Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran pada Sabtu (28/2) mengumumkan gelombang pertama serangan rudal dan drone terhadap Israel sebagai respons atas gempuran Amerika Serikat dan Israel.
IRGC menyatakan gelombang awal rudal dan drone telah diarahkan ke wilayah Israel. Serangan itu disebut sebagai balasan langsung atas operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel sehari sebelumnya.
Mengutip Reuters, belum ada kepastian dari lokasi mana rudal dan drone tersebut diluncurkan. Otoritas Iran tidak merinci titik awal serangan maupun jumlah persenjataan yang dikerahkan.
Seorang pejabat Iran yang berbicara kepada Reuters mengatakan serangan balasan itu akan berdampak “sangat menghancurkan”. Pernyataan tersebut muncul di tengah eskalasi cepat antara Teheran dan sekutunya di kawasan.
Di sisi lain, Israel dan Amerika Serikat telah lebih dahulu menggempur target-target di Iran pada hari yang sama, memperlebar ketegangan yang selama ini membara di Timur Tengah.
Trump: Target Industri Rudal dan Angkatan Laut Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan operasi militer bertujuan melumpuhkan industri rudal Iran dan “memusnahkan” kekuatan angkatan lautnya. Pernyataan itu disampaikan dalam keterangan yang dikutip Agence France-Presse (AFP).
Trump menegaskan, langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk pembelaan diri. Ia menyebut ancaman dari Iran telah berlangsung selama puluhan tahun.
Menurut Trump, keberadaan Iran di bawah kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei selama 47 tahun terakhir dinilai membahayakan keselamatan Amerika Serikat dan warganya.
Dalam pesan video berdurasi sekitar delapan menit, Trump mengatakan tujuan operasi itu adalah melindungi rakyat Amerika dengan menghilangkan apa yang ia sebut sebagai ancaman nyata dari rezim Iran.
Ia juga menuduh Teheran selama bertahun-tahun mengampanyekan kekerasan dan menargetkan kepentingan Amerika, termasuk pasukan dan pangkalan militer di luar negeri.
Pernyataan keras dari kedua pihak memperlihatkan eskalasi terbuka yang berpotensi memperluas konflik, dengan dampak regional yang sulit diprediksi.
Penulis Lakalim Adalin
Editor Arianto










Tidak ada komentar:
Posting Komentar