Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Beyond Professional (Bepro) menggelar RAPIMNAS BEPRO 2026 di Jakarta, Jumat (27/2/2026), dirangkai buka bersama dan aksi sosial Ramadan.
Di tengah suasana Ramadan, RAPIMNAS BEPRO 2026 tak sekadar forum organisasi, tetapi momentum refleksi karakter dan penguatan kepedulian sosial.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Aktif dalam Kebersamaan, Berbagi dalam Keberkahan” dalam RAPIMNAS BEPRO 2026.
Forum nasional itu dipadukan dengan buka puasa bersama serta penyerahan santunan kepada anak yatim dari Yayasan Mizan Amanah.
Acara diawali tausiah oleh Ustadz Abdul Rozak Amin yang mengajak peserta memaknai Ramadan sebagai “kawah candradimuka” pembentuk karakter.
Ia menegaskan, kegelisahan hidup kerap lahir bukan karena kurangnya nikmat, melainkan karena fokus yang keliru—lebih sibuk menghitung ambisi ketimbang mensyukuri karunia.
“Ramadan adalah madrasah,” ujarnya.
Ramadan, Karakter, dan Momentum Perubahan
Dalam tausiah itu, ia menyinggung tiga peringatan Malaikat Jibril yang diamini Nabi Muhammad SAW. Pertama, mereka yang bertemu Ramadan tetapi tak meraih ampunan.
Kedua, yang tak berselawat saat nama Nabi disebut. Ketiga, yang menyia-nyiakan kesempatan berbakti kepada orang tua di usia lanjut.
Pesannya lugas. Ramadan harus meninggalkan jejak perubahan.
Ia juga mengaitkan disiplin ibadah 30 hari dengan konsep pembentukan kebiasaan.
Ramadan, menurutnya, adalah ruang latihan konsisten untuk membangun karakter gemar berbagi—baik saat lapang maupun sempit. Filosofinya sederhana: saat memberi, sejatinya seseorang sedang menolong dirinya sendiri.
Waktu sahur pun disorot. Bukan hanya soal makan, tetapi momentum istighfar yang diyakini membuka jalan keluar dari kesempitan hidup dan menghadirkan ketenangan batin.
Ekspansi Organisasi dan Program Sekolah Tanah Air
Ketua Umum DPP Bepro, Lutfi Dipa, menyampaikan apresiasi kepada jajaran dewan pakar, pembina daerah, serta para tamu undangan yang hadir.
Ia menekankan, Bepro kini telah berkembang di 23 provinsi dengan misi menghimpun profesional muda di bawah usia 40 tahun.
“Rumahnya profesional muda,” katanya singkat.
Menurut Lutfi, basis anggota yang luas memberi ruang bagi Bepro untuk memperluas dampak sosial dan kolaborasi lintas sektor.
Ia menyebut organisasi ini terbuka bagi kalangan profesional, berbeda dengan organisasi yang mensyaratkan latar belakang kewirausahaan.
Dalam forum itu, Bepro juga mengumumkan kolaborasi program “Sekolah Tanah Air” bersama Rian Fahardhi, Ketua Bidang Pendidikan.
Program tersebut sebelumnya berjalan di Buleleng (Bali) dan Sulawesi Selatan, dan selanjutnya direncanakan hadir di Aceh dengan dukungan Bepro.
Peluncuran ini menandai arah gerak organisasi ke ranah pendidikan dan penguatan karakter generasi muda.
Acara ditutup dengan doa bersama. Santunan diserahkan. Ramadan pun ditegaskan kembali—bukan sekadar ritual tahunan, melainkan ruang pembentukan karakter dan kebermanfaatan sosial.
Reporter: Lakalim Adalin
Editor: Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar