Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) memperkuat kolaborasi dalam penataan ruang laut untuk Industropolis Batang. Langkah tersebut dilakukan melalui penyelarasan tata ruang darat dan laut guna mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Sinergi tersebut mencakup pengaturan pemanfaatan wilayah pesisir, pengembangan sistem transportasi, pelabuhan, hingga pengelolaan kawasan pantai yang terintegrasi. Kesepakatan kerja sama antara Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut (PRL) KKP dan PT KITB ditandatangani di Batang, Jawa Tengah, pada 5 Juni 2026.
Direktur Jenderal Penataan Ruang Laut KKP, Kartika Listriana, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut bertujuan mendukung peningkatan kapasitas ekonomi kawasan secara berkelanjutan sekaligus memastikan pemanfaatan ruang laut berjalan selaras dengan pembangunan industri.
“Saat ini potensi sektor kelautan dan perikanan diarahkan untuk mendukung swasembada pangan, energi, dan hilirisasi sebagai bagian penggerak target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Kartika dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (11/6).
Dukung Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja
Menurut Kartika, dukungan KKP sejalan dengan pengembangan KEK Industropolis Batang yang diharapkan mampu mempercepat investasi dan menciptakan lapangan kerja baru. Penataan ruang laut yang terencana juga akan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha dalam menjalankan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
“KKP hadir sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah pusat untuk mensinergikan penataan dan pemanfaatan ruang laut di Kawasan Batang dengan KEK Industropolis Batang, memberikan kepastian ruang untuk percepatan investasi dan meningkatkan peran masyarakat,” katanya.
Fokus pada Ekonomi Biru Berkelanjutan
Kerja sama antara KKP dan KITB mencakup sejumlah program strategis, mulai dari penyelenggaraan penataan ruang laut, rehabilitasi dan restorasi ekosistem pesisir, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga diseminasi informasi terkait kebijakan tata ruang laut.
Industri Pesisir dan Kelestarian Lingkungan
Pelaksana Tugas Direktur Utama PT KITB, Indri Septa Respati, menilai sinergi antara pemerintah, investor, mitra strategis, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan kawasan industri pesisir yang berdaya saing sekaligus ramah lingkungan.
“Kerja sama ini adalah aksi nyata yang akan memberikan dampak ekonomi konkret bagi masyarakat Batang sekaligus menjaga kelestarian laut Indonesia,” ujar Indri.
Program ini juga sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, yang mendorong penerapan ekonomi biru sebagai fondasi pembangunan sektor kelautan. Melalui penataan ruang laut untuk Industropolis Batang, pemerintah berharap pertumbuhan ekonomi kawasan dapat berjalan beriringan dengan pelestarian ekosistem pesisir dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Penulis: Lakalim Adalin
Editor: Arianto




























