut resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru, H. Markarius Anwar, S.T., M.Arch, Sabtu (13/6/2026).
Pelita Indonesia Studentpreneur Fair 2026 tidak hanya menghadirkan pameran produk dan jasa karya mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi generasi muda untuk memahami praktik bisnis di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat.
Kampus Dorong Mahasiswa Menjadi Pencipta Lapangan Kerja
Wakil Rektor I Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia, Prof. Dr. Teddy Chandra, mengatakan kampus terus mendorong perubahan pola pikir mahasiswa agar tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan setelah lulus, melainkan mampu menciptakan peluang usaha baru.
"Sekitar 85 persen lulusan Pelita Indonesia sudah bekerja. Melalui Studentpreneur Fair ini, kami ingin mahasiswa belajar membuka usaha sendiri. Setidaknya mereka memiliki pengalaman berbisnis sebagai sumber pendapatan tambahan," ujar Prof. Teddy.
Menurutnya, penguatan kewirausahaan mahasiswa menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Pekanbaru. Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pemerintah Kota Beri Apresiasi
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengapresiasi konsistensi Pelita Indonesia dalam menghadirkan ruang praktik bisnis bagi mahasiswa.
"Ini bukan sekadar bazar UMKM saja, tetapi merupakan laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk belajar berwirausaha, berinovasi, membangun jejaring, serta memahami dinamika dunia usaha secara langsung," kata Markarius.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk berani memulai usaha dari skala kecil sebagai langkah awal membangun mental dan pengalaman menjadi entrepreneur.
Tinjau Stand Kendaraan Listrik
Usai membuka acara, Markarius meninjau area pameran yang diisi 173 stand peserta. Salah satu yang mendapat perhatian adalah stand sepeda dan motor listrik Yadea. Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog dengan Direktur Operasional Nata Hedy Nyo dan tenaga pemasaran bernama Rima.
Markarius menilai kendaraan listrik menjadi solusi transportasi yang relevan di tengah meningkatnya biaya energi serta kebutuhan masyarakat terhadap moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.
"Mantap, sepeda dan motor listrik ini sangat bermanfaat, hemat, dan mengurangi polusi alias ramah lingkungan. Apalagi dengan keadaan sekarang di tengah efek kenaikan harga BBM," tuturnya.
Melalui Pelita Indonesia Studentpreneur Fair 2026, kampus berharap kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat terus memperkuat ekosistem kewirausahaan serta melahirkan generasi muda yang mampu menciptakan lapangan kerja baru di masa depan.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar